Home > Kabar, Umum > Catatan Perjalanan

Catatan Perjalanan

April 10th, 2010 Leave a comment Go to comments

Dan inilah catatan perjalanan selama beberapa hari di Singapura dan Malaysia. Tujuan pertama berhubungan dengan kerja dan profesi saya. Ada dua sekolah yang saya datangi yaitu Pasir Ris dan Henderson, keduanya merupakan Sekolah Menengah.

Di hampir semua negara, sekolah menengah tidak terbagi menjadi SMP dan SMA tapi menyatu dalam satu sekolah dengan masa pendidikan 4 sampai 5 tahun. Jadi kelasnya juga kelas I s.d V. Dengan pembagian seperti ini, orang tua murid tidak kerepotan seperti di negara kita, yang selepas SMP mesti bingung nyari SMA buat melanjutkan.

Di sela2 kegiatan belajar berinteraksi dengan guru dan siswa, saya berkesempatan menikmati beberapa obyek yang ada di kedua negara. Di Singapura saya merasakan nikmatnya perjalanan dengan kereta bawah tanah, menonton pertunjukan Song of the Sea di Sentosa Island, jalan2 ke beberapa obyek seperti Patung Singa, Pasar Tradisional maupun Mall, sedangkan di Malaysia mengunjungi Istana, Tower Petronas, Genting Highland, naik skyway dll.

MENCARI ILMU UNTUK OTAK KIRI

Ada beberapa hal menarik yang ada di Sekolah Singapura tapi susah terjadi di Indonesia. Di depan sekolah terdapat dua tiang bendera yang masing2 dikibarkan bendera negara dan bendera sekolah. Apel dilakukan hampir tiap pagi dan posisi siswa duduk bersila di lapangan. Mereka hanya berdiri saat menyanyikan lagu kebangsaan dan membaca ikrar.




Di dalam kelas dan ruang yang lain tak ada foto pejabat semacam perdana menteri atau kalau di kita ya presiden dan wakil presiden. Yang ada adalah bendera yang ditempel di dinding. Berapa milyar bisa dihemat dari hal itu saja. Kalau dikita, tiap 5 taun musti ada panitia pengadaan foto presiden dan wakil presiden untuk sekolah dan kantor2 seluruh Indonesia. Alat pembelajaran berteknologi tinggi tersedia lengkap tapi dipakai secara proporsional. Sementara fenomena yang terjadi di kita, dengan adanya IT justru interaksi antara siswa dan guru menjadi lenyap.

Alasan kenapa kami memilih Singapura adalah lokasinya yang tidak jauh dan negara ini masuk dalam 10 besar negara termaju dalam dunia pendidikan

DIKIRA ORANG PRIMITIF

Ketika saya masuk di kelas 1 yang kebetulan di lab komputer, ada pengalaman menggelikan yang pastinya tak terlupakan.


Salah satu murid bertanya pada saya, apakah saya bisa komputer. Belum sempat saya jawab, dia berlagak menerangkan bagian2 dari komputer. Biar dia puas, saya jawab saja bahwa saya nggak paham komputer. Dia makin semangat pamer kebisaannya.

Lalu tibalah saat sang guru membagi soal yang harus dia kerjakan secara interaktif. Saya melirik anak tadi sambil nahan senyum, karena saya tau si anak itu kesulitan mengerjakan. Karena soal itu untuk kelas 1, tentu saja sambil merem saja saya bisa mengerjakannya. Tau kalau saya perhatikan, si anak tadi tanya apakah saya bisa. Saya pura2 mikir sambil tangan saya nggerakkan mouse komputernya. Dan pastinya, nggak sampai semenit soal itu selesai dengan sempurna yang ditandai dengan ucapan selamat yang muncul di monitor. Si anak tadi kaget setengah heran, lalu dia panggil2 gurunya sambil teriak. Kalau diterjemahkan kira2 seperti ini: “Mr. Lim… Mr. Lim… Orang ini hebat banget…”. Gurunya (Mr. Lim) tentu saja senyum2 karena dia sangat tau bahwa saya guru Matematika kayak dia…

JALAN2 UNTUK OTAK KANAN

Untuk keseimbangan, setiap selesai kegiatan di sekolah dilanjutkan dengan menikmati suasana lain yang bisa menghapus kepenatan dan kejenuhan. Saatnya jalan2 !.


Ternyata di Singapura ada Universal Studio yang konon mbangunnya pakai pasir Indonesia.

TEKNOLOGI DIKEMAS SECARA ALAMI

Ketika mengunjungi Sentosa Island, disana ada pertunjukan menakjubkan yang diberi judul Song of the Sea. Sesaat memasuki area pertunjukan, saya sempat bertanya2, kok cuman seperti perkampungan nelayan dengan sederet rumah gubug dowang. Setelah menunggu pergantian waktu dari sore ke malam, barulah semua terjawab. Ternyata di dalam gubug2 tadi tersimpan teknologi tingkat tinggi, tata lampu dan permainan sinar laser canggih, penyemprot air bertenaga hidrolik serta permainan kembang api modern, dipadu dengan cerita dan gerakan tari memikat.

BERIKUTNYA ADALAH MALAYSIA

Karena jaraknya yang tinggal selangkah, maka untuk melengkapi perjalanan saya mampir ke Malaysia. Selain Kuala Lumpur juga berlanjut menikmati pegunungan.

Untuk menghemat waktu, saya hanya melihat Menara Petronas dari luar karena perjalanan segera berlanjut ke Genting Highland. Taman hiburan yang dikonsep secara matang, dengan infra struktur yang mendukung, menjadikan kawasan ini sebagai tujuan wisata yang menarik. Kereta gantung membentang panjang yang sekaligus bisa dijadikan sebagai transportasi turun ke terminal bis wisata.

NASIB SI KOPER BIRU

Ada pengalaman menyedihkan. Dengan sekian kali naik turun bagasi, maka retsleting koper saya jebol dan mau tak mau musti ganti baru. Dengan sangat terpaksa saya beli dengan harga 2 kali lipat dibanding di Indonesia. Dan koper biru itu saya tinggalkan di Malaysia.

Ada suka pasti ada duka. Saya yakin semua ada hikmahnya. Kalau koper nggak bisa rusak pabriknya akan bangkrut.

Masih ada beberapa cerita dan kejadian menarik lainnya yang akan saya tulis dikesempatan berikutnya. Terima kasih kepada sahabat yang setia mengunjungi blog ini dan meninggalkan komentar. Mohon maaf bila selama seminggu ini saya tak bisa berkunjung balik.

~ Grazie ~
Categories: Kabar, Umum
  1. April 14th, 2010 at 15:31 | #1

    Wah, astik nih ceritanya yg jalan-jalan ke negeri tetangga.
    Saya cuma bisa membayangkan, kapan ya Indonesia rapi dan tertata baik seperti keuda negera tersebut. :D

    [Reply]

  2. bangun rumah, renovasi rumah
    April 15th, 2010 at 11:48 | #2

    kayaknya asyik banget neeh jalan-jalan nya..banyak pengalaman nya..thank telah berbagi pengalaman dan cerita …

    [Reply]

  3. April 16th, 2010 at 21:25 | #3

    enak ya bisa berjalan2 ke singapura dan malaysia..
    refreshing biar lebih refressh..

    [Reply]

  4. April 18th, 2010 at 08:35 | #4

    pengen ketawa baca cerita ttg anak itu :)

    [Reply]

  5. boyin
    April 18th, 2010 at 20:50 | #5

    wah selamat bertugas sembari jalan2 pak, aku jelas ngliat gambar pak mars..tak kira gendut ternyata nggak toh…haaaa..

    [Reply]

  6. May 19th, 2010 at 01:00 | #6

    Wahh pak..
    salut banget dengan perjalanannya…:)
    saat ini universal studio sudah dibuka… dan memang benar pasirnya itu dari Indonesia :(
    kalo pulang batam melalui spore lia sering melihat kapal2 bendera spore mengangkut pasir dari salah satu pulau di Indonesia.. dan itu secara legal :(

    Kalo kenal dari dulu kan bisa ketemu ya pak :)

    [Reply]

  7. July 30th, 2010 at 23:51 | #7

    wah, ada yg habis jalan-jalan
    waktunya nagih oleh2 nih :D

    [Reply]

  8. December 9th, 2010 at 09:40 | #8

    Hihihi… anak sekolahnya (yg dilingkari merah) kurang ajar. Tapi akhirnya dia pasti malu hati ya?

    Salam

    [Reply]

  9. December 9th, 2010 at 20:25 | #9

    wah asik bener upacara sambil duduk bersila…jadi bisa enjoy ya pak..coba disini tiap hari upacara weh bisa semaput kabeh murid-murid, hehe…oh di sana dah model secondary school ya pak..enak ya, ngirit waktu setahun kalo cm 5 tahun, kayak di Inggris ya modelnya gt juga.
    bener juga pak kalo pengadaan foto presiden itu ditiadakan bisa ngirit duit banyak yah pak..


    Kalau disana fasilitas ya yg perlu2 saja Mbak.
    Yang nggak penting nggak dipaksakan.

    [Reply]

  10. mobil keluarga ideal
    January 15th, 2011 at 23:53 | #10

    waaaah keren Pak,
    Selamat :)

    [Reply]

Comment pages
1 2 4456
  1. December 8th, 2010 at 13:49 | #1

Current month ye@r day *

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~