Balada Si Jeepney dan Sepeda Balap

Sahabat pasti tau Jeepney, transportasi umum paling populer di Filipina. Angkot penuh warna dan aksesories ini jalannya lambat karena bukan mobil balap. Sangat bertolak belakang dengan Sepeda Balap yang memang didesain untuk balapan, yang bentuknya ramping dan amat aerodinamis.

Ini mau ngomongin angkot apa balapan?
Bukan dua2nya. Ini mau berbagi cerita atau lebih tepatnya mau nyondro kalau istilah Jawanya. Bukan mengkritik, tidak menyindir dan tidak ditujukan orang per orang.

Maksud Lu?
Ini tentang blog saya, Blog Tjap Koepoe Biroe. Ibarat kendaraan, maka blog saya inilah Si Jeepney itu. Penuh sticker penuh pernak-pernik, asal pasang asal tempel. Jalannya nggremet kelebihan muatan. Tampil suka2, minim optimasi. Murah meriah tapi nggak bikin muntah2…

Lalu, yang Sepeda Balap itu?
Nah kalau itu blognya para master. Tampilannya ramping, tanpa gambar tanpa avatar. Tiap detail dihitung cermat, tiap karakter ditata akurat. Aksesories habis dibabat demi akses yang secepat kilat. Kayak Sepeda Balaplah. Plonthos nyaris tinggal kerangka dan roda dowang. Mana ada sepeda balap dipasangi lampu?. Kalau ditimbang mungkin bobotnya nggak sampai 9 ons

Diantara Jeepney dan Sepeda Balap terdapat ratusan model lain yang tak kalah cantik. Ada yang laksana Mobil Sedan, ada yang seperti Motor Ducati. Disitulah blog Anda berada. Apapun modelnya, yang penting jangan disia2kan.

65 thoughts on “Balada Si Jeepney dan Sepeda Balap

  1. Berhubung daku suka yg gegas, maka daku milih sepeda balap. Sayangnya daku bukan pembalap, jadi jalannya nggremet juga kayak jeepney. BTW, nyambungin antara sepeda balap, jepney dan blog-nya keren sekali, Pak.

    Salam


    Ini hanya dirangkai2 saja Mas…
    Biar menarik yang baca
    Namanya juga usaha

    [Reply]

  2. Justru karena pernak pernik itulah blog metamarsphose ini jadi menarik 😀


    Makasih Om Khay…

    [Reply]

  3. Tiap blog punya ciri khas…kalau blog sy kayaknya tergolong sepeda lambat ya pakde…karena akhir-akhir lambat posting, lambat balas komentar dan lambat berkunjung … 😀


    Sepeda malah bebas polusi kan Bli…

    [Reply]

  4. klo blog qu, mirip wilis th 74, kuno tapi asik buat ofroad ke gunung2 yg terjal .. heheeeeee 😉


    Bisa buat touring Mbak… 😀

    [Reply]

  5. kekeke …. gumantung karo selerane, pak mar. ada yang suka naik pit balap ada juga yang suka si jeepny. kebetulan saat ini seleraku lagi seneng2e numpak pit balap, hehe …. ben kemringet, pak, haks.


    Sip Pak…
    Mlayune bisa wush… wush…
    Cuepete puoll

    [Reply]

  6. Mau sih gabungan keduanya, tapi sudah tidak mungkin…berdo’a dulu ach…biar keduanya bisa digabungkan. 😉


    Mas Aldy terlalu sibuk…

    [Reply]

  7. hweheheh………………blog na om Mars cepet kuq ketimbang pnya niar agak lola buka nyaa yaa…. hadeyh…………….. mau solusi nnya dung om.. 😀


    Saya nggak pakai teknik apa2 kok Mbak

    [Reply]

  8. Perumpamaan-nya pas banget, Pak Mar…
    Tapi mungkin Jeepney itu memang seharusnya lambat supaya semua yang melihat bisa lebih lama menikmati warna-warninya, sementara sepeda balap yang cuma rangka dan roda, memang sebaiknya cepat berlalu. *ngeles-sekenanya-karena-tergolong-Jeepney* 😛


    Saya masih menikmati widget yg kelap kelip…
    Saya belum siap memangkas habis

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *