Banyak Jalan Tinggalkan Roma

Selama ini sudah terlanjur dikesankan bahwa Roma itu sebuah target yang harus dicapai, sampai muncul istilah Banyak Jalan Menuju Roma. Akibatnya orang lalu berlomba cari cara untuk menuju Roma.

Tapi bagaimana yang sesungguhnya?
Kita sering lupa bahwa tiap hal itu punya dua sisi. Roma memang bisa menjadi tujuan, tapi bisa pula berubah menjadi persoalan. Sama kayak “cinta”lah. Banyak yang mengatakan cinta itu indah. Tapi berapa banyak yang menderita karenanya?

Lalu?
Ketika Roma dirasakan tak nyaman lagi atau bahkan sudah mengancam kita, ya cari ajah jalan keluarnya. Secara metalogika, jumlah jalan menuju Roma sama banyaknya dengan jalan untuk keluar dari Roma.

Maka dari itu, kita tak boleh terpaku hanya mencari jalan menuju Roma saja tapi harus pandai juga mencari jalan untuk keluar meninggalkan Roma. Roma tak sempurna. Sekali2 harus kita tinggalkan. Banyak jalan keluar Roma.

Bukan bermaksud merusak peribahasa yang sudah ada, bukan bermaksud mengganti sesuatu yang sudah membumi. Ini hanya belajar bagaimana kita melihat sesuatu dari sisi yang berbeda, sisi yang anti biasa.

74 thoughts on “Banyak Jalan Tinggalkan Roma

  1. Rhoma Irama lebih terlalu Mas Mbak… 😀
    Anaknya banyak, istrinya dimana2 😀

    [Reply]

    advertiyha Reply:

    mas lagi…mas lagi… ngambek nih,, cantik2 dipanggil mas,, huaaaaaaaaaaaaaa… 😛

    [Reply]

  2. boleh juga diibaratkan, banyak jalan menuju usaha…banyak jalan tinggalkan usaha yg bangkrut 🙂

    [Reply]

  3. di Roma ada bekas stadion untuk adu orang dengan singa lho
    kok bisa porak poranda gitu ya skarang

    [Reply]

  4. Pingback: metaMARSphose » Maaf Ya Mas!
  5. Pingback: metaMARSphose » Senjata itu bernama Judul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *