Belajar Dari Alam

Kita pasti pernah dengar istilah “Belajar Dari Alam”, tapi beda dengan apa yang akan saya tulis. Yang saya maksudkan dari judul itu adalah Belajar dari Alamendah, seorang blogger muda yang rajin nulis tentang seluk beluk perbinatangan, pertumbuhan (?) dan lingkungan.

Saya sangat ingat betul awal sekali masuk ke blognya. Sepi, headernya ijo pupus dan warna teksnya lamat2 alias nggak jelas. Ada pengunjung yang mengkritik soal itu dan sudah direspon olehnya. Saya nyasar ke blognya karena dia nulis tentang daerah saya yaitu Puncak Gunung Muria.

Ada beberapa poin penting yang saya pelajari dari Alamendah dan ini murni pendapat pribadi saya sehingga sangat mungkin berbeda dengan pendapat orang lain. Kekurangan sudah pasti ada, tapi saya mencoba melihat dari sisi positifnya.

Alamendah Punya Trademark
Sungguh nggak mudah bikin ciri khas, tapi Alamendah mampu lakukan itu. Dengan hanya melihat “(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!” kita bisa memastikan bahwa itu adalah dia. Memang ada yang nggak suka tapi menurut saya mereka2 itu adalah orang yang iri

Alamendah Rajin
Blognya terupdate secara teratur. Dia nggak cuma rajin nulis tapi juga rajin berkunjung. Saya belum melihat ada yang bisa menandinginya dalam hal rajin nulis dan rajin blogwalking. Hampir semua blog yang saya kunjungi pasti ada komentar dia, dan di blogroll blog itu pasti ada link dia

Alamendah Tabah
Saya sudah membuktikan ketabahan dia. Meskipun kadang saya nggak sempat nengok blognya, tapi tak satupun tulisan saya yang luput dari komentarnya. Artinya, dia tidak sekedar balas budi atau basa-basi berkunjung balik tapi memang niat berkunjung. (mudah2an analisis saya benar)

Alamendah Konsisten
Dia amat konsisten dengan tema yang dipilih. Sekali menentukan arah tulisannya, dia nggak tengak-tengok dan selingkuh dengan isue yang baru ngetren. Lihatlah dia tak sekalipun nulis Gayus atau Nurdin Halid. Dia juga nggak tertarik ngomongin Waria Ozama

Alamendah Kompeten
Dia punya kemampuan secara teori, dia teliti dan mengerti betul apa yang ditulis. Ada pelajaran berharga yang saya dapat dari dia tentang tata cara penulisan nama ilmiah, bahwa huruf awal kata pertama (genus) musti kapital sedangkan kata kedua (spesies) huruf kecil

Mestinya masih banyak lagi tapi saya pikir lima yang saya tulis itu sudah amat menjelaskan bahwa banyak yang saya pelajari dari dia. Dan bukan hanya pada Alamendah saja saya belajar, tapi pada siapa saja karena saya berprinsip bahwa belajar itu bisa dari mana saja dan dari siapa saja.

Untuk Alamendah :
Terus menulis, terus berkarya dan teruslah minta ijin untuk jadi yang pertamax karena saya pasti akan membolehkan. Nggak tau knapa, tapi kalau yang nulis “pertamax” itu bukan kamu rasanya kurang afdol.

Nah sekarang kita bagi tugas. Saya yang nulis postingan, kamu yang balas semua komentar masuk. Adil kan?.
(Maaf) izin nggak manggil dengan Mas, Pak atau Saudara. Boleh, kan?!

53 thoughts on “Belajar Dari Alam

  1. harus belajar banyak pada mas alam nih..
    btw mas alam ni nama aslinya siapa ya?boleh kenalan dong..hehe…
    hmm..baru ngeh ‘alamendah’ itu artinya alam yang indah ya?bener ga mas alam?xixi

  2. TradeMark itu yang paling saya kena dari Mas Alam. Baca tulisannya asyik juga karena berkenaan dengan dunia yang banyak keajaiban di dalamnya 🙂


    Setuju Mas

Comments are closed.