Bongkar-Bongkar

Mungkin sudah menjadi suratan (atau malah kutukan), bahwa Indonesia tercinta ini menyandang predikat sebagai negara berkembang sepanjang jaman. Kemanapun kaki melangkah ketemunya selalu suasana semrawut seperti kapal pecah.

Hampir segalanya dibongkar-bongkar tapi tak pernah jelas kapan semuanya klar. Pasar, rumah sakit, jalan, jembatan bahkan makampun tak luput dari aksi bongkar-bongkar.

Kadang hati ini merasa iri, kenapa hal seperti itu tak terjadi di luar negeri. Tak harus negara maju, negara kecilpun suasana bongkar-bongkar tidak menjadi pemandangan sehari-hari.

Bongkar-bongkar selalu terjadi di negeri kita karena perencanaan yang tak pernah matang, sama tidak matangnya dengan pikiran yang bikin perencanaan.

30 thoughts on “Bongkar-Bongkar

  1. bener pak mars… paling ga seneng tuh kalau jalan dibongkar-bongkar untuk bikin gorong-gorong atau nanam pipa fiber…

    [Reply]

  2. kuwi buktine kurang syukur pak, digonta ganti, mbok ya dibiarkan saja, diterima apa adanya hahaha…

    [Reply]

    Pakies Reply:

    mending diganti cet wae yo Kang nDop

    [Reply]

  3. Ada yang tidak dibongkar-bongkar Pak. Kasus-kasus yang yang menimpa elit politik banyak yang tidak dibongkar, kalaupun dibongkar cepet kelar, amblas lagi.

    [Reply]

  4. dari zaman saya SD sampai sekarang, Indonesia cuma disebut negara berkembang melulu. atau anggap saja, negara berkembang itu negara yang penuh kembang. gitu kali, Pak Mars

    [Reply]

  5. ho-o.. ya-o.. ya-o… ya bongkar…
    ho-o.. ya-o.. ya-o… ya bongkar…
    Kayaknya lagi prihatin pada kondisi di sekitar, hehe…
    Salam sungkem dari Semarang, Pak Mars…

    [Reply]

  6. … dan yang terbaru, bongkar-bongkar aib teman di tivi lewat tayangan live. Juga bongkar-bongkar dosa masa lalu para politikus 🙁

    [Reply]

  7. Dibongkar terus biar ada dana keluar 🙂
    tapi kadang suka lucu si, tanah dibiarkan kosong nunggu ada yg isi, giliran udah rame baru dibongkar kenapa ga dari awal diurus/dijagain

    [Reply]

  8. Yang anehnya, bangunan bekas penjajah dilestarikan untuk tetap berdiri. Bangunan karya sendiri malah dibongkar berulang kali. Lieur euy…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *