Home > Inspirasi > Belajar Memahami

Belajar Memahami

February 13th, 2012 Leave a comment Go to comments

Menurut saya, memahami itu letaknya ada ditengah antara ideal dan faktual.
Idealnya, guru itu nggak boleh marah, penyabar, bisa jadi teladan dll dll. Kenyataannya saya belum bisa seperti itu. Manakala sekali2 saya marah, nggak sabaran dan belum bisa diteladani, murid saya bisa mengerti. Itulah yang saya maksud dengan memahami. Murid memahami guru.

Idealnya, murid setingkat SMA mestinya sudah mengerti apa yang jadi kewajibannya, nggak perlu harus selalu diingatkan yang kadang malah membuat sama2 nggak enak hati. Jika kenyataannya belum bisa seperti itu, saya juga amat memahami. Guru wajib memahami muridnya.

Idealnya, seorang suami itu harus bisa begini dan begitu*). Kenyataannya dari dulu sampai sekarang saya masih begini2 saja. Sebagai istri, Bu Mars sangat memahami saya, terbukti dengan kebersamaan kami yang sudah berjalan seperempat abad lebih.

*) =

bertanggung jawab, adil, memberi nafkah lahir dan batin, memberi perhatian, tanggap ing sasmito, melindungi, menemani dan mengantar, menerima kekurangan dll.

Ideal 100% itu hampir nggak ada. Tapi ketika ada rasa saling memahami, menurut saya itu sudah termasuk ideal. Mari kita belajar memahami

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi
  1. February 13th, 2012 at 08:56 | #1

    wah iyaa yaa om , memahami orang lain dan memahami ssesuatu ituh butuh usaha keras *ndak pakek meras otak kuq,lho.. :D


    Nggak harus keras sich…
    Asal dipraktekkan

    [Reply]

    Niar_CiLukBaa Reply:

    iyaa om ndak keras2 wes… di praktekin ajah :D


    Okelah…

    [Reply]

  2. February 13th, 2012 at 09:11 | #2

    *Menyimak dengan takzim*

    sambil berpikir, kok sepertinya bapak tahu kalau saya perlu diberi pencerahan seperti ini :D


    Saya menjelaskan dengan jelas, biar yg nyimak gampang paham

    [Reply]

    Imelda Reply:

    kan dobel M :P emang dua-duanya cenayang :D hahahah


    Hahahahaha…
    Ni harus tau, sampai kapanpun “M” itu slalu ada didepan “N”
    A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-M-N…

    [Reply]

    nique Reply:

    hmm …. saya mah diem aja dah klo duo eM dan EM bersekutu :D


    Xixixixi…

    [Reply]

  3. Imelda
    February 13th, 2012 at 09:18 | #3

    Memahami sebetulnya perlu dalam segala aspek kehidupan…termasuk juga berinternet ini pak eM.
    Semoga kita semua dikaruniai kemampuan untuk saling memahami sehingga perdamaian bisa terjaga


    Iya Bu, dalam setiap hubungan manusia…
    Dosen-mahasiswa, atasan-bawahan, sopit-penumpang, penjual-pembeli, orang tua-anak, polisi-maling termasuk sesama teman, sesama guru, sesama dokter, sesama pengemis, sesama manusialah…

    [Reply]

  4. February 13th, 2012 at 10:44 | #4

    siap bapak Mars…pencerahan ini wajib ada dlm draft hidup berikutnya, memahami berasal dr kata paham yg artinya mengerti/pengertian. jika antar manusia atau dlm hidup rumah tangga ga ada saling pengertian, mgkn damai itu ga akan bertahan lama y mas :)


    Sayapun masih belajar agar pemahaman saya tentang memahami ini bener2 seperti yg seharusnya Mbak

    [Reply]

  5. dmilano
    February 13th, 2012 at 11:03 | #5

    Saleum,
    Insya Allah akan saling memahami :)


    Semoga begitu

    [Reply]

    dmilano Reply:

    sepertinya memang harus begitu pak :D kalau gak begitu rumit nanti kedepan.


