Home > Realita > Anak Bau Gadget (ABG)

Anak Bau Gadget (ABG)

August 6th, 2014 Leave a comment Go to comments

Suatu siang, di sebuah rumah makan. Di sebelah meja saya ada keluarga dengan dua anak lelakinya. Secara jumlah sudah sangat sesuai dengan anjuran pemerintah dalam hal keluarga berencana, tapi dalam berperilaku ada yang aneh dari keluarga tersebut.

Bagi sebagian orang mungkin biasa, tapi bagi saya amat sangat aneh dan luar biasa. Ketika pesanan makanan datang, keluarga tadi tidak langsung menyantap tapi masih asyik dengan gadgetnya.

Bapaknya sengar-cengir mungkin sedang bercanda dengan selingkuhannya, ibuknya tak berkedip memandang layar Blackberry yang entah ada gambarnya apa dan anak sulungnya goyang-goyang menikmati musik melalui headset yang nempel dikupingnya.

Yang paling memprihatinkan adalah anak bungsunya. Usianya 8 tahunan tapi sudah pakai kacamata minus setebal wingko babat. Tangannya lincah memainkan game dari tabletnya. Melihat asyiknya dia menikmati dapat dipastikan bahwa anak tersebut tak bisa lepas dari gadgetnya.

Ketika orang tua yang mestinya mengendalikan tapi malah memberi contoh, maka anaknya layak menyandang predikat sebagai ABG sejati. Pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya” memang benar adanya.

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. August 6th, 2014 at 10:06 | #1

    Kata orang, gadget Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat 🙁

    [Reply]

    Rico Ade Reply:

    Hehehe
    bener mas, ini kan juga pengalaman pribadi Hahaha

    [Reply]

  2. August 7th, 2014 at 05:55 | #2

    Huahahaha.. Kapan kae pas aku ulang tahun, khan aku mangan mangan karo konco sma. Sak jam nunggu pesanan gak teko teko. Pas hidangan datang, kita langsung santap tanpa foto foto. Soale selak keluwen. Sampe lali gak foto foto. Hahahaha..

    Trus pas reuni SD, konco koncoku gak nyekel hape nek pas ngobrol, soale saking serune sampe lali gak dolanan hape.

    Kesimpulane, uripe keluarga sing ndik cerito iki karena hidupnya di dunia nyata gak seseru dunia maya. Walhasil ya gitu deh.. Nyekel hape wae.

    [Reply]

  3. August 8th, 2014 at 14:19 | #3

    Karena jarang kumpul keluarga, maka ketika makan adalah saat paling menyenangkan untuk ngobrol 😀

    OmMars, ngaturaken sugeng riyadi. Nyuwun ngapunten sedaya lepat. Salam kagem BuMars lan putro2 😀

    [Reply]

  4. August 9th, 2014 at 13:01 | #4

    ya mungkin karena idupnya di dua dunia pak, dunia nyata sama sunia maya, ckck

    [Reply]

  5. August 11th, 2014 at 04:13 | #5

    Lha makanannya siapa yang nyantap klo semua pada gadgetan 😀
    sayang aku ga diundang ke rumah makan saat itu. kalo diajak pasti aku akan kenyang 😀

    [Reply]

  6. August 11th, 2014 at 07:47 | #6

    ketika alat bantu malah menjadi ‘tuan’ keluarga nggih Pak Mars.
    Salam hormat untuk kelg Kendal.

    [Reply]

  7. August 12th, 2014 at 15:17 | #7

    dan bagi orang-orang jaman sekarang, itu adalah hal yang biasa dan wajar

    [Reply]

  8. August 12th, 2014 at 15:20 | #8

    bener-bener menohok dan menyindir saia

    [Reply]

  9. August 14th, 2014 at 19:23 | #9

    Makanannya sudah enggak nikmat lagi ya, Pak. Atau, jangan2 enggak jadi makan. Hehehe

    [Reply]

  10. August 15th, 2014 at 11:57 | #10

    semakin sulit mencari seseorang yang benar-benar menjadi manusia..hehehe..

    [Reply]

  11. August 15th, 2014 at 13:43 | #11

    Sekarang sudah jarang yang setelah makanan dihidangkan, berdoa, kemudia menyantapnya…

    [Reply]

  12. August 15th, 2014 at 13:44 | #12

    Alangkah baik kalau membatasi penggunaan gadget, siapa yang paling lama gak pegang ditraktir makan 😀

    [Reply]

  13. September 19th, 2014 at 10:32 | #13

    *sedih*
    memang begitu ya, terpaan gadget yang luar biasa. Bikin generasi kita jadi abai. Dan lebai

    [Reply]

  14. December 26th, 2015 at 11:14 | #14

    gadget menggila di kalangan abg

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~