Home > Realita, Umum > Cap

Cap

October 4th, 2013 Leave a comment Go to comments

Jaman dulu orang mengenal sebuah produk dari cap yang disematkan. Cap tersebut berwujud gambar sesuatu yang mudah dikenali dan akan melekat dalam ingatan orang. Dengan hanya melihat capnya, orang akan langsung ingat produknya.

Ada jamu cap Jago, ada mie cap Ayam 2 Telur, ada kecap cap Udang, ada obat sakit kepala cap Bintang Tujuh, ada minyak wangi cap Putri Duyung, ada puyer cap Macan dll.

cap-2013-Optimized

Beberapa contoh produk yang menggunakan cap khusus
cap tangan-Optimized

sabun cap Tangan produksi Sunlight yang sangat terkenal pada jamannya

Seiring dengan perkembangan jaman, banyak produk yang tidak lagi memakai cap sebagai identitas tetapi langsung menggunakan merk. Sebut saja Sariwangi, Coca Cola dan Baygon. Kalaupun ada yang menggunakan gambar, tidak lagi dipakai sebagai cap tetapi hanya sebatas logo.

merk-2013-Optimized

Beberapa contoh produk yang tak lagi menggunakan cap

Memang ada beberapa produk yang masih menggunakan cap sebagai tanda pengenal, tapi jumlahnya tak banyak. Contohnya sarung cap Gajah Duduk, kacang Garuda dan kopi cap Kapal Api.

merk kini-Optimized

Beberapa contoh produk masa kini yang masih menggunakan cap berupa gambar

Adakalanya cap dari sebuah produk justru lebih terkenal dibanding produknya sendiri.
Adakah produk dengan cap tertentu yang menjadi idola sahabat?
Kalau saya suka cap Kapal Api…

~ Grazie ~
Categories: Realita, Umum
  1. October 4th, 2013 at 14:28 | #1

    saya biasa menggunakan balsem cap lang kalo lagi masuk angin pak mars 😀

    Balsem yang mudah diingat memang cap lang, selain cap kapak dan cap gajah

    [Reply]

  2. October 4th, 2013 at 15:13 | #2

    Kalau Cap Cay enak pak hehehe . ada beberapa cap yangsering saya gunakan juga

    Hehehehe
    Cap Cay cap Ratu…
    Ratuku alias nggak beli 😀

    [Reply]

  3. Intan Sudibjo
    October 4th, 2013 at 15:19 | #3

    semakin ke sini pasti ada yang ditambah dan dikurangi, tergantung zaman yang menggantinya gimana 😀

    Iya Mas…
    Semua berubah seiring waktu. Mati satu tumbuh 1000

    [Reply]

  4. October 4th, 2013 at 20:25 | #4

    Bintang tujuh yang sering ada dirumah …. he he he jadi suka capnya juga!

    Sangat cespleng Mas

    [Reply]

  5. October 4th, 2013 at 23:08 | #5

    Saya malah jadi ingat iklan munyak firdaus penumbuh rambut di koran 🙂

    Hahahahaha
    Gambarnya hitam putih tapi cukup terkenal karena iklannya sangat gencar

    [Reply]

    khusna khairunnisa Reply:

    oh iya, dulu sering melihat gambar bapak-bapak berwajah bewok yang terpampang di koran Kedaulatan Rakyat, Jogja.

    Itu obat kumis cap Firdaus Mbak 😀

    [Reply]

    afan Reply:

    saya juga liat di KR, Legendaris sekali karena merantau ke riau pun ternyata masih ada di Riau Pos beberapa waktu lalu. Opo yo masih laku poyo ? 🙂

    Mungkin Riau Pos punya jaringan dengan KR ya Mas…
    Jadi ingat saat di Jogja, bacanya KR melulu

    [Reply]

  6. October 4th, 2013 at 23:51 | #6

    jadi ingat zaman dulu, ada acara “mana suka” TVRI atau mobil film keliling layar tancap…

    Manasuka Siaran Niaga…
    Iklannya sebangsa Rinso dan Tiga Berlian

    [Reply]

  7. October 5th, 2013 at 09:21 | #7

    Lho, ada puyer cap macan ya, Pak. Baru tauuuw.
    Produk idola: Minyak kayu putih cap elang menjadi alternatif kedua kalau tidak ada freshker. :mrgreen:

    Ada lho Mbak. Dan harganya justru lebih mahal dari cap Bintang Tujuh.
    Kalau nggak salah produksi CIna

    [Reply]

    khusna khairunnisa Reply:

    dulu sebelum fresker ada, hampir semua ibu-ibu memilih cap lang…termasuk ibu saya

    Cap Lang dan Cap Gajah adalah merk terkenal urusan minyak kayu putih

    [Reply]

  8. October 5th, 2013 at 13:45 | #8

    saya pernah ke supermarket, eh nemu sabun colek merk TELEPON. anehnya, sama sekali nggak ada gambar teleponnya…

    Dulu merknya lucu2 Mbak

    [Reply]

  9. October 5th, 2013 at 14:05 | #9

    Saya suka Cap Lang

    Tersedia dimana-mana

    [Reply]

  10. October 5th, 2013 at 16:39 | #10

    Seiring dengan perkembangan teknologi maka merk serta cap juga berganti.

    Iya Mas…
    Merk sekarang banyak sekali sampai bingung

    [Reply]

  11. October 6th, 2013 at 19:08 | #11

    Cap Ji Ki Pak 😀

    Wkwkwkwkwk 😀

    [Reply]

  12. October 6th, 2013 at 19:28 | #12

    Apa ya….
    Cap Kapak karena di kamar sedang ada minyak cap kapak 😀

    Cap Kapak memang top markotop.
    Istri saya juga sedia

    [Reply]

  13. October 7th, 2013 at 12:38 | #13

    cap koepoe biroe

    Obat ngelu kuwi Mas

    [Reply]

  14. October 7th, 2013 at 19:54 | #14

    Saya sukanya lontong cap gomeh 😀

    Kalau saya suka angpaonya

    [Reply]

  15. October 8th, 2013 at 15:42 | #15

    saya lebih seneng cap cay kayak mba lidya hehe…

    CapCay goreng apa godog Mbak?

    [Reply]

  16. October 8th, 2013 at 16:59 | #16

    Walau berupa cap, namun cap jarang disebut. Seperti sarung gajah duduk, bukan sarung cap gajah duduk, kopi kapal api, bukan kopi cap kapal api. Seingat saya yang tidak ketinggalan kata capnya di Sabun Cap Tangan .. bukan sabun tangan.

    Sabun Cap Tangan memang bisa mewakili generasi “Cap” Mas…
    Setelah itu muncul brand besar yg tak perlu lagi pakai kata “cap”

    [Reply]

  17. October 10th, 2013 at 01:26 | #17

    Kecap cap sawi karo cap dorang enakan cap dorang padahal regone luwih murah.

    Yang murah itu kadang malah lebih alami dan dikerjakan secara manual. Dia bisa jual murah karena nggak perlu keluar biaya promosi…

    [Reply]

  18. Erwin
    October 12th, 2013 at 14:11 | #18

    ada pak Tjap Koepoe Biroe 😀

    “Tjap Koepoe Biroe” sementara saya bekukan Mbak…

    [Reply]

  19. April 23rd, 2014 at 22:02 | #19

    Piye nek Cap Butan kang kono yo ono ?

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~