    Harus setengah memaksakan diri agar bisa memahami Mas

    [Reply]

  6. February 13th, 2012 at 11:03 | #6

    Saling memahami dan pengertian itu mutlak dibutuhkan untuk tetap menjaga keutuhan keluarga. Dengan saling memahami, sebenarnya kekurangan kita di mata masyarakat akan tertutupi. Nggak ada pertengkaran yang sebenarnya bumbu-bumbu dalam berumah tangga terkespose keluar, dan menjadi bahan guncingan orang lain. Karena semua saling memahami, saling memiliki. Jadi kalau mau curhat, curhat sama suami atau istri sendiri aja. Menurutku sih gitu pak Mars…


    Setuju Mas
    Makasih tambahannya

    [Reply]

  7. February 13th, 2012 at 12:25 | #7

    setuju pak … saling memahami adalah obat mujarab dengan siapapun .. walau kadang beberapa ada yang sulit juga.
    Trims pesannya pak :)
    Salam :)


    Kalau sudah dibiasakan, yg susah akan jadi mudah Mas

    [Reply]

  8. February 13th, 2012 at 13:24 | #8

    saling memahami dalam kesabaran.. :)


    Saling sabar dalam memahami

    [Reply]

  9. February 13th, 2012 at 13:55 | #9

    kebanyakan maunya dipahami tapi tidak mau belajar memahami ya pak


    Itulah manusia Mbak.
    Meski nggak semua, tapi sukanya menuntut duluan, sementara kewajibannya nggak dilaksanakan.
    Tapi semoga kita nggak termasuk yg seperti itu

    [Reply]

  10. budiastawa
    February 13th, 2012 at 14:01 | #10

    Saya memahami kok kalau tulisan ini dibuat agar saya dan PakDhe saling memahami…. :D


    Dan selama ini kita sudah bisa saling memahami Bli

    [Reply]

  11. February 13th, 2012 at 14:02 | #11

    Memahami untuk mengerti satu sama lainnya ya pakde


    Ea Bli…

    [Reply]

  12. applaus
    February 13th, 2012 at 14:15 | #12

    pelajaran memahami… memahami perlu mendengarkan… sehingga baru bisa mengerti situasi orang sebenarnya.


    Iya Mas…
    Untuk memahami memang perlu mengamati, mendengarkan dan melakukan

    [Reply]

  13. February 13th, 2012 at 17:31 | #13

    Saling memahami … !!!

    harus terus diasah kompetensi ini …

    salam saya Pak Mars


    Iya Om, dalam setiap hubungan apapun itu, saling memahami itu kunci penting.
    Semoga pemerintah juga memahami kebutuhan rakyatnya, DPR memahami kepentingan rakyat yg diwakilinya

    [Reply]

  14. February 13th, 2012 at 17:39 | #14

    Bner bnget, saling memahami akan menciptakan keharmonisan antar sesama, jadinya tidak ada perkelahian…


    Apalagi kalo pemerintah memahami kebutuhan rakyatnya, makin indahlah hidup di Indonesia ini

    [Reply]

  15. February 13th, 2012 at 20:35 | #15

    Memahami, mendapat awalan me dan akhiran i, ….
    Mengandung makna suatu proses, dilakukan dengan sadar, dilakukan berulang untuk menjadi … ‘paham’…, Salam


    Wah, makasih penjlentrehannya Mbak…

    [Reply]

  16. February 13th, 2012 at 23:24 | #16

    wahh udah 25 tahun pak mars.. selamat ya pak..
    itu berarti kuncinya adalah saling memahami dan komunikasi ya pak :D


    25 taun lebih Mas…
    Sudah melalui ujian yg banyak sekali

    [Reply]

  17. February 13th, 2012 at 23:57 | #17

    25 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk saling memahami..


    Sudah banyak suka dukanya Mas…
    Eh, Ajo…. :D

    [Reply]

  18. February 14th, 2012 at 02:36 | #18

    berkunjung lagi ke blog Pak Mars dengan topik belajar + memahami, komplit sekali ternyata ini :)


    Selamat Datang kembali

    [Reply]

  19. arif
    February 14th, 2012 at 07:12 | #19

    karena memang bukan idel adalah tujuan utama, menurut saya. tapi proses, sisanya serahkan padaNya lewat berdoa


    Tapi meskipun proses tetap harus tampak peningkatannya Mas
    Jangan seperti negara kita, dari dulu nggak jelas kita ini masuk negara berkembang apa negara maju…

    [Reply]

  20. February 14th, 2012 at 07:59 | #20

    Guru boleh marah dan harus (ini pernah saya ungkapkan dalam pertemuan antara dewan guru orang tua siswa), karena jika guru tidak boleh marah, justru siswanya yang marah sama guru. Kan kwalik mas.


    Kalau guru boleh marah mungkin iya, tapi kalau “harus”, kayaknya kok enggak :D

    [Reply]

    die Reply:

    Harus mau marah maksudnya mas….:D


    Saya juga kadang masih harus marah, padahal cuma dapat capek dowang

    [Reply]

  21. Ichink
    February 14th, 2012 at 08:25 | #21

    Kalo menurutku, keadilan saling memahami bukan berarti harus sama-sama saling memahami dengan tingkatan yang sama, tetapi lebih cenderung kepada apa yang dibutuhkan.
    Haduh, kok njlimet kata-katanya hehehe….
    Mudah dipikirkan tapi susah ditulis.


    Iya, benar Mas
    Adil itu tak berarti sama persis.
    Kita akan tersesat manakala memaknai adil sebagai hal yang sama, kayak ngetung untung rugi

    [Reply]

  22. Sriyono Semarang
    February 14th, 2012 at 10:19 | #22

    masih harus diulang ulang terus biar paham pak…


    Sampai lanyah Mas

    [Reply]

  23. TuSuda
    February 14th, 2012 at 10:38 | #23

    mohon dimaklumi bila ada komentar sy yang kurang berkenan ya Pakde..
    SALAM… 8)


    Berkenan semua kok Bli

    [Reply]

  24. February 14th, 2012 at 12:33 | #24

    Saya ingat, ada guru-guru tertentu yang membuat saya ketakutan setiap akan berangkat sekolah. Kalo besok ada jadwal belajar dengan guru itu, malamnya saya sudah deg-degan lho, Pak. Guru itu memang terkenal pemarah, meski blom pernah marahi saya. Tapi asli, setiap ada jadwal belajar dengan beliau, saya tidak pernah memperhatikan karena saya terlalu sibuk meredakan gemuruh ketakutan di dada saya. jika ada teman yang nggak bisa ngerjain soal, beliau marah, mukul meja, bahkan pernah menampar teman saya. Saya bener-bener trauma ngeliatnya.

    Apakah saya yang tidak pernah mencoba belajar memahami beliau, atau beliau yang tidak mau memahami kami muridnya ya, Pak?

    Saya berdoa, semoga guru saya itu membaca tulisan Pak Mars :)


    Yg pasti guru itu bukan saya ya Mbak

    [Reply]

    die Reply:

    Siswa yang takut sama gurunya hanya karena gurunya killer, tergolong siswa yang parah….*kabuuur….


    Parah lagi kalo guru takut ama muridnya

    [Reply]

  25. chocoVanilla
    February 14th, 2012 at 12:51 | #25

    Sampai sekarang saya masih terus belajar memahami, karena memahami ternyata agak sulit ya, Pak :P


    Gampang2 susah Mbak.
    Kadang kita maunya orang lain memahami kita, sementara kita sendiri malah kurang memahami

    [Reply]

  26. boyin
    February 14th, 2012 at 13:23 | #26

    saya memahami maksud pak mars dan nuwun sewu mohon dipahami kalo jarang absen main ke mari pak….ehmm….


    Saya memahami kesibukan Mas Indra…

    [Reply]

  27. February 14th, 2012 at 14:29 | #27

    saling memahami …
    diperlukan didalam hubungan apapun antar manusia, ya Pak Guru,
    baik suami istri, murid guru ataupun atasan dgn bawahan di kantor…
    salam


    Pokoknya setiap hubungan antar manusia Bun, tanpa kecuali…
    Orang tua-anak, pembantu-majikan, karyawan-atasan dll serta sesama tetangga, sesama murid, sesama manusia…

    [Reply]

  28. February 14th, 2012 at 19:41 | #28

    saia juga memahami pakdhe kok


    Matur nuwun nek gitu

    [Reply]

  29. February 14th, 2012 at 19:53 | #29

    setuju bang, kadang kita sulit untuk memahami.
    hanya karena orang lain berbeda, bukan berarti mereka salah. dan anak sma ga bisa itu, klo mereka berbeda di salahkan dan akhirnya tawuran dah. sungguh di sayangkan.


    Makasih tambahannya

    [Reply]

  30. Adib mahdy
    February 14th, 2012 at 20:13 | #30

    menang bener biasanya emang murid jenjang SMA sudah tau apa2 kwajibannya..dan yg parah adalah ketika dia pura pura tidak tau itu juga harus di pahami hehe


    Kadang ngeluarkan buku dari dalam tas aja masih nunggu kalau gurunya dah masuk Mas…
    Termasuk untuk memperhatikan & nggak ngobrol sendiri aja masih harus dikomando

    [Reply]

  31. February 14th, 2012 at 23:13 | #31

    memahami memang sulit pak, kudu tahu ilmu pastinya. Dan betul kesabaran yang tepat menjadi kuncinya


    Iya Mas

    [Reply]

  32. Pengumpul Cerpen
    February 15th, 2012 at 05:11 | #32

    Dalam suatu pendidikan kami juga diajari tentang tingkat kecakapan seseorang. Katanya, dan ini benar2 oengetahuan baru bagi saya, Kecakapan seseorang diukur melalui ilmu pengetahuannya dan ketrampilan. Mungkin di dunia pendidikan sudah lazim digunakan.

    —Ilmu pengetahuan—-, urutan kecakapannya

    Mengetahui
    Mengerti
    Menguasai
    Memahami

    —-Ketrampilan—urutan kecakapannya

    Dapat terbatas
    Dapat
    Trampil
    Mahir


    Seorang serdadu berpangkat prajurit satu misalnya, tidak dituntut untuk memahami dan mahir menggunakan pistol karena senjata pegangannya adalah senapan. Tetapi seorang perwira harus memahami ilmu senapan dan mahir menggunakan senapan karena mereka pernah diberi ilmu tentang senapan pada saat pendidikan dasar dan juga dilatih menembak dengan senapan tersebut.

    Kecakapan seseorang harus diukur dari tupoksinya
    Dalam hal HTML, pak Mars sudah termasuk “memahami dan mahir”. Sedangkan saya baru masuk peringkat “Mengetahui dan Dapat Terbatas ” oleh karena itu harus mengikuti kursus HTML secara intensif.

    Bagaimana kalau panjenengan membuat blog khusus “belajar html.info” Jika berkenan saya akan menyiapkan domainnya.

    Ini sekedar berbagi, bukan menggurui.

    Salam hangat dari Suroboyo


    Makasih tambahan wawasannya Dhe…
    Kita semua memang punya takaran dan bidang masing2.
    Dan walau sedikit, yang penting kita tau banyak hal jadi bisa ajor-ajer ketika harus ngobrol dengan segala lapisan.
    Komunitas kita di blog ini kan hampir tanpa batasan keahlian, jadi kita musti mengupdate diri agar nggak ketinggalan informasi.
    Untuk domainnya jelas saya terima dengan senang hati dan semoga menjadi jembatan untuk menyambung silaturahmi antar kita, khususnya membagi apa yang saya bisa meskipun dalam keterbatasan.
    Saya tunggu komando selanjutnya.

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~