Home > Intermeso > Boros, Beras, Baris dan Bèrès

Boros, Beras, Baris dan Bèrès

berasApanya yang mau dibuat boros, lha wong untuk dapatkan beberapa kilogram beras aja musti ngantré kayak orang baris kok.

Kapan permasalahan perut ini bèrès?.
Setelah pemilukah?

Atau…
Setelah pemilu2 berikutnya?. Kalau demikian, besok mereka2 musti makan apa?.
Nasi aking lagi?

Ternyata semboyan Indonesia negara agraris adalah teori belaka, yang hanya ada di buku pelajaran. Dan ternyata, swasembada itu tak pernah ada. Yang saya tau, istri saya kalau beli beras malah ke tokonya orang sipit, bukan ke petani kita.

Dimanakah petani kita?. Saya pengin berbuat sesuatu tapi tak mampu.

~ Grazie ~
Categories: Intermeso
  1. April 5th, 2009 at 21:27 | #1

    beras bures dimakan ayam buras pak 😀

    [Reply]

  2. suryaden
    April 5th, 2009 at 21:47 | #2

    gak brani ngrasani beras saya, nanti ndak jadi buras hahaha…

    [Reply]

  3. Ersis Warmansyah Abbas
    April 5th, 2009 at 22:40 | #3

    Utak-atik kata yang … kreatif dan bermakna

    [Reply]

  4. ircham
    April 5th, 2009 at 23:53 | #4

    mengenang kemakmuran melalui buku pelajaran SD saya dulu…

    kasihan bangsa ini….

    [Reply]

  5. zenteguh
    April 6th, 2009 at 00:43 | #5

    kalo udah beli beras, beres urusan saya pak…:D

    [Reply]

  6. April 6th, 2009 at 01:10 | #6

    hehe … bahasa pak mar halus, tapi kritisnya luar biasa. nasib petani kita sejak jadul memang memprihatinkan, pak. saya hanya ingin menyaksikan para politikus yang gencar berkampanya dan bersembunyi di balink selubung2 kata: memperjuangkan petani.

    [Reply]

  7. April 6th, 2009 at 06:55 | #7

    Salam kenal, pak. 🙂

    bapak bisa berfikir njelimet gitu ya? hehehe.
    bacaannya kayaknya ringan, kalo gak pake mikir bacanya. tapi setelah dibaca lagi kok kelihatannya tajam banget kritikannya.

    saya senang dengan blog ini, setelah tahu dari Detik.

    [Reply]

  8. April 6th, 2009 at 07:02 | #8

    Khan ada tuh parpol yg berjanji akan mengangkat harkat dan martabat petani???

    [Reply]

  9. April 6th, 2009 at 10:13 | #9

    ga bakalan beres deh …

    [Reply]

  10. ndop
    April 6th, 2009 at 12:41 | #10

    negara Indonesia ini memang harga makanan sangat-sangat melambung tinggi..

    wingi, pas aku ngelencer nang kediri karo masku, kami sempat membahas tentang harga panganan ini Pak, dan kesimpulannya, harga makanan emang sangat amat mahal. Lawong kalau dibandingkan sama harga hendfun, dua puluh kali makan sudah dapat handfun!

    padahal, kalau dibandingkan jaman dahulu, kita beli televisi saja musti puasa makan 5000 kali!!! (harga nasi pecel tahun 1990 = 100 perak! harga televisi sudah 500 rebu!)

    [Reply]

  11. Balisugar
    April 6th, 2009 at 13:29 | #11

    Nasi aking itu yang nasi dijemur kan ? Oalah itu enak aku sering menggorengnya hingga mekar lalu taburi garam hmmm seperti kerupuk 😆

    [Reply]

  12. mantan kyai
    April 6th, 2009 at 14:07 | #12

    tambahan pak buris. :))

    [Reply]

  13. gempur
    April 6th, 2009 at 15:22 | #13

    petani kita?

    terpinggir dan dipinggirkan.
    mungkin sudah keblasuk, pak.

    [Reply]

  14. achmad sholeh
    April 6th, 2009 at 16:03 | #14

    mari kita bantu petani kita dengan membeli produk petani lokal bukan impor,eh…kayak kampanye pak

    [Reply]

  15. April 6th, 2009 at 19:11 | #15

    jangan2 pakde iki calegnya gerindra… hayoo ngakuu!!

    [Reply]

  16. April 6th, 2009 at 19:22 | #16

    Pak Mar, bisa aja nulis buku dan ngeblog terus utk memperjuangkan ini. kan kita bisa berbuat semampu kita. kalo bisanya ngomong atau ngeblog, ya dari ngeblog itu nantinya akan muncul gerakan yang membantu petani itu pak. semoga sukses ya pak mar.

    atau dengan mengajar matematika, bisa menghitung dan memperjuangkan petani kita pak. makasih.

    [Reply]

  17. April 6th, 2009 at 19:29 | #17

    hehe … bahasa pak mar halus, tapi kritisnya luar biasa. nasib petani kita sejak jadul memang memprihatinkan, pak. saya hanya ingin menyaksikan para politikus yang gencar berkampanya dan bersembunyi di balink selubung2 kata: memperjuangkan petani.
    bapak bisa berfikir njelimet gitu ya? hehehe.
    bacaannya kayaknya ringan, kalo gak pake mikir bacanya. tapi setelah dibaca lagi kok kelihatannya tajam banget kritikannya.

    saya senang dengan blog ini, setelah tahu…sebelum tahu …aku tidak tahu blog ini…

    [Reply]

  18. April 6th, 2009 at 20:09 | #18

    SAYA ANDY MURYANTO, KETUA HIMPUNAN TANI INDONESIA…. huexxx syor…

    [Reply]

  19. April 6th, 2009 at 21:58 | #19

    Kebetulan di Sorowako beli beras bener2 hasil dari pak tani om
    namanya beras krital Mega Mas. Mega Mas adalah badan usaha, pemiliknya adlah asli orang Sorowako. 😀

    [Reply]

  20. April 6th, 2009 at 23:48 | #20

    Petani kita masih banyak bang. Hasil tani-nya yang gak tau entah kemana? Apa ada yang gak beres ya?

    [Reply]

  21. denologis
    April 7th, 2009 at 13:04 | #21

    bares wae Pak, sak niki njenengan pengen masalahe ndang beres nopo mboten? lek pengen, kirim beras 10 ton ning e-mail bursaberas@berasboros.com (lmao)

    [Reply]

  22. April 7th, 2009 at 13:48 | #22

    biar berasnya pak tani dimakan anak sama istrinya sajah pak guru

    [Reply]

  23. Rozy
    April 7th, 2009 at 14:45 | #23

    mau pemilu aja petani di dekati
    selesai pemilu petani di tinggalin lagi

    [Reply]

  24. April 7th, 2009 at 18:33 | #24

    Petani jek nang NdeSo, kaet biyen nandur pari ora iso maju-maju, lha petani nen nandur pari kudu mundur…..

    [Reply]

  25. aprie
    April 7th, 2009 at 20:10 | #25

    beres ppaaaak..
    hahaha..

    [Reply]

  26. deden
    April 8th, 2009 at 07:47 | #26

    waks luar biasa halus namun menusuk. Mudah – mudahan dibaca juga oleh para caleg yang bila terpilih nanti akan dituangkan dalam program kerja mereka di dewan rakyat.

    [Reply]

  27. ciwir
    April 8th, 2009 at 13:05 | #27

    petani kuwi adalah kata perintah untuk petan.
    “petani aku ndang…”

    [Reply]

  28. April 13th, 2009 at 18:14 | #28

    Kalo mau dapet beras baris dulu biar beres dan nggak boros bos.

    [Reply]

  29. April 13th, 2009 at 18:16 | #29

    petane petani saiki agi di umpetke karo kang sipit dadi boros

    [Reply]

  30. Eymoney Blog
    May 20th, 2009 at 20:26 | #30

    Hello Guru, what entice you to post an article. This article was extremely interesting, especially since I was searching for thoughts on this subject last Thursday.

    [Reply]

  31. Blog webmaster
    May 20th, 2009 at 20:26 | #31

    You are a very smart person!

    [Reply]

  32. Video Technology
    May 28th, 2009 at 21:01 | #32

    Hey very nice blog!! Man .. Beautiful .. Amazing .. I will bookmark your blog and take the feeds also…

    [Reply]

  33. Video Technology
    May 28th, 2009 at 21:02 | #33

    Hello. Great job. I did not expect this on a Wednesday. This is a great story. Thanks!

    [Reply]

  34. Michael
    June 10th, 2009 at 19:21 | #34

    A SUPPORTED BY THE DEVELOPER TOOLS? It was interesting. You seem very knowledgeable in ypour field.

    [Reply]

  35. Conny
    July 3rd, 2009 at 05:09 | #35

    Hi there I like your post

    [Reply]

  36. penny stock news
    September 21st, 2009 at 02:28 | #36

    Wow! Thank you! I always wanted to write in my site something like that. Can I take part of your post to my blog?

    [Reply]

  37. Hickmon
    October 20th, 2009 at 15:16 | #37

    Bless you very much for your aid.

    [Reply]

  38. Larry White
    November 12th, 2009 at 06:28 | #38

    This brings back to mind this thing my cousin pretty much always said…
    Obviously its so inappropriate right now…

    [Reply]

  39. Wanda Harrison
    November 12th, 2009 at 07:22 | #39

    This reminds me of something funny that my aunt pretty much always said…
    Then it’s totally not appropriate right this moment…

    [Reply]

  40. Haryo Legowo
    December 9th, 2009 at 09:02 | #40

    Indonesia pancen mbingungne. Dadi negara agraris ora, negara industri uga ora. Isih akeh wong sing keluwen ana ing negara sing lemahe subur iki. Sing jelas, negara iki panggonane para maling. It’s a pitty, why it happens. We have to improve this condition. Many other countries are jealous seeing Indonesia. But the managers of this country prefer improving the economy of themselves, not the economy condition of all Indonesian people.

    [Reply]

  41. LILYsB
    January 11th, 2010 at 23:22 | #41

    The issue about this topic used to be used by essay writing to have an ability to buy essay and custom written essays.

    [Reply]

  42. Seasons
    October 30th, 2010 at 07:29 | #42

    You you should change the webpage title metaMARSphose » Boros, Beras, Baris dan Bèrès to more suited for your webpage you create. I loved the the writing even sononetheless.

    [Reply]

  1. January 7th, 2010 at 23:37 | #1

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~