Bisakah Jadi Orang Kedua?

Dalam tulisan ini saya memasukkan dua tokoh sentral yaitu orang pertama dan orang kedua. Terhadap keduanya diberikan beberapa ilustrasi lalu mereka diminta berkomentar atas apa yang dilihat atau dirasakannya. Dan inilah reaksi yang muncul.

Ilustrasi I

# Dihidangkan masakan yang gurih, tapi sedikit keasinan

Orang Pertama : Enak sich… Tapi asinnya itu lho…
Orang Kedua : Meski keasinan tapi tetep enak kok…

Ilustrasi II

# Ketemu orang cakep yang kulitnya item

Orang Pertama : Cakep2 kok kulitnya item !
Orang Kedua : Biar item tapi tetep cakep kok…

Ilustrasi III

# Sekuntum melati tumbuh disemak belukar

Orang Pertama : Knapa ya, bunga seindah itu kok tumbuh ditempat kayak gini…
Orang Kedua : Nggak nyangka, ditempat seperti ini ada bunga yang seindah itu…

Pekerjaan Rumah untuk saya adalah, bisakah saya bersikap seperti orang kedua?. Entahlah. Saya berusaha untuk bisa seperti orang kedua, karena seperti itulah implementasi rasa syukur yang sebenarnya.

49 thoughts on “Bisakah Jadi Orang Kedua?

  1. saya: “rasanya lama, udah berbulan2 gak mampir sini.. ”
    orang kedua: “meski udah lama masih ingat alamat blog ini”


    Makasih sekarang mampir lagi

    [Reply]

  2. Apa sih yang gak bisa oleh bapak???
    kan anti biasa??? 😆


    Banyaklah Mas, yg saya nggak bisa…

    [Reply]

    Erwin Reply:

    Setuju 😀


    Kurang Setuju… 😀

    [Reply]

  3. I like this post Pak Mars …
    sesungguhnya ini bermakna dalam …
    tetapi disajikan dengan sangat ringat tetapi telak ke esensi permasalahan

    salam saya Pak Mars


    Ini sebagai introspeksi diri kok Om…
    Dan semoga bisa menginspirasi

    [Reply]

  4. aku juga suka banget sama postingan ini ,Pak Guru 🙂
    kapan ya aku bisa jadi seperti orang kedua itu ?
    salam


    Semoga kita bisa Bun…
    Meskipun nggak 100% tapi paling tidak ya deket2lah…

    [Reply]

  5. Hayo semua baerusaha jadi orang kedua.

    Orang Pertama : Bisa sih, tapi sulit rasanya
    Orang Kedua : MEski SUlit kita pasti bisa

    tetep anti biasa


    Asal nggak jadi orang ketiga

    [Reply]

  6. Insya Allah kita berusaha pak eM. Ini oleh2 pelatihan minggu lalukah? Trims sudah berbagi.


    Semoga begitu adanya Mbak…
    Apa yg saya tulis ini adalah sesuatu yang sering saya lihat dan saya dengar…

    [Reply]

  7. saya tahu mungkin saya yang kedua dihatimu

    tapi saya juga tahu bahwa saya pasti yang terakhir dalam hidupmu

    aw aw aw


    Hati saya dua kok… 😀

    [Reply]

    Erwin Reply:

    😆


    😆

    [Reply]

  8. Pingback: Berita Terkini - Quality Is Our Comitment - Vulkanisir Info
  9. Jadi inget orang Jawa tabrakan, untung cuma lecet-lecet. Sudah kecelakaan masih bilang untung. Saya juga pengen jadi yang kedua (tapi bukan kedua yang itu)…

    [Reply]

  10. semuanya bisa kita lakukan ….kita bisa…anda bisa…semua bisa….(ceritanya lagi jadi motivator yah….hehehe)

    [Reply]

  11. Saya juga pengin jadi seperti orang ke 2 Pak, selalu berpikir positif dan menilai segala sesuatu dari sisi baiknya. Tapi … ya itu, masih dalam taraf kepingin lho, pelaksanaannya kadang-kadang masih jadi orang pertama juga … hiks 🙁


    Sebaiknya selalu berpikir positif Mbak…
    Cuman terkadang lupa juga…

    [Reply]

  12. saya pengennya sih jadi orang kedua
    Jangan sampai jadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain 😀

    EM

    [Reply]

  13. Alangkah bahagianya kita kalau bisa seperti orang kedua itu pak, kayaknya tentram hidupnya

    [Reply]

  14. lucu juga komentar, ‘saya ingin jd org kedua’ kesannya pasrah *oot

    Pa mars, makasih ya dgn postingan ini….bahan perenungan tp ngga berat 😀

    [Reply]

  15. iya g mandang dr segi negatifnya selalu positif thinking pakde.. 🙂


    Bener Mas

    [Reply]

  16. Itulah sikap yang ditunjukkan oleh Rasulullah Saw , dia tak pernah mencela hidangan yang disajikan isterinya.

    Saya kadang2 frontal saja ” Kopi kok pahit gini sih “.
    Harusnya agak diperhalus kalee ya ” Tolong kopinya ditambah gula sedikit “, mungkin akan lebih syur terdengar.

    Basa-basi kalau keterlaluan ya malah gak bagus, karena biasanya dibelakang grundel.

    Salam hangat dari Suraya


    Ya jangan sampai berlebihan Dhe…

    [Reply]

  17. Great post. That is the attitude shown by the Prophet, he never denounced the dishes served his wife. Thanks.
    Bio Hotel

    [Reply]

  18. Pingback: Selamat Berlibur | Vulkanis Blog's
  19. Kalo temen saya berkomentar negatif tentang sesuatu, biasanya saya selalu jadi orang kedua, habis sebel denger orang nggerundel 😀


    Padahal penggrundel itu jumlahnya lebih banyak ya Mbak

    [Reply]

  20. Implementasi rasa syukur 🙂

    Suka banget……rasanay hidup damai kalau semua ornag di sekeliling kita bersikap seperti ini, namun kalau semua orang seperti ini juga jadi monoton yah 🙂


    Sayangya disekeliling kita kebanyakan seperti orang pertama

    [Reply]

  21. Intinya seperti melihat kesempatan dalam kesempitan ya pak Mars?…


    Iya Mas…
    Kalau orang pertama itu sich semua nampak sempit 😀

    [Reply]

  22. 😀
    karena kita selalu menilai hal yang buruk lebih cepet daripada hal baiknya… ckckckckckk, hikmah banget nih om…


    Semoga kita bisa jadi yang kedua itu Mas Prim

    [Reply]

  23. Mantap. Mari kita berusaha untuk menjadi orang kedua seperti ilustrasi di atas.


    Semoga bisa Mas

    [Reply]

  24. memang semua tergantung dari sudut pandang melihat pak..
    yang buruk kalau dilihat dari sudut kebaikan, pasti juga lebih baik hasilnya

    [Reply]

  25. Contoh : Saat pasien semakin banyak berdatangan ke Puskesmas…
    Orang pertama : Asyiik… pemasukan semakin banyak nih… 😀
    Orang kedua : Hmm… berarti tingkat kesehatan masyarakat menurun nih, karena banyak orang yang sakit 🙁


    ya Mbak…
    Kejadian yg sama bisa dilihat dari berbagai kepentingan

    [Reply]

  26. Seperti lagu aja pak 🙂

    ………..Jadikan aku yang kedua … la la la la

    Biasanya sih pada ga mau jadi yang kedua,
    tapi dalam konteks ilustrasi di atas,
    maulaaah bisa jadi orang kedua
    wlo pastinya tidak mudah,
    tapi kalau mau berusaha, pasti bisa dong 🙂


    Mari menyanyi Mbak…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *