Balada Sepatu Kecil Anakku

Ini bukan dongeng, juga tidak sedang cerita tentang keluarga. Mungkin bisa disebut tips sederhana, ala orang sederhana yang anti biasa. Jadi apa yang saya ceritakan ini tak cocok dipraktekkan oleh orang kaya.

Begini
Kedua anak saya sudah dewasa, yang kecil 19 tahun, kakaknya 23 tahun. Yang saya kisahkan ini bukan tentang mereka tapi tentang sepatunya saat mereka masih balita. Semuanya masih terpakai sampai detik ini. Bukan dipakai dikaki, bukan buat gantungan kunci, bukan pula dipajang sebagai koleksi.

Apa pasal?
Karena masih bisa dimanfaatkan.

Buat apa?
Saya letakkan di lantai, mepet tembok di belakang pintu

Anjuran Dukun?
Bukan.

Lantas buat apaan?
Buat pengaman. Kedua anak saya dan istri saya kan rosa-rosa alias kelebihan tenaga. Kalau mbuka pintu suka keras sekuat tenaga, sehingga kalau nggak saya beri ganjal, pegangan pintunya akan natap tembok dan temboknya pasti akan krowak. Dengan adanya sepatu kecil tadi, laju gerakan pintu akan tertahan. Jadi sepatu tadi berfungsi sebagai peredam benturan.

Knapa sepatu kecil?
Lha sepatu yang besar kan masih dipakai anak saya. Gimana to… Kalau sepatu balita itu kan terbuat dari bahan karet yang lentur tapi kuat, sehingga peredamannya bisa maksimal.

Kan sekarang sudah ada alat khusus untuk itu ?
Lha itu tadi… Saya tidak cukup kaya buat beli alat khusus itu.

Ooooo… Bener juga ya…
Kalau nggak bener ya nggak saya tulis to ya. Piye to sampeyan kuwi…

70 thoughts on “Balada Sepatu Kecil Anakku

  1. aku yo gumun Pak’e… daripada hamster sing ge ngganjel, lha yo mending sepatu jadul to yo…beuhh *bolo Pak 😀

    [Reply]

  2. Aku hora duwe sepatu balita, ndisik sikile mung di buntel gombal…xaxaxaxa 😀


    Nek clono nduwe ora?

    [Reply]

  3. Wakakaka Ngelucu tpi Memang bener,,
    Trus ngelucu pa apa neh..
    Sepatu saya masih kecil udah pade Jebol , Buang ke LOwak…

    [Reply]

  4. Pakde Sepatunya masih Bagus ….kan sayang pakai ganjalan pintu


    Kalau ditimbun bisa numpuk Bli…
    Kalau saya prinsipnya sederhana, selagi bisa dimanfaatkan ya saya manfaatkan

    [Reply]

  5. seperti kata pepatah, Tak ada rotan, sepatupun jadi 😀


    Iya, tak ada gelas mangkokpun oke…
    Apalagi kalau makan bakso

    [Reply]

  6. itu khan ada dua pasang sepatunya Pak Guru………….
    mbok ya aku dipinjemin sepasang ya ………… boleh khan? 😀
    salam


    Pas untuk 4 pintu Bun… 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *