Home > Inspirasi > Bicara Satu Satu

Bicara Satu Satu

Seandainya setiap kita rela berbagi waktu, seandainya ketika ada yang sedang bicara kemudian yang lain memposisikan sebagai pendengar, maka seharusnya nggak akan terjadi peristiwa anggota dewan nggebrak meja pimpinan, nggak akan ada ricuh2 di pemilihan ketua umum PSSI dan sejenisnya.

Tapi ketika ada yang bicara lalu yang lain ikut bicara, maka yang terjadi adalah kejadian seperti yang selama ini kita saksikan. Setiap kita maunya didengar omongannya, tapi ketika ada yang ngomong kita tak mendengarkannya sama sekali. Kita belum terbiasa bicara satu satu.

~ Grazie ~
Categories: Inspirasi
  1. niQue
    May 23rd, 2011 at 17:45 | #1

    napsu semua soalnya Pak
    Napsu bicaranya pada gede
    kuping yang udah dikasi 2 dari sonoNYa dianggurin
    engga dipake
    jadi ya gitu deh
    lagian emang luwih enak ngoceh ketimbang dengerin pak
    kan katanya klo udah tau *karena mendengar* dan tidak dilaksanain
    kan dosanya luwih gede ketimbang yang engga tau ..
    jadi kupingnya pada disumbat biar engga tau

    *kenapa saya jadi ngomel2 dimarih coba*


    Ngomel2pun, sepanjang dilakukan satu-satu nggak masalah, apalagi di blog ini, makin nggak masalah karena disini asyik2 ajah

    [Reply]

  2. May 23rd, 2011 at 17:45 | #2

    ya terkadang itupun sudah membudaya. perlu pendidikan khusus berbicara mungkin,,hehe


    Kadang iri dengan budaya negara maju, yang serba teratur tiap mau usul atau berikan pendapat.
    Tepuk tangan juga teratur, seperti di pertandingan tenis

    [Reply]

  3. nDuk
    May 23rd, 2011 at 17:47 | #3

    obsesi pengen masuk vocal group kuwi, Pak 😀


    Bener nDuk…
    Masyarakat kita baru cocok masuk vokalgroup atau playgroup

    [Reply]

    nh18 Reply:

    Vokal Group juga ada harmoninya lho Ram …

    Yang celaka kan … kalau sama-sama “nyanyi”
    Tapi lagunya beda-beda dan keras-kerasan …

    🙂


    Kalau nyanyi rame2 memang ada aturannya Om…
    Nah ini…
    Diskusi kok ngomong bareng

    [Reply]

    nh18 Reply:

    Dan lagunya …
    Salah syairnya pula …
    Sumbang pula

    (wah jadi curhat nih saya …)
    maap pak Mars


    Gpp Om
    Disini asyik2 aja kok

    [Reply]

  4. May 23rd, 2011 at 18:10 | #4

    Belum biasa bicara satu-satu tapi kroyokan…..kek anak kecil aja 😀


    Sukanya kroyokan dan bawa pentungan

    [Reply]

  5. May 23rd, 2011 at 18:24 | #5

    ngomongnya juga jangan bengok-bengok gitu ya… mengganggu tetangga..hehe


    Sudah mbengak mbengok, rame2 lagi…
    Kloplah!

    [Reply]

  6. Abdul Hakim
    May 23rd, 2011 at 19:11 | #6

    yang enak itu rame-rame pak, kalo salah ga ketahuan hehehe


    Itu sich ngintip Mas

    [Reply]

  7. yuniasih
    May 23rd, 2011 at 19:37 | #7

    saya yakin pak…ketika masa kuliah dulu, mereka “mbolos” tidak ikut makul “teori komunikasi” he…he…he…


    Udah mbolos, minum lagi 😀

    [Reply]

  8. May 23rd, 2011 at 19:40 | #8

    Tuhan sudah memberikan isyarat mengapa manusia hanya diberi mulut satu dan dua telinga, tak lain adalah agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

    Salam hangat dari Surabaya.


    Iya Dhe…
    Sudah ada saneponya

    [Reply]

  9. Mhd Wahyu NZ
    May 23rd, 2011 at 20:18 | #9

    hehehe.. pasangan yg klop itu, pak mars. suka ngomong dan ga suka mendengar.
    sekalipun dalam persidangan yg memiliki tata tertib yang jelas, tetap saja jadinya tak jelas. apalah lagi dalam hidup yg aturannya tak macam sidang 😐


    Sempurnalah jadinya ya Pak…
    Semua maunya jadi pembicara.
    Trus pendengarnya siapa dong

    [Reply]

  10. Edi Psw
    May 23rd, 2011 at 20:28 | #10

    Semua kalo “satu-satu” pasti berjalan tertib. Masuk tol satu-satu, masuk bioskop satu-satu, ke toilet satu-satu. Semua lancar.


    Siep…
    Begitulah seharusnya

    [Reply]

  11. Irawan
    May 23rd, 2011 at 20:56 | #11

    Maen bolanya langsung sebelas orang, masa bicaranya satu-satu pak…


    Kalau itu kan mbengok Mas
    Kalau main bola bukan bicara namanya

    [Reply]

  12. Ikkyu_san
    May 23rd, 2011 at 21:09 | #12

    aturannya sih emang satu-satu
    tapi org Indonesia kan mana ada yang taat aturan.
    Katanya aturan dibuat untuk dilanggar
    ya gitu deh

    EM


    Bener Bu.
    Aturannya memang sudah bener
    Yg mpraktekin yg norak

    [Reply]

  13. May 23rd, 2011 at 21:27 | #13

    kalau bicara satu-satu lama selesainya pak he..he..
    jadi enakan keroyokan


    Kroyokan kalau kompak nggak apa2 Mbak…
    Kroyokan tapi kalimatnya beda2
    Nggak bisa didengarkan 😀

    [Reply]

  14. May 23rd, 2011 at 21:46 | #14

    satu satu tapi berurutan dan sesuai atauran pasti enak
    tertib dan sesuai sasaran


    Iya Mas.
    Harusnya seperti itu

    [Reply]

  15. riez
    May 23rd, 2011 at 22:41 | #15

    Jadi pendengar yang baik memang sulit,semua lebih suka jadi pembual


    Iya Mas

    [Reply]

  16. May 23rd, 2011 at 23:51 | #16

    kalo berani maju satu satu..ehehe
    kayaknya masyarakat kita perlu didikan dan ilmu keberanian pak..
    masih pada penakut semua 😀


    Termasuk berani nunggu giliran ngomong Mas

    [Reply]

  17. May 24th, 2011 at 07:08 | #17

    Kadang kita sangat mahir untuk menjadi pembicara yang baik, namun seringkali gagal untuk menjadi pendengar yang baik. 🙂


    Betul Mas…
    Baru pinter ngomong

    [Reply]

  18. munir ardi
    May 24th, 2011 at 07:23 | #18

    memang susah menjadi pendengar dan pengantri yang baik ya pak


    Iya Bang.
    Kapan ya semua bisa teratur

    [Reply]

  19. games news
    May 24th, 2011 at 08:31 | #19

    Betul Mas, … tradisi santun dalam berdialog belum tumbuh secara baik di masyarakat kita


    Harus kita mulai Mas

    [Reply]

  20. jelly gamat
    May 24th, 2011 at 10:45 | #20

    yah dasar mas pada egois , jadi bikin propokator aja tuh pemimpin nya, bingung kalo di pikir2mag negara indonesia mah


    Mau dibawa kemana ya?

    [Reply]

  21. May 24th, 2011 at 10:49 | #21

    Harus diajarkan sejak kecil sepertinya ya Pak, untuk belajar bicara satu-satu


    Butuh satu generasi untuk membudayakan itu Mbak

    [Reply]

  22. May 24th, 2011 at 11:51 | #22

    mungkin harus ada yg dibayar utk hanya menjadi pendengar ya Pak Guru? 😛
    salam


    Xixixi
    Mungkin itu salah satu solusi Bun
    Ada yg dibayar untuk ngomong, tapi ada juga yang dibayar untuk diam

    [Reply]

  23. mediatangsel
    May 24th, 2011 at 11:57 | #23

    setuju mister….anggota dewan itu seperti ibu2 yang doyang ngerumpi..berebut omongan yg gk bermutu… Mereka itu mewakili siapa ya?


    Mewakili Om Khay kaleee

    [Reply]

  24. May 24th, 2011 at 12:07 | #24

    Hmmm betul juga itu mas.
    Semua orang masih mau menang sendiri… agak susah kalau disuruh mengalah.


    Yg suka begitu biasanya malah orang2 yg punya kuasa Mas

    [Reply]

  25. May 24th, 2011 at 12:40 | #25

    Mereka hanya mau memaksakan kehendak sendiri sehingga sulit mendengar dan toleransi..


    Bener sekali Mbak Isti

    [Reply]

  26. May 24th, 2011 at 13:02 | #26

    betul pak… belum terbiasa bicara satu-satu…
    semuanya asal bicara.. banyak bac*t 😀


    Masih suka debat kusir & otot2an Mas

    [Reply]

  27. masyhury
    May 24th, 2011 at 13:32 | #27

    Wah,,, saya malah terbalik pak, tunggu orang diam baru saya ngomong..
    hihi..


    Nah seperti itu yg saya maksud

    [Reply]

  28. Wandi Sukoharjo
    May 24th, 2011 at 13:50 | #28

    Itu memang bagian dari proses untuk bisa bicara satu-satu pak.


    Prosesnya nggak selesai2 Pak

    [Reply]

  29. May 24th, 2011 at 14:07 | #29

    ini nyinggung tentang PSSI ya? saya ga begitu ngikutin. hehe


    Nggak juga Mas
    Ini topik umum

    [Reply]

  30. May 24th, 2011 at 16:05 | #30

    Begini deh pribadi2 yg gak pernah dewasa. Kelakuan masih mending anak TK, betul pak? 🙂


    Yups, betul sekali Mas Darin

    [Reply]

  31. May 24th, 2011 at 16:32 | #31

    Harusnya udah pada pinter nyanyi lagu satu-satu aku sayang Ibu..


    Contoni kowe Er

    [Reply]

  32. endang a
    May 24th, 2011 at 19:25 | #32

    mau menang sendiri..itu manusiawi..but..ap kita bisa happy..so..it’s no 1 is toleransi..aku suka pohon ilmu pakguru..


    Matur nuwun Mbak Ning

    [Reply]

  33. Abi Sabila
    May 24th, 2011 at 20:58 | #33

    Konon, untuk bisa menjadi pembicara yang baik memang harus belajar menjadi pedengar yang baik


    Setuju sekali Bi

    [Reply]

  34. teguhsasmitosdp1
    May 24th, 2011 at 21:42 | #34

    Ya ilmunya juga masih segitu ya mau diapakan juga sama saja, kecuali kalau ada pembagian laptop baru mau satu-satu, Salam dari Pekalongan pak guru.


    Xixixixi
    Iya bener pak
    Kalau ada pembagian baru mau satu2

    [Reply]

    mediatangsel Reply:

    Avatar mas teguh ini mirip Tifatul Sembiring 😀

    [Reply]

    ImamS Reply:

    Avatar mas mediatangsel mirip Joshua “cicit cicit cuit” hwehehehehe… 😀

    [Reply]

  35. May 24th, 2011 at 22:12 | #35

    Ada bagi-bagi laptop? Mau dong. hehe…
    Benar sekali, pak. para dewan dan wakil kita harus belajar mendengarkan dengan baik sebelum berbicara. Paling sebel jika hujan interupsi. Tidak menghormati orang lain.


    Yg mau bagi2 laptop itu Pak Teguh Mbak 😀

    [Reply]

  36. May 24th, 2011 at 22:38 | #36

    antri juga berlaku dalam hal bicara ya pakdhe..


    Iya Mas…
    Dalam banyak hal

    [Reply]

  37. chocoVanilla
    May 25th, 2011 at 10:05 | #37

    Maunya ngomong semua, Pak. Sing ndengerin tembok aja 🙁

    [Reply]

  38. Erdien
    May 25th, 2011 at 12:05 | #38

    Takut ketinggalan masuk “surga” kali, Pak Guru 🙂

    [Reply]

  39. May 25th, 2011 at 12:41 | #39

    Dalam keluarga juga harus begitu, ada yang mau mendengar. Tapi kalo nggak, maka tunggulah kehancurannya, tidak ada saling menghargai lagi namanya.

    [Reply]

  40. ImamS
    May 25th, 2011 at 14:22 | #40

    Apa itu bermakna bahwa yang dia inginkan hanya memiliki “mulut” tanpa mengharapkan memiliki “telinga” ???

    [Reply]

  41. May 25th, 2011 at 15:20 | #41

    emang susah ngajak orang untuk mengalah dan memberi kesempatan orang lain dulu. Mau bicara rebutan, pembagian zakat pun rebutan ampe keinjak-injak.
    Doh.. tepok jidat deh…

    [Reply]

  42. May 25th, 2011 at 16:21 | #42

    Komentarnya satu-satu boleh enggak ya, Pakdhe? 🙂

    [Reply]

  43. The Jombang Taste
    May 26th, 2011 at 08:12 | #43

    Takut suaranya nggak didengar Oom. Biasalah tukang cari muka.

    [Reply]

  44. May 26th, 2011 at 08:29 | #44

    Lebih asyik rame-rame Oom. Kalau satu-satu nanti apa gunanya media yang meliput. Nggak ada headline menarik dong. Hahaha…

    [Reply]

  45. May 27th, 2011 at 10:31 | #45

    bagus,

    postingan yang menarik,

    good job! 🙂

    [Reply]

  46. May 31st, 2011 at 16:27 | #46

    Hanya kekangenan yang kita bungkam rapi dengan perjumpaan ruang waktu dan kata-kata yang sepertinya alim bermakna.

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~