Bodoh feat Konyol

Ketika sekolah di SD, saya pernah baca buku yang menceritakan tindakan bodoh (mungkin lebih tepat dikatakan konyol). Ada banyak cerita, dua diantaranya masih saya ingat sampai sekarang. Yang satu dilakukan oleh seorang suami dan satunya lagi dilakukan oleh seorang istri.

Kebodohan pertama dilakukan oleh seorang suami. Alkisah, karena si istri pergi mencari nafkah maka ia dapat jatah merawat bayinya. Ketika dimandikan, si bayi menangis keras sekali. Karena panik, ia kirim pesan ke istrinya lewat jasa merpati pos (saat itu belum ada HP).

Si istri membalasnya dan bilang, mungkin airnya terlalu dingin. Si suami diminta mengganti dengan air hangat. Setelah mengikuti saran istri, ternyata benar. Bayinya nangis tapi tak sekeras yang tadi. Si suami lalu berpikir. Andai saja airnya lebih panas lagi, pasti bayinya akan makin nyaman. Maka digantilah untuk yang keduakalinya dengan air mendidih. Dan benar juga, seketika itu juga si bayi langsung diam dan tenang.

Ketika istrinya pulang, si suami menyambutnya dengan antusias sambil melaporkan bahwa bayinya tidur dengan tenang berkat tips dari si istri. Tapi betapa terkejutnya si istri demi mendapati bayinya dalam keadaan setengah matang

~oOo~

Kebodohan kedua dilakukan oleh seorang istri. Ketika suaminya pulang kerja, dia segera menyiapkan makan siang. Saat makan, si suami bilang bahwa sayurnya hambar karena kurang garam. Sorenya si istri menindaklanjuti arahan suami dengan menambah garam pada sayur yang dihangati. Ketika makan malam tiba, si suami memuji kelezatan sayur yang telah dipermak oleh istrinya.

Esok harinya, demi mendapat pujian yang lebih hot dari suami, maka saat masak sayur yang sama, garamnya makin diperbanyak lagi. Garam 1 ons dimasukkan semua dalam panci. Dia sudah tak sabar melihat reaksi suaminya ketika makan dengan sayur bikinannya. Dengan garam beberapa sendok saja pujian suaminya sudah sebegitu, apalagi kalau 1 ons. Begitu pikirnya. Sahabat pasti bisa nebak, bagaimana reaksi si suami ketika makan sayur dengan garam 1 ons itu

~oOo~

Memang hanya cerita, tapi bukan tak mungkin kekonyolan seperti itu terjadi juga di sekitar kita, atau malah kita sendiri yang melakukannya?

Hikmah yang bisa kita ambil dari cerita tersebut adalah, bahwa yang namanya kecerdasan maupun kebodohan itu tidak dipengaruhi gender. Hikmah kedua adalah bahwa segala yang berlebihan itu tak selalu positif.

18 thoughts on “Bodoh feat Konyol

  1. hlo pak, kok kesimpulannya.. umm.. rodo piye ngono XD


    Maksudnyah, bodoh itu bisa dilakukan oleh suami, bisa pula oleh istri…
    Disik sing endi gitu lho… 😀

    [Reply]

  2. kalo baca tulisan pak Mars di atas, berarti kemampuan si tokoh belum sampe pada kontrol pak.. bahwa sesuatu itu memiliki porsi / kadar tertentu hingga suatu kenyamanan tercapai.

    istilahnya ya biar pas..


    Iya Mbak…
    Unsur Controling belum diterapkan 😀

    [Reply]

  3. Benar2 gak mikir ya pelaku utama dalam cerita pak Mars, hehe…


    Mikir tapi parah Mas…
    Justru apa yg dilakukan itu adalah hasil mikir 😀

    [Reply]

  4. itu semua namanya berlebihan om, memang tidak baik itu bahkan bisa mengancam nyawa hehehe


    Berlebihan dan salah pikir Mas

    [Reply]

  5. Jangan berlebihan ngeblog juga ya pak! 😀


    Iya Bu…
    Makanya blog saya cuma beberapa… 😀

    [Reply]

  6. Konyolnya juga jangan sampe bikin anaknya setengah mateng juga deh pak…
    Duh duh…


    Hahahaha
    Yg bikin cerita juga nggak kalah konyol Mbak

    [Reply]

  7. HHHmmm
    Sesungguhnya … dibalik kisah yang konyol ini …
    tersimpan pelajaran berharga …
    segala sesuatu itu … tidak boleh berlebihan …
    karena bisa jadi malah salah kedaden ..

    salam saya Pak Mars


    Hampir sebagian besar perbuatan yang berlebihan itu kurang baik Om…
    Tapi kalau sedekah berlebihan mungkin baik ya…
    (bingung juga saya)
    Salam Om…

    [Reply]

    chocoVanilla Reply:

    Bisa jadi gak baik juga, Om. Sedekah berlebihan padahal hidupnya pas-pasan, lha pas akhir bulan jebul kurang hihihihihi…
    (kabooor)


    Apapun kalau berlebihan memang kurang baik ya Mbak

    [Reply]

  8. berlebihan itu tidak baik, kata itu yang sering terucap oleh bapak saya


    Iya, para orang tua sering menasehati begitu…

    [Reply]

  9. kadang kekonyolan itu datang dengan sendirinya pak


    Kalau konyol untuk diri sendiri memang biasanya nggak terencana Mas.
    Lain lagi kalau mengonyoli orang lain

    [Reply]

  10. Mungkin hal ini bisa diidentikan dengan pencapaian yah, kalo sudah mencapai garis finish, kita harus berhenti.. (kematian hehehe)


    Bisa seperti itu Mas… 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *