Home > Inspirasi > Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia

August 26th, 2011 Leave a comment Go to comments

Di tengah gencarnya penggunaan bahasa 4l4y beberapa waktu terakhir ini, membuat saya berpikir berapa lama lagikah bahasa Indonesia yang baku akan bertahan? Tanpa hadirnya bahasa 4l4y pun bahasa Indonesia yang baku – bahasa Indonesia yang baik dan benar – sudah sangat jarang dipakai, karena terkontaminasi oleh bahasa pergaulan, belum lagi kebiasaan sebagian orang mencampurnya dengan bahasa asing lainnya, atau bahkan bahasa daerah.

Sebetulnya bagi sebagian orang, yang sering mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris misalnya, sudah pasti motivasinya berbeda-beda. Ada yang memang sedang melatih kemampuan bahasa Inggrisnya, tetapi belum mampu merangkai satu kalimat penuh, sehingga terpaksa mencampurnya dengan bahasa Indonesia. Ada pula yang memang karena kebiasaan, saking ‘crowded’nya isi kepalanya sehingga tak sadar sudah mencampur dua atau tiga bahasa dalam kalimatnya. Yang paling parah memang yang lebih suka menggunakan bahasa asing karena merasa lebih bergengsi dan berkelas ketimbang berbahasa Indonesia.

Saya pun pernah demikian, awalnya kebiasaan saya mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris sebetulnya bukan karena gengsi apalagi merasa lebih berkelas, melainkan saat itu saya memang sedang giat-giatnya melatih kemampuan bahasa Inggris saya, dan di saat lupa/tidak tahu arti satu kata di dalam bahasa Inggris secara otomatis saya menggunakan bahasa Indonesia. Awalnya begitu tapi kemudian kebablasan.

Sampai satu hari, laki-laki di Bukan Cinta Biasa yang memperhatikan gaya bahasa saya, menyadarkan saya tentang indahnya bahasa Indonesia yang baku itu. Dialah satu-satunya manusia di muka bumi yang tidak sekalipun terpleset lidahnya mengikuti gaya bicara orang yang sedang berdialog dengannya. Setiap saya menggunakan kata dong, deh, sih, lu, gw, sudah pasti akan dijadikan guyonan olehnya. Dengannya jengah sendiri saya menggunakan bahasa sehari-hari, tapi dia tidak jengah menggunakan bahasa Indonesia baku. Saya paham sih, pekerjaannya memang dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, apalagi jika menulis, salah peletakan tanda baca saja sangat fatal akibatnya. Sedikit menjengkelkan sih sebenarnya, karena berdialog dengannya seperti bukan bicara dengan teman, tetapi lebih seperti kepada dosen.

Kemudian saya sampai pada satu kesimpulan dini, bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu besar pengaruhnya dari lingkungan, terutama dari lingkungan rumah. Dari orang terdekat, yang saya perhatikan adalah para keponakan. Kami melarang keras mereka menggunakan kata “lu, gw” dan membiasakan mereka membahasakan diri dengan kata ‘abang, adek’. Sampai-sampai ketika tanpa sadar saya berbicara menggunakan “LU, GW” sudah pasti menuai protes dari mereka. Entah sampai kapan kami dapat menjaga kebiasaan ini, harap-harap cemas juga.

Jadi, sudahkan anda berbahasa Indonesia yang baik dan benar? :)

Catatan :
Tulisan ini dikirim oleh anak wedok saya Nicampereniqué alias emaknya Chelsea Wannabe, perempuan biasa yang bersuamikan lelaki luar biasa.

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi
  1. baha andes
    August 26th, 2011 at 09:36 | #1

    oh tahu saya mba nique…

    Saya juga masih belajar untuk menggunakan bahasa indonesia dengan EYD tapi klo waktu didunia nyata apalagi dengan temen2 klo ngobrol dngan bahasa Indonesia EYD ko masih terasa cangguh.


    Iya, Ni emaknya Chelsea… :D

    [Reply]

    niQue Reply:

    wannabe nya jangan ketinggalan atuh pak’e :D


    Emang ketinggalan dimana? :D

    [Reply]

  2. August 26th, 2011 at 09:39 | #2

    jangan2 bahasa alay nanti jadi mata pelajaran di sekolah


    Pakai Bahasa Alay yg baik dan benar

    [Reply]

  3. August 26th, 2011 at 11:03 | #3

    makasih info nya sangat bagus nie……………


    Ini bukan info :D

    [Reply]

  4. August 26th, 2011 at 14:40 | #4

    Oooh…tulisan Kak Niq toh, awal2 ngerasa aneh, ngga Pak mars bgt he he


    Hehehehe…
    Iya itu Si Ni saya paksa nulis khusus buat saya…

    [Reply]

    niQue Reply:

    begini nasib orang paksa’an Rin … :D
    orin mo dipaksa juga ga? :P


    Bukan paksaan tapi balas dendam budi

    [Reply]

  5. August 26th, 2011 at 15:16 | #5

    bahasa indonesia adalah bahasa pemersatu, gua dah merasakan itu krn gua keliling indonesia, klo ga ada bahasa indonesia sussah ngomongnya ke orang2 beda suku.


    Iya Mas. Dengan aneka bahasa daerah, maka pemersatunya adalah Bahasa Nasional

    [Reply]

  6. August 26th, 2011 at 22:07 | #6

    berkunjung kembali setelah sekian lama absen :D


    Makasih Mbak Etha…

    [Reply]

  7. August 26th, 2011 at 22:59 | #7

    Jujur saja …
    Saya seringkali … atau bahkan setiap kali menulis di Blog … sepertinya tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar …

    Ada beberapa ekspresi yang mak pecungul begitu saja ,,, menggunakan bahasa lain selain Bahasa Indonesia … entah bahasa jawa, bahasa ngaul, atau bahkan nginggris …

    Mudah-mudahan nanti kalau sudah bikin buku … saya bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalaupun terpaksa pakai bahasa lain … ya … pakai senjata dalam tanda kutip … ” ….. ” … atau huruf miring …

    Salam saya Pak Mars


    Saya juga belum bisa menerapkan dalam kehidupan Om. Setelah nggak sekolah lagi, hampir jarang pakai Bahasa Indonesia baku

    [Reply]

    nh18 Reply:

    Ini tulisan Nique …
    Waaahhh … Pak Mars punya anak angkat lagi nih …

    Saya jadi kangen Oyen nih …
    Bagaimana kabarnya ya anak wedok yang satu itu ?
    Semoga sehat-sehat saja

    Salam saya


    Oyen lagi menantikan kelahiran anak pertamanya Om…
    Dia baik2 saja :D

    [Reply]

    niQue Reply:

    Wah, klo Oyen sedang menantikan kelahiran anak pertama, berarti bentar lagi saya ketularan nih :D *ngarep*

    [Reply]

  8. August 27th, 2011 at 04:08 | #8

    aw aw aw… pokokmen loe… gue… end… lah pak (ovjholic) :D
    hadeh iki boso apa maning pakke…
    mestinya yang membuat bahasa semrawut ituharusny dijewer sama pak guru ni


    Kalau di seputar semarang pastinya bahasanya baku

    [Reply]

  9. Ikkyu_san
    August 27th, 2011 at 05:32 | #9

    woooow rupanya tulisan guest (tamu) ya?
    Memang sebaiknya pakai bahasa Indonesia baku. Tapi adakalanya bahasa itu menjauhkan pembaca karena kakunya. Jadi bisa dilihat-lihat saja topik tulisannya.
    Terkadang pemakaian bahasa asing/gaul diperlukan karena tidak ada kata bahasa Indonesia yang tepat untuk menggambarkan maksud si penulis. Maklum saja bahasa Indonesia adalah bahasa baru yang dibuat dari berbagai bahasa asing/daerah. Seperti kata tumben, itu dari bahasa Jakarta, yang tidak ada bahasa padanan bakunya.
    Ada ketentuan untuk menuliskan dengan huruf miring kata-kata asing/percakapan yang dipakai dalam tulisan baku. Mungkin penulisan miring ini yang perlu dibiasakan.

    Banyak sekali penulisan yang masih menyalahi kaidah bahasa Indonesia. Mungkin bisa dimulai dengan menulis kata Anda memakai huruf besar di awal kata sesuai aturan yang berlaku. Banyak sekali yang masih salah.

    EM


    Kalau yg “Anda” itu paling slalu saya ingat Bu. Karena saat sekolah dah diwanti2 guru saya

    [Reply]

    niQue Reply:

    saya sih biasanya ga bilang TUMBEN mba, tapi dengaren hihihi … *boong*


    Tumben Ni bilang “tumben”

    [Reply]

  10. Erwin
    August 27th, 2011 at 07:24 | #10

    saya sering berpikir juga, bagaimana perkembangan bahasa Indoneisa nanti, jika anak muda sekarang ber-alay ria.


    Saya juga alay lho Mbak :D

    [Reply]

  11. August 27th, 2011 at 08:13 | #11

    hehehe..saya juga pernah mengulas masalah tentang bahasa gaul juga Pak..enthlah rasanya saya tdk terima kalau bahasa Indonesia ini sapai melebur dengan bahasa Gaul,,

    Terima kasih info dan ilmunya Pak


    Bahasa memang selalu berkembang, dan Bahasa Indonesia yang baku kayaknya hanya ada di kelas…

    [Reply]

  12. August 27th, 2011 at 09:44 | #12

    salam berkunjung setelah sekian lama absen ingin ucapin Selamat menyambut sugeng riyadi nyuwun pangapunten sedoyo lepat mugi tansah lebur ing dinten Riyadi ingkang bade dongkap .

    salam rindu pada sang Guru


    Terima kasih Pak Doel…
    Salam!

    [Reply]

  13. August 28th, 2011 at 06:08 | #13

    Berkunjung untuk melepas kangen sambil menyimak Pak Mars.
    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog


    Makasih kunjungannya Pak

    [Reply]

    niQue Reply:

    sama saya nda kangen? kok pak’e doang sih? hhihihihi tuh ‘doang’ bukan kosa kata yang benar kan? hahaha


    doang masih lumayan baik, ketimbang “dowank”

    [Reply]

  14. August 28th, 2011 at 09:11 | #14

    masih lebih baik pak, saya paling sedih kalau ada teman kirim sms dengan huruf yang aneh2, sampai bingung bacanya bagaimana.. pas saya kirim balik, teman saya bilang :”wah, rak gaul blass!!” hehehe


    Aneh dan nggak jelas blas ya Mbak…
    Kalau tambah jelas sich masih mendingan. Belum lagi yg disingkat2

    [Reply]

    niQue Reply:

    hla itu namanya bahasa/tulisan alaya mba :D
    mbingungi hihihih

    [Reply]

  15. niQue
    August 28th, 2011 at 09:24 | #15

    dihapus? tar cari tip-ex nya dulu ya :D

    [Reply]

  16. aplikasi android
    August 29th, 2011 at 14:18 | #16

    hahaa… idenya selalu menggelitik


    Makasih Mas
    Salam!!

    [Reply]

  17. September 2nd, 2011 at 20:18 | #17

    Saya juga gak pernah pake loe, gw, dan logat2 lain.
    Saya juga hampir tidak pernah menggunakan bahasa asing ketika bicara, kecuali yang sudah diadopsi oleh bahasa Indonesia misalnya sabun~ india juga bilang sabun, kemeja` Portugis kalau tidak salah, minder, dll.

    Enak bahasa Suroboyoan atau Jombangan kalau kepleset ngeblog.

    Salam hangat dari Surabaya


    Iya Dhe, dialek daerah sendiri maling nyamleng

    [Reply]

  18. September 7th, 2011 at 12:37 | #18

    kegiatan blogging sebenarnya melatih kita untuk berbahasa yang baik dan benar. Bahasa Indonesia sekarang kurang begitu diminati, enath karena sudah merasa indonesia atau lebih bergengsi pakai bahasa asing..

    [Reply]

  19. September 7th, 2011 at 17:58 | #19

    seharusnya kita bangga dengan bahasa indonesia….
    toh kita kan orang indonesia

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~