Belajar Bahasa = Belajar Budaya

Sampai saat ini, seminggu dua kali saya masih rutin belajar Bahasa Inggris. Kalau bukan karena kewajiban, mungkin saya sudah putus asa.

Pertama, masih sangat sukar buat saya. Alasan kedua, Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang paling tidak saya suka sejak sekolah. Di sela pelajaran yang saya ikuti, ternyata ada terselip ilmu yang saya baru tau. Materinya adalah Touchy Topics.

In North America when people meet each other for the firs time, they talk about things like family, work, school or sports. They ask questions like “Do you have any brothers or sisters?”, “Where do you work?”, “What school do you go to?” and “Do you like sport?”. They also ask questions like “Where do you come from?” and “Where do you live?”. These are polite questions. These are not personal or private.

But some things are personal or private and questions about them are not polite. People don’t ask questions about a person’s salary. They don’t ask how much someone paid for something. It is OK to ask children how old they are, but it is not polite to ask older people their age. It is also not polite to ask people questions about politics or religion unless you know them very well. People don’t ask unmarried people “Why are you single?”, and they don’t ask a married couple with no children “Why don’t you have any children?”.

Teks tersebut bukan copy paste tapi saya ketik secara manual dari buku pegangan resmi yang saya punya. Capek juga ngetiknya. Semoga ejaannya bener.

Ada sesuatu yang menarik, bahwa budaya tiap bangsa tidak sama. Yang tabu di sana, belum tentu tabu di sini atau sebaliknya. Kalau dicermati, orang2 kita agak lebih parah dan kadang keterlaluan dalam hal mengorek pribadi seseorang. Betapa sangat lumrah kita menanyakan harga barang milik orang lain. Begitu selesai memuji, biasanya kita ikuti dengan tanya harga, misalnya “Wah, bagus sekali sepatunya. Harganya berapa Boss?”.

Ternyata saya harus banyak belajar budaya2. Tak cuma itu, sayapun musti terus belajar Bahasa Inggris. Dan inilah PR yang harus saya kerjakan… πŸ˜€


Look at the following questions. Are they polite or not polite when you meet someone for the first time in North America?

  • What does your wife do?
  • Do you beleive in God?
  • How much money do you earn?
  • How many children do you have?
  • Why aren’t you married?
  • Do you like football?
  • How old are you Mr. Anggodo?
  • Are you a Golkar or a Gerindra?
  • How much was your watch?

Polite
______________
______________
______________
______________
______________
______________
______________
______________
______________

Not Polite
______________
______________
______________
______________
______________
______________
______________
______________
______________


Ada yang mau bantu?
Perhatikan sekali lagi pertanyaan2 itu. Polite atau nggak polite kah apabila pertanyaan tersebut kita ajukan pada orang Indonesia?

49 thoughts on “Belajar Bahasa = Belajar Budaya

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saya juga harus belajar bahasa inggris, nih

    Nek tak terjemahke dadine
    “(sorry) FIRST securing permission first. Can you?!”

    [Reply]

  2. saran, not polite lebih keren jika pake impolite

    Asal nggak dipolitisir Mas…

    [Reply]

  3. bener banget pak, belajar bahasa harus belajar budaya biar nyatu,.
    kalau masalah PR-nya saya tidak bisa bantu, takut salah, wong saya juga pegel baca tulisan bahasa inggris..

    Ngetiknya lebih pegel Mas…

    [Reply]

  4. seperti asyik belajarnya pak, sekalian belajar budayanya juga

    Asyik campur mules Mas…
    Gak bisa2… πŸ˜€

    [Reply]

  5. masalah belajar, yang pertama adalah harus menyenanginya terlebih dahulu…,
    kalau sudah senang pasti mudah mempelajarinya….,

    Itu masalahnya Mas…
    Belum2 saya sudah benci Inggris… πŸ˜€

    [Reply]

  6. Kalo di North America bertanya tentang apakah ia anggota Golkar atau Gerindra, jatuhnya bukan sopan atau tidak sopan om.. tapi aneh.. hehehe

    [Reply]

  7. saya juga dah lupa peLajaran Bahasa Inggris Pak..
    jadi maaf ga bisa bantu..
    kaLo tanya soaL Matematika baru saya mau bantu Pak… πŸ˜†

    [Reply]

  8. sik pak tak nyiapke kamus *nyaut kamuse adikku* πŸ™‚

    Kamus opo Primbon Mas… πŸ˜€

    [Reply]

  9. tidak perlu jauh-jauh pak ke negeri orang ternyata saya yang pertama kali datang ke solo suka banyak tegoran karena saya orangnya ceplas ceplos.
    Trims Pak, inspiratif πŸ™‚

    Desa mawa tata, negara mawa cara Mas…
    Mas Yayat pasti nggak paham artinya ya… πŸ˜€

    [Reply]

  10. Bpk saya jg pernah bilang begini Pak, ‘ jika km belajar suatu bhasa pelajarilah budayanya jg, karena suatu bahasa mencerminkan budaya.

    Bener sekali Mbak…
    Kalau cuman teori sich nggak apa2, tapi ketika bahasa itu kita praktekkan, baru keliatan ruhnya…
    Makasih sudah mampir kesini

    [Reply]

  11. bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi sopan santun.. tapi ternyata kurang ‘polite’…

    Kalau tanya suka mendetail

    [Reply]

  12. sejak kecil saya paling tertarik pada pelajaran bahasa.
    dan setuju, pak guru, belajar bahasa adalah belajar budaya.
    karena banyak buku bacaan (untuk pelajaran bahasa) dibungkus dalam konteks budaya lokal.

    mantap euy bahasa keminggrisnya pak guru.
    maju terus!

    Mohon suportnya agar saya bisa belajar Bahasa Inggris dengan mantap… πŸ˜€

    [Reply]

  13. Mas mau koreksi dikit nih pada kalimat β€œWhere do you came from?”

    Seharusnya β€œWhere do you come from?”

    Matur Nuwun koreksinya…
    Langsung saya betulkan Mas…

    [Reply]

  14. nunggu sampe malam lagi siapa tahu aku udah bisa njawab pertanyaan itu, nyerah deh pak πŸ™
    aku kesulitan dalam berbahasa [bahasa apapun itu] tapi aku cinta belajar budaya.

    Menunggu sampai bermalam2 juga, siapa tau malam2 ada yang datang bawa jawaban… πŸ˜€

    [Reply]

  15. Itu artikel diatas, dofollow atau nofollow, yah πŸ˜†

    Nice Comment… πŸ˜€

    [Reply]

  16. sy klo di tanya “Are you a Golkar or a Gerindra?” jawabnya pasti I’m Golput …

    I’m Golira… πŸ˜€

    [Reply]

  17. wah sy juga gak bisa bantu Pak… nggggng nganu…budaya kita apakah masih perlu di uji kelayakan ya pak ? hihihi

    Di kita lebih tega daripada negara maju…

    [Reply]

  18. gag tahu pak ya,tp bgiku belajar bhasa inggris koq susaah bgd. . .
    pdhal msh masa2 belajar di sma. . πŸ™

    Ya sama Mas…
    Inggris miris… πŸ˜€

    [Reply]

  19. Dulu nilai Bahasaku bagus loch hehehehe

    Nilai Bahasa saya juga bagus, tapi hasil nyontek… πŸ˜€

    [Reply]

  20. Selamat sebagai atas prestasi sahabat dalam lomba menulis di Indonesia Menulis
    Dengan hormat disampaikan bahwa BlogCamp ( http://abdulcholik.com ) masih dalam tahap penyelesaian perbaikan karena mengalami gangguan.

    Beberapa tehnisi sedang kerja keras untuk mengembalikan kondisinya.
    Saya sementara berada di Posko Bhirawa ( http://mbahcholik.info ) dan saat ini sedang menggelar promosi kaos loreng.
    Silahkan para sahabat berkunjung sebelum waktu promosi habis.
    Salam hangat dari Bhirawa.

    Semoga blognya segera sembuh…

    [Reply]

  21. Komentar saya disikat akismet ya mas.
    Kalau di kalangan Jawa yang kurang polite ini lho mas ” Bapak dahar kulo siram”
    BlogCamp masih rusak mas, kayaknya servernya soalnya Blogku juga ikut ambyar.
    Salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

  22. Seperti Tacik tetangga saya Pak, dia tu polite nya bukam main, ampun deh pokoknya

    Ditinggal pergi saja Mas…

    [Reply]

  23. Kapan merit? Anaknya udah berapa?
    Berapa gajimu?
    Itu pertanyaan sering sekali saya dengar. Dan saya pribadi nggak masalah jika teman dekat yang tanya.
    Kalo baru kenal ketemu pertama, yo tak sampluk… πŸ˜†

    Saya nunggu pertanyaan: Lagi pake warna apa nih? Sampe sekarang belom ada.

    Bhuahahaha…
    Kira2 ada nggak ya, yg berani menanyakan pertanyaan terakhir itu…

    [Reply]

  24. @alamendah
    kalau memang bentuknya tag question, bagaimana kalau “can’t you ?”

    [Reply]

  25. alamendah :
    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saya juga harus belajar bahasa inggris, nih

    Nek tak terjemahke dadine
    β€œ(sorry) FIRST securing permission first. Can you?!”

    Numpang Pertamax …
    kalau memang bentuknya tag question, bagaimana kalau β€œcan’t you ?”

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *