Cap

Jaman dulu orang mengenal sebuah produk dari cap yang disematkan. Cap tersebut berwujud gambar sesuatu yang mudah dikenali dan akan melekat dalam ingatan orang. Dengan hanya melihat capnya, orang akan langsung ingat produknya.

Ada jamu cap Jago, ada mie cap Ayam 2 Telur, ada kecap cap Udang, ada obat sakit kepala cap Bintang Tujuh, ada minyak wangi cap Putri Duyung, ada puyer cap Macan dll.

cap-2013-Optimized

Beberapa contoh produk yang menggunakan cap khusus
cap tangan-Optimized

sabun cap Tangan produksi Sunlight yang sangat terkenal pada jamannya

Seiring dengan perkembangan jaman, banyak produk yang tidak lagi memakai cap sebagai identitas tetapi langsung menggunakan merk. Sebut saja Sariwangi, Coca Cola dan Baygon. Kalaupun ada yang menggunakan gambar, tidak lagi dipakai sebagai cap tetapi hanya sebatas logo.

merk-2013-Optimized

Beberapa contoh produk yang tak lagi menggunakan cap

Memang ada beberapa produk yang masih menggunakan cap sebagai tanda pengenal, tapi jumlahnya tak banyak. Contohnya sarung cap Gajah Duduk, kacang Garuda dan kopi cap Kapal Api.

merk kini-Optimized

Beberapa contoh produk masa kini yang masih menggunakan cap berupa gambar

Adakalanya cap dari sebuah produk justru lebih terkenal dibanding produknya sendiri.
Adakah produk dengan cap tertentu yang menjadi idola sahabat?
Kalau saya suka cap Kapal Api…

22 thoughts on “Cap

  1. saya biasa menggunakan balsem cap lang kalo lagi masuk angin pak mars 😀

    Balsem yang mudah diingat memang cap lang, selain cap kapak dan cap gajah

    [Reply]

  2. Kalau Cap Cay enak pak hehehe . ada beberapa cap yangsering saya gunakan juga

    Hehehehe
    Cap Cay cap Ratu…
    Ratuku alias nggak beli 😀

    [Reply]

  3. semakin ke sini pasti ada yang ditambah dan dikurangi, tergantung zaman yang menggantinya gimana 😀

    Iya Mas…
    Semua berubah seiring waktu. Mati satu tumbuh 1000

    [Reply]

  4. Saya malah jadi ingat iklan munyak firdaus penumbuh rambut di koran 🙂

    Hahahahaha
    Gambarnya hitam putih tapi cukup terkenal karena iklannya sangat gencar

    [Reply]

    khusna khairunnisa Reply:

    oh iya, dulu sering melihat gambar bapak-bapak berwajah bewok yang terpampang di koran Kedaulatan Rakyat, Jogja.

    Itu obat kumis cap Firdaus Mbak 😀

    [Reply]

    afan Reply:

    saya juga liat di KR, Legendaris sekali karena merantau ke riau pun ternyata masih ada di Riau Pos beberapa waktu lalu. Opo yo masih laku poyo ? 🙂

    Mungkin Riau Pos punya jaringan dengan KR ya Mas…
    Jadi ingat saat di Jogja, bacanya KR melulu

    [Reply]

  5. jadi ingat zaman dulu, ada acara “mana suka” TVRI atau mobil film keliling layar tancap…

    Manasuka Siaran Niaga…
    Iklannya sebangsa Rinso dan Tiga Berlian

    [Reply]

  6. Lho, ada puyer cap macan ya, Pak. Baru tauuuw.
    Produk idola: Minyak kayu putih cap elang menjadi alternatif kedua kalau tidak ada freshker. :mrgreen:

    Ada lho Mbak. Dan harganya justru lebih mahal dari cap Bintang Tujuh.
    Kalau nggak salah produksi CIna

    [Reply]

    khusna khairunnisa Reply:

    dulu sebelum fresker ada, hampir semua ibu-ibu memilih cap lang…termasuk ibu saya

    Cap Lang dan Cap Gajah adalah merk terkenal urusan minyak kayu putih

    [Reply]

  7. Walau berupa cap, namun cap jarang disebut. Seperti sarung gajah duduk, bukan sarung cap gajah duduk, kopi kapal api, bukan kopi cap kapal api. Seingat saya yang tidak ketinggalan kata capnya di Sabun Cap Tangan .. bukan sabun tangan.

    Sabun Cap Tangan memang bisa mewakili generasi “Cap” Mas…
    Setelah itu muncul brand besar yg tak perlu lagi pakai kata “cap”

    [Reply]

  8. Kecap cap sawi karo cap dorang enakan cap dorang padahal regone luwih murah.

    Yang murah itu kadang malah lebih alami dan dikerjakan secara manual. Dia bisa jual murah karena nggak perlu keluar biaya promosi…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *