Home > Intermeso > Apartemen Tiga Menara (ATM)

Apartemen Tiga Menara (ATM)

Meski agak mirip dan terkesan dimirip2kan, tapi nama apartemen ini tak ada hubungannya dengan Negeri Lima Menara. Dan meskipun singkatannya ATM tapi ini juga tak ada sangkut pautnya dengan Automatic Teller Machine yang diterjemahkan paksa menjadi Anjungan Tunai Mandiri.

Sesuai dengan namanya, Apartemen Tiga Menara adalah sebuah apartemen yang terdiri dari 3 tower dan bentuknya lebih mirip menara ketimbang apartemen pada umumnya. Siapa saja penghuninya, semua akan terjawab setelah membaca beberapa episode berikut ini.

Menara Pertama dari Tiga Menara
Apartemen ini dihuni oleh para lelaki. Lantai paling atas adalah markasnya pria gagah berkumis tebal yang oleh seluruh warga didaulat menjadi kepala suku. Dari sinilah seluruh program dikendalikan. Untuk menghibur warga, dibuatnya aneka kuis, lomba maupun kontes. Dindingnya penuh foto wanita yang pernah menjadi cover majalahnya.

Di bawahnya ada lima penghuni dengan hoby berbeda. Pria pertama eylekhant dan selalu sedakep, hobynya main keyboard. Pria kedua tampil rapi berpeci, rajin mengaji dan punya hoby mengoleksi mainan bocah. Yang ketiga dialeknya Sunda hobynya fotografi & bersepeda, Pria keempat pecinta kacang tanah sambil bikin drawing pencils. Pria terakhir penuh misteri karena pintunya slalu terkunci yang konon katanya lagi tekun mencari teken yang entah ada dimana.

Lantai terbawah ada banyak penghuni, yang pasti semuanya lelaki. Mulai dari duo Bli asal Bali, lalu duo gondrong pecinta alam yang juga suka dipanggil Bli meski bukan dari Bali, sebelahnya ada juragan shuttlecock dan masih ada 12 kamar kosong.

Menara Kedua dari Tiga Menara
Kontras dengan menara pertama, disini penghuninya wanita dan anak2. Lantai teratas ada emak dengan jagoan kecilnya yang suka ngemut tutup minyak telon. Berikutnya ada aktifis dan penulis yang suka bagi2 mug. Saya memanggilnya dengan MbakDik. Sebelahnya lagi ada ahli bahasa dengan inisial eM (mirip inisial saya). Sebelahnya masih ada 4 kamar tanpa penghuni.

Dibawahnya ada lima penghuni. Dua diantaranya punya profesi sama, akrab dengan tang atau obeng yang entah dipakai untuk apa. Yang satu suka hujan, satunya suka jalan2 ke museum. Disebelahnya ada wanita yang slalu memberi tips tapi sekarang lebih suka bikin puisi, padahal dulunya adalah pramugari. Disebelahnya lagi dua wanita pecinta flora, khususnya gula aren dan ngrabuk kebun.

Dibawahnya lagi ada perempuan pelupa. Saking pelupanya, dia pernah beli bubur ayam tanggal 19 Januari tapi baru dibuka tanggal 29 Februari. Bukan lagi nasi sudah jadi bubur tapi bubur sudah jadi muntah2an. Disebelahnya ada kolektor Boneka Shaun yang suka misuh. Lalu ada gadis kecil yang suka berdendang tentang kentang tapi tak bisa menari selendang, ada sinden Kaki Merapi, ada perawat yang suka bagi2 sarung, lalu ada perempuan cerdas berbahasa Jawa ngoko tapi ngakunya nggak pernah mudeng alias ramudeng. Sebelahnya masih ada 8 tempat kosong.

Lantai dasar spesial kamar untuk anak2, jadi satu tanpa sekat. Inilah lokasi paling ramai dari seluruh ruang yang ada di apartemen tiga menara. Antara yang nangis dan tertawa sulit dibedakan.

Menara Ketiga dari Tiga Menara
Kalau yang ini menaranya yang punya cerita. Paling atas ada antena dan pot bunga. Dibawahnya ada arena bermain anak dan lantai dasarnya aula tempat kumpulnya warga. Seperti hari ini, seluruh penghuni kumpul jadi satu dipimpin Kepala Suku. Setelah pidato sambutan, pada yang hadir diberi kesempatan menyampaikan usulan.

Lelaki muda tunjuk jari sambil berkata: “Maaf ijin mengamankan pertamax, boleh kan?”. Tanpa melihat siapa yang bicara, peserta lain sudah bisa menebak suara siapa itu. Perempuan kerudung hitam yang kangen dengan kalimat itu tampak amat gembira karena ketemu idolanya.

Oke, silakan dilanjut” kata Kepala Suku pada lelaki muda tadi. “Dilanjut gimana Dhe, saya kan cuma mengamankan pertamax dowang” jawab dia yang disambut dengan gelak tawa hadirin.

Setelah suasana tenang, giliran orang berikutnya bicara: “Nice Info Gan !. Tukeran Link dunk Bro…“. Melihat gaya dan dialeknya, tampak jelas jika yang barusan ngomong adalah seorang penyusup dan bukan warga ATM. Kepala suku langsung menanggapi: “Sampeyan itu ngomong apa, kok pakek Gan dan Bro. Ndek kene gak ono degan gak ono combro. Nglindur tah arek iki?

Labo dalih Dhe. Peturut je…”” kata salah satu pengunjung dalam bahasa Karo. Tentu saja Kepala Suku makin nggak paham. Lalu yang ngomong tadi menjelaskan: “Labo dalih itu artinya gak opo2 Dhe, lha kalau peturut je itu artinya biarin aje…“. Kepala suku geram: “Wis sak karepmu nDuk…

Sekarang giliran wanita yang diberi kesempatan usul. Salah satu wakil tunjuk jari sambil bicara: “Usul Ketua. Bagaimana jika sekali2 yang jadi petugas konsumsi adalah para lelaki?“. Belum sempat Sang Ketua menjawab, terdengar salam khas dari balik pintu. “Saleum. Kopinya sudah siap, mari silakan ambil sendiri2“. Serentak semua bergerak menuju ruang minum.

~bersambung~

Tempat yang kosong dari apartemen ini akan saya update pada episode berikutnya sehingga penghuninya akan makin rame.

Tulisan ini saya buat di Semarang sambil ngantuk2 mendengarkan ceramah yang materinya sama sekali nggak menarik…

~ Grazie ~
Categories: Intermeso
  1. March 5th, 2012 at 15:44 | #1

    bayangan kemana-mana tapi indah membuat saya membacanya antara ngakak dan takjub menjadi satu ni pak ..
    keren 🙂


    Ini akan bersambung Mas

    [Reply]

  2. March 5th, 2012 at 17:35 | #2

    ditunggu kelanjutnnya


    Masih ditulis Mas

    [Reply]

  3. crazyhusband
    March 5th, 2012 at 19:03 | #3

    kira-kira masih ada yang kosong gak pakde mars..


    Masih banyak

    [Reply]

  4. March 5th, 2012 at 19:16 | #4

    Sama. Tadi siang saya juga harus mendengarkan ceramah yang bikin saya ngantuk. Sayange gak bisa dikompensasi jadi postingan.


    Karena bukan flora fauna

    [Reply]

  5. March 5th, 2012 at 19:37 | #5

    minggu seharian di kyai saleh malamnya ke boyolali hari berikutnya dah di kampung manis


    Muter2 terus Mas…

    [Reply]

  6. chocoVanilla
    March 5th, 2012 at 19:48 | #6

    Wakakakaaka…. Pak Mars nek ngantuk malah kreatif 😛
    Kalo seminarnya sebulan bisa jadi novel nih, Pak 😆

    (Psst, masih ada tempat kosong to? Sebulan cicilannya berapa, Pak, sapa tau bisa jadi penghuni 😛 )


    Masih banyak kamar dan semua khratiz…

    [Reply]

  7. March 6th, 2012 at 04:06 | #7

    Asyiknya para netter dalam mendengarkan ceramah dengan lanturan saja bisa jadi sebuah postingan ya pak. he….x9 Sukses selalui.

    Salam,


    Matur Nuwun Pak

    [Reply]

  8. March 6th, 2012 at 13:44 | #8

    wahhh keren yachh…lagi bete denger ceramah malah jd bahan postingan yg lucu dan menghibur hihihi….penasaran pengen baca kelanjutannya…


    Ini masih ditulis dalam draft Mbak

    [Reply]

  9. March 6th, 2012 at 16:47 | #9

    Wahhhh…. seru pak mars cerita para penghuni apartemen inih. ditunggu lho lanjutannya 😉


    Ini masih disusun kelanjutannya Mbak

    [Reply]

  10. March 6th, 2012 at 16:58 | #10

    udah pulang ini om 😀


    Sudah dirumah, tapi masih capek

    [Reply]

  11. March 6th, 2012 at 20:03 | #11

    what ?
    mau ke menara dua …
    Aku ikoootttt !!!


    Ada CCTV nya Om… 😀

    [Reply]

  12. March 6th, 2012 at 20:05 | #12

    Oh …
    itu rahasiaaaaahhhh …
    hahahaha

    [Reply]

  13. March 6th, 2012 at 20:53 | #13

    Ini maksudnya apa sih om?
    Ga ngerti >.<

    [Reply]

  14. March 6th, 2012 at 22:51 | #14

    Kalau gitu aku nunggu kelanjutannya saja ya Pak, dari pada ikut ngelantur. He….x9

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog


    Ini lagi ditulis Pak

    [Reply]

  15. Imelda
    March 7th, 2012 at 09:15 | #15

    asyik saya tinggal di lantai teratas: penthouse tuh


    Bisa liat anak2 yang lagi main…
    Dan juga bisa liat yang ada di puncak menara pertama 😀

    [Reply]

  16. March 8th, 2012 at 11:24 | #16

    hihihihi saya tahu.. *ngacung :mrgreen:

    saya ada di menara kedua, Pak.. bertetangga dengan pengoleksi boneka Shaun da Sheep? siapa ya? hmmm *mikir


    Nyari penghuni yg bisa ndalang karena sindennya dah siap 😀

    [Reply]

  17. puisipemula
    March 10th, 2012 at 09:03 | #17

    buru2 ambil kapling buat nuggu episode ATM selanjutnya ….. 😛
    tapi, kok kopinya gak dateng2 yaaa…. ??
    atau harus pesen dulu ke menara 2 ,Pak Guru ?? 😀 😀

    ( nulis komen sambil ngakak mules iki Pak)
    gumun aku ,kok ya bisa2nya dpt ide nulis ini ,pdhal lagi bete en ngantuk gituh…. 🙂
    salam


    Kalau lagi bete, saya justru semangat buat nulis Bun
    Ditunggu lanjutannya

    [Reply]

Comment pages
1 2 33017
  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~