Berasa Belum Pakai Sarung

Dari jaman baheula sampai sekarang, bentuk sarung ya cuman gitu2 aja, nggak ada inovasi nggak ada dinamisasi. Tapi karena bentuknya yang gitu2 aja itulah yang justru menjadikan sarung sebagai asesoris paling praktis dan paling ekonomis.

Banyak merk ditawarkan, hanya satu yang paling berkesan. Itulah Sarung Samarinda. Tentang “Sarung Samarinda” saya punya kenangan tersendiri. Saat saya disunat, kakek memberi hadiah Sarung Samarinda. Ketika dua anak saya disunat, sayapun memberi hadiah yg sama. Jadi bisa dikatakan bahwa Sarung Samarinda adalah sarung resmi acara khitanan di keluarga kami.

Selain nyaman dipakai dan kualitasnya terjaga, Sarung Samarinda juga memiliki motif yang khas. Sampai sekarang ketiga sarung itu masih utuh dan masih sering kami pakai. Kelak kalau cucu lelaki saya disunat, sayapun akan menghadiahi Sarung Samarinda buat dia.

Itulah cerita tentang Sarung Samarinda, sarung resmi keluarga besar saya. Mulai dari kakek saya, bapak saya, mertua saya, saya, anak2 saya dan kelak cucu2 saya akan selalu bersarung dengan Sarung Samarinda. Rasanya belum pakai sarung kalau bukan Sarung Samarinda

Tulisan ini pastinya disertakan pada giveaway Berbagi Cerita Tentang Sarung yang diadakan oleh Kaka Akin

Untuk melengkapi cerita ini, berikut saya sertakan foto spesial tentang Sarung Samarinda. Yang ini sarung saya yang saya foto berdampingan dengan postingannya Kaka Akin biar meyakinkan bahwa cerita saya ini asli tanpa rekayasa.

Kalau gambar dibawah ini “Sarung Samarinda” yang telah dimodifikasi menjadi baju istri saya.
Ternyata Sarung Samarinda familiar juga untuk kaum wanita.

Merah2 yang tampak dilatar belakang bagian kiri itu adalah istri saya yang memegangi blus cap Sarung Samarinda. Ini 100% asli. Kalau nggak percaya silakan minta bantuan Pak Roy Suryo buat cek keaslian foto ini.

41 thoughts on “Berasa Belum Pakai Sarung

  1. Hehehe… Pak Mars memang anti biasa 😀
    Modifikasi sarung menjadi pakaian Bu Mars keren banget, Pak. Di daerah saya juga biasa dibuat peci.

    Terima Kasih telah ‘Berbagi Cerita Tentang Sarung’
    Telah saya catat sebagai peserta. 🙂


    Itu Bu Mars ngambil sarung saya Mbak…
    Dan itu Samarinda asli lho

    [Reply]

  2. sarung samarinda memang bagus,
    yang buat genduk sarungnya dijadiin apa pak..? 😀


    NaknDuk nggak sarungan Bun, tapi pakai jeans 😀

    [Reply]

  3. Haiyaaa … mantap
    Sampai Blus sang Istri juga di pajang disini …
    Benar-benar anti biasa

    Salam saya Pak Mars
    Semoga sukses

    (nanti kalau menang … dapat hadiah sarung dari Kakaakin … jangan sunat lagi ya Pak …)


    Itu Si Istri bilangnya juga setelah dijahit Om… 😀

    [Reply]

  4. Harus sarung samarinda ya? (hehehe ya jelas ya, buat kontes)
    Padahal daerah asal papaku (Makassar) juga mempunyai sarung sutra yang muantap

    EM


    Kayaknya sich nggak harus Sarung Samarinda Bu…
    Tapi karena yg bikin acara dari Samarinda dan kebetulan sarung resmi saya juga pas, makanya dipas2kan aja 😀

    [Reply]

  5. Sarung Samarinda semakin naik saja pamornya.
    Bukan cuma buat dipakai sehari-hari, atau dijadikan bingkisan tapi ternyata bisa juga buat … warisan. sepertinya cuma Sarung Samarinda yang bisa begini 🙂


    Belum bersarung kalau bukan Sarung Samarinda Mas

    [Reply]

  6. Salam Takzim
    Sarung sarung sarungggggg
    wah lebaran pada jaja in sarung kalau saya mau jajalin sarung aja ah
    Salam Takzim Batavusqu


    Iya nich Bang
    Gara2 acaranya Kaka Akin

    [Reply]

  7. Huahahahaha tak perlu Roy Suryo sampai turun tangan.. 😆


    Roy Suryo yg sekarang juga nggak seakurat dulu Mas

    [Reply]

  8. Kalau sarung ada karetnya enak juga ya Pak, jadi pake sarung nggak payah dilipet-lipet…he..he..he…

    Kalau sarung resmi keluarga saya adalah sarung songket dari Palembang, dari saya sunat pergi sholat dan hajatan ya, pake sarung itu…he..he..he…


    tinggal diblusuki langsung singset ya Mas..
    Boleh juga tuch idenya 😀

    [Reply]

  9. Konon, sarung samarinda itu ada yang bisa dilipat sehingga selebar uang kertas lho
    saya belum pernah punya.

    Semoga berjaya

    salam hangat dari Surabaya


    Ada yg bilang bisa dislurupkan diklontongan korek jres Dhe…

    [Reply]

  10. hehehe…bisa guyonan juga bapak ini….kreatif juga isteri bapak dan jadinya bagus.
    (ngelirik sarung-sarung di lemari, sapa tau ada motif yg cocok buat baju)
    salam pak..


    Bisa dicoba Mbak, memodifikasi sarung jadi blus

    [Reply]

  11. Wah Pak Mars, baju dari Sarung Samarindanya bagus deh…
    sarung dibuat jadi baju atau rok emang unik… 😀


    Iya Mbak…
    Beberapa sarung saya diubah jadi bajunya istri saya 😀

    [Reply]

  12. ternyata bisa jadi baju juga…
    soal gambar percaya deh… 😀


    Dengan banyaknya motif sarung, memudahkan untuk dimodifikasi jadi baju Mas

    [Reply]

  13. Saya juga punya lho Pak baju koko yang terbuat dari sarung samarinda tersebut…
    Berasa beda saja saya kalau memakainya… hehe.. 🙂


    Motif sarung yg macam2 memungkinkan untuk dibikin baju Da…
    Untuk baju resmi juga oke kayaknya

    [Reply]

  14. saya masih sering pakai sarung, untuk sholat atau kadang kemul tidur, apalagi pas pulang kampung


    Nyaman dan longgar Mas…
    Semriwing

    [Reply]

  15. Selamat malam Pakdhe Om….

    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan bathin ya,….

    Sarung Samarinda saya nggak pernah pake, tp ada lihat punya ayah oleh2 dari sepupu di hari lebaran 🙂

    Semoag menang Pakdhe Om 🙂

    [Reply]

  16. Sarung Samarinda memang jadi kebanggaan sejak jaman baheula. Bapak saya dulu punya satu, dieman-eman sama beliau.
    Pak Mars, selamat Idul Fitri 1432 H, maaf lahir dan batin.

    [Reply]

  17. tp klo tidur saya ogah pak pakai sarung, karena klo pas bangun, suka nyangkut2 di badan 😀
    sarung itu enaknya di pakai sambil ngobrol di teras rumah.

    [Reply]

  18. Sarungnya sih gitu-gitu aja Pak,
    tapi kreatifitas ibu yang mencintai sarung samarinda, itu luar biasa.


    Iya Mbak, bisa hemat kain, nggak perlu beli baru

    [Reply]

  19. Pertama salam kenal, semoga berkesan dikunjungan perdana ini.
    kedua : ngomong2 soal sarung sebenarnya ada yang bentuk nya ga bgitu mas, ada sarung yang bentuknya beda, seperti sarung tinju, sarung HP, sarung golok, dan sarung ….. (biasa saya gunakan setiap malam jumat … , hihikhikhik ….)


    Salam kenal juga Mas.
    Bener juga ya, sekarang muncul banyak sarung. Kulkas, mobil dll juga disarungi…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *