Catatan Bersama Ratu Ngebor Inul Daratista

Taipei-(3/9/2011)
Setengah jam sesudah China Airlines mendarat saya segera siap-siap di pintu kedatangan. Sebelumnya memang tak pernah ketemu secara langsung, namun dari penampilan di Youtube dan foto-foto yang ada saya yakin orang yang baru saja mengambil bagasi itu adalah Inul Daratista. Bagi wanita Indonesia, postur 168 termasuk tinggi. Begitu keluar ia langsung saya hampiri dan setelah basa-basi sejenak, segera saya persilakan menuju mobil jemputan.

Lega sekali bisa sampai Taipei, ini kali pertamaku datang Taiwan. Kalau konser ke Hongkong sudah berulang kali, Alhamdulillah tak ada apa-apa. Sekarang kalau mau konser ke Malaysia tidak bisa, kena cekal mas aku… ha ha ha…” Begitu tutur Inul saat di dalam mobil dari bandara menuju hotel tempat dia menginap.

Esok siangnya (4/9/2011)
Seperti yang sudah dijadwalkan, Taman Daan di Taipei City dari pagi sudah dibanjiri orang Indonesia. Taman ini sungguh sejuk dan asri, meskipun Taipei sangat panas, namun berada di dalam hutan kota ini mampu meredakan gerah yang berkepanjangan. Berulang kali tiap lewat taman ini saya selalu bergumam, “Seandainya Jakarta memiliki taman seperti ini”. Sepertinya itu hanya angan yang sulit terwujud.

Siang itu, sekira 20.000 lebih orang Indonesia berkumpul bersama. Dipastikan tiap tahun pada hari Minggu paling dekat dengan jatuhnya hari raya idul fitri adalah hari yang penuh sesak dengan orang Indonesia. Masyarakat Taipei sudah memahami keadaan ini. Pendapat mereka, hari raya seperti halnya tahun baru, semua bersuka merayakannya.

Sejak awal sesudah gagal mencapai kata sepakat dengan KLa Project (favorit saya), langsung menjalankan pada Plan B. Padahal dari harga panitia sudah sangat sepakat memilih grup yang tetap selalu hijau dengan lagu-lagunya. KLa pada saat yang sama sudah teken kontrak dengan KBRI London.

Pagelaran ini sekaligus menjadi bukti, TKI di Taiwan bisa menggelar acara akbar seperti ini. Bersama salah satu operator selular (FarEasTone) di Taiwan serta salah satu perusahaan pengiriman uang dan barang (EEC INDEX) ke Tanah Air, berhasil mengantongi ijin penggunaan taman tersebut.

Inul-lah yang menjadi magnet pemersatu teman-teman TKI di Taiwan hari Minggu tanggal 4 September lalu. Tak hanya dari seputar kota Taipei saja. Bahkan ada yang datang rombongan dari kota Kaohsiung, mereka menempuh waktu 5 jam untuk bisa sampai ke ibukota Taiwan itu.

Acara dimulai tengah hari pas jam 12:10, saya yang kebagian merundown acara harus basah kuyup oleh keringat. Penonton juga demikian, di deretan depan 80% perempuan. Berbeda sekali dengan konser dangdut di Indonesia, dipastikan ada kericuhan dan ujungnya bisa tawuran. Di Taipei ini keadaan aman terkendali, karena, ya itu tadi, penontonnya sebagian perempuan. Tak bisa membayangkan jika ini terjadi di Indonesia. Pasti, sudah ada perkelahian.

Sebelum Inul tampil, beberapa band bentukan dari TKI turut menyemarakkan suasana. Kehadiran mereka juga menjadi bukti bahwa TKI juga bisa bermusik. Permainan musik di atas pentas patut diperhitungkan. Band-band TKI ini pula kerap mengadakan pentas bersama.

Inul tampil tepat jam tiga sore. Panggung yang dipakai adalah fix stage, berada di tengah-tengah taman. Bangku-bangkunya membentuk setengah lingkaran menghadap panggung. Panggung di taman ini konsepnya seperti amphi theatre.

Inul keluar dari belakang panggung setelah yel-yel dari penonton meneriakkan namanya. Dengan mengenakan busana warna biru, Inul kala itu tampak lebih segar dan cantik. Aura sebagai bintang pentas benar-benar keluar. Ia memulai dengan tembang Cari Jodoh dari Wali yang dibuat versi dangdut koplo. Lagu tersebut begitu familiar di telinga penonton, terbukti pada saat memasuki refrain Inul memngarahkan mikroponenya kearah penonton dan berbalas dengan nyanyian bersama.

Inul bukan hanya menyanyi saja, seperti dengan gelar yang tersemat, ia pandai bergoyang, ngebor. Saat lagu berjudul “Bunga” dilantunkan, beberapa penonton diajak serta naik ke pentas untuk menemaninya bergoyang. Inul sangat dekat dengan penonton, ia berhasil membangun komunikasi dengan penonton. Tak mau berkutat dengan lagu-lagu dangdut saja, Aishiteru salah satu lagu dari band bentukan TKI di Jepang, Zivilia pun tak luput dibuat koplo. Inul cepat tanggap dengan keadaan, ia memberikan lagu-lagu yang mudah dicerna bagi penggemar dangdut.

Waktu satu jam memang cepat, Inul menyanyikan sembilan lagu. Melihat antusias penonton yang demikian besar, Inul malah ingin berlama-lama hingga panitia memberikan waktu tambahan sepuluh menit.

Hari itu, para TKI yang rata-rata mendapat libur satu bulan sekali terpuaskan dengan konser di tengah taman. Mereka pulang dengan penuh suka cita, rasa kangen dengan saudara telah terobati dalam silaturahmi lebaran tersebut.

Inul memang fenomenal, musik dangdut koplo Jawatimuran lekat dengan bara pekerja migran. Konser di hari Minggu itu terbilang sangat sukses, sekaligus sebagai acara terbesar di tahun 2011.

Taoyuan International Airport, sesaat sebelum Inul dan rombongan bertolak ke Tanah Air.

Catatan :
Tulisan ini dikirim oleh murid saya Wishnu Aang, alumni SMA Negeri 1 Kendal yang bekerja sebagai fotografer di sebuah media cetak Taiwan.

Beberapa waktu yang lalu dia juga diliput dalam acara khusus yang tayang di Metro TV

Salah satu kenangan paling berkesan adalah ketika ketemu Bp. Kabul Budiono, penyiar senior RRI Pusat dalam kegiatan pelatihan radio broad casting di conference building room Chung Hua University Taiwan.

Kalau foto disamping itu adalah saat dia dan teman sekantornya menikmati makan bersama.

Saya sudah pesan beberapa tulisan dan cerita menarik lainnya tentang Taiwan, khususnya tentang hal2 yang unik dan khas negara tersebut.

Untuk anakku Wishnu Aang, semoga kamu krasan dan baik2 saja di Taiwan.

Cari ilmu sebanyak2nya, cari rejeki yang halal tapi jangan lirak-lirik…

Saya tunggu cerita lainnya.
Salam!

32 thoughts on “Catatan Bersama Ratu Ngebor Inul Daratista

  1. ada penulis tamu lagi pak eM, dan spesial sekali karena dari murid yang sudah berhasil,

    halo mas Wishnu Aang, ditunggu cerita selanjutnya


    Memanfaatkan murid Mbak 😀

    [Reply]

  2. waaah inulnya seksi bener yah
    kupikir pak eM sama-sama Inul ke Taiwan 😀

    EM


    Saya ke Jepangnya aja Bu 😀

    [Reply]

  3. Wah .. luamayn juga kowe Aang dadi reporter berita … kapan-kapan kirim berita kanggo blog-ku ya …
    Nunut ya pak Mars


    Aku pesene wis suwi yo

    [Reply]

  4. Inul makin cantik aja…
    Foto terakhir paling kusuka… Cantik..

    Dan muridnya Pak Mars, sukses ya di Taiwan..
    Kapan2 foto sy donk…
    Hihi… 😉


    Kapan2 kita kesana Mbak

    [Reply]

  5. Kadang Dangdut juga bisa bikin menambah semangat juga iya,,,,,,,walau kadang hingar bingarnya sering jadi biang keributan kalu yang goyang pada BERANTEM.


    Kalau di Kaliwungu aman Mas…

    [Reply]

  6. wah2 pak guru anak didiknya berhasil semua niiih *SUKSES JUGA BUAT PARA PENDIDIK -tanpa kalian takada pribadi sukses!-


    Saya juga bangga kalau murid saya berhasil Mas

    [Reply]

  7. Wahaha… kirain pak Mars yang ke Taiwan..
    Seru juga, ternyata banyak juga saudara kita disana.. 😀


    Saya juga pengin kesana Mas

    [Reply]

  8. kirain pak guru yang kesana 😀 … ternyata penulis tamu yah …

    jadi inget film “minggu pagi di victoria park” kalau liat suasana konsernya 😆


    Mudah2an saya bisa kesana Mas

    [Reply]

  9. Sukses pak, telah berhasil anak didik bapak sampai ke Taiwan.
    Penggemar Inul di Taiwan banyak juga ya…


    Saya malah belum pernah kesana… 😀

    [Reply]

  10. Saya kira juga begitu, ternyata oh ternyata. Cukup lama saya tidak ngeblog, termasuk blogwalking, sowan kesini. Sempat terkejut dengan judul postingan ini, apa yang terjadi dengan Pak Guru belakangan ini. Hehehe…

    Saya sowan kembali, Pak Mars….


    Makasih kunjungannya Bi…
    Salam untuk Abi & Ananda

    [Reply]

  11. Wah, liburan Pakde plus bonus satu armada dengan Inul???? Pesawatnya ngga goyang kan? 😀


    Ini hanya laporan dari wartawan saya yg tugas di Taiwan Mas

    [Reply]

  12. Wuih muridnya Pak Mars hebat-hebat tibak’e.. sampe bisa jadi jurnalis juga..
    Btw Inul klo ga pke make-up lebih cantik dan segar..


    Saya malah jadi guru terus menerus Mbak

    [Reply]

    Bang Iwan Reply:

    Pak Mars jadi Guru terus menerus sehingga banyak siswanya yang hebat,… saya mau seperti Pak mars.


    Bisanya cuman jadi guru Bang…
    Mau jadi direktur nggak bisa2

    [Reply]

  13. wah satu lagi cerita dari murid pak mars yang sukses, ditunggu cerita2 lainnya pak..:)wah foto mbak inul yg pake baju coklat cantik dan kalem ya..


    Ini saya juga masih nunggu kiriman cerita tentang Taiwannya Mbak

    [Reply]

  14. haiyah… Semoga gak lirak-lirik… Lawong itu dia sudah dikelilingi cewek2, Pak Mars… Hehe…


    Lha istrinya nunggu dirumah Mbak…

    [Reply]

  15. saya kira juga Pak Mars jeh…
    ternyata muridnya 🙂

    btw, di foto yang paling bawah, Inul keliatan cantik banget.. justru dengan dandanan biasa.. alias bukan dandan untuk manggung.. dia terliat lebih cantik… 🙂


    Saya ke Jogja aja Mbak…

    [Reply]

  16. Selamat Pak Mars salah satu muridnya sukses di Taiwan. Kesuksesan seorang murid tak lepas dari siapa dulu pendidiknya. Betul? Tentang Inul, saya juga sempat lihat liputannya di TV. Konsernya sukses dan meriah. Sukses juga buat Inul 🙂


    Makasih Mas…
    Ini saya juga sekalian meminta pada dia untuk kirim tulisan tentang Taiwan 😀

    [Reply]

  17. heheh saya tahu Mba Inul ngebor dari SCTV … hehehe emang ngebor Inul diterima dimana-mana


    Kemarin tayang di Status Selebriti ya Om…

    [Reply]

  18. wah, seneng dan bangga punya murid yang sukses di negeri orang ya pak mars..
    salam buat dik wishnu aang


    Iya Mbak…
    Masih akan ada kiriman cerita Aang tentang kisahnya di Taiwan

    [Reply]

  19. amazing…..!!!! salut untuk para TKI disana yang berhasil mengundang Inul. Yang tak kalah salut adalah keberadaan mas Wishnu yang bekerja sebagai fotografer disana…
    @Wishnu…semangad, sob!


    Mari Goyang Om…

    [Reply]

  20. ..Sesuai dengan artikel saya berjudul minggu yang lalu maka 5 buah buku writing karangan Anang YB tersebut saya serahkan kepada 5 orang sahabat.. Silahkan mengirimkan nama dan alamat lengkap via email ke decholik gmail.com untuk pengiriman buku..Saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para sahabat yang telah berpartisipasi dalam acara ini..Sungguh bersahabat dengan anda menjadikan hidup saya semakin berwarna-warni..Buku writing menjadikan tulisan anda tak akan kriting lagi….September 3 2011 Tags ..

    [Reply]

  21. wah murid pak mars sudah ada yang sukses, kalau murid saya gimana ya, belum ada yang ngabari nih…

    [Reply]

  22. Sekarang bor-nya tumpul.
    Ya..coba yang lain mbak inul, jangan ngebor kasian tukang bor

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *