Derita Kupu Biruku

Wahai sahabatku yang budiman…

Entah dosa apa yang dilakukan, tiba2 Kupu Biruku kena kutukan. Kupu itu pucat pasi tanpa warna. Segala daya upaya sudah saya lakukan, tapi semua sia2.

Kata orang pintar, yang bisa melepas kutukan itu adalah seseorang yang jujur, baik hati dan tidak sombong. Apabila Kupu Biru tersentuh oleh orang dengan kriteria tersebut, niscaya warnanya akan pulih kembali.

Andakah orangnya?.
Kalau benar iya, tolong sentuh Kupu Biruku agar ceria kembali, bebas dari pucat pasi.

Semoga Anda adalah orang yang saya cari, yang jujur, tidak sombong dan baik hati, yang mampu membebaskan Kupu Biruku dari belenggu kutukan menyakitkan itu.

Judul Project
Skenario dan Ide
Teknik Pencahayaan
Teknik Pewarnaan

: Derita Koepoe Biroeku
: Marsudiyanto
: Sumardiyanto
: Sudimaryanto

76 thoughts on “Derita Kupu Biruku

  1. Xixixixi…
    Ini mesti Mas Arifudin nggak mbaca postingan saya.
    Atau hanya dibaca judulnya saja.

    [Reply]

  2. Saya sendiri malah nggak bisa merubah Mas…
    Pada hal sudah saya klick lho.
    Hanya orang jujur, baik hati dan tidak sombong yg bisa!!!

    [Reply]

  3. hahhahaha pak ins, saya klik tadi ga berubah warna, so mouse saya lagi eror, trus saya sentuh tu layar monitor, eh ternyata berubah warna, tapi ga mungkin banget lewat layar monitor, saya coba klik lagi pake mouse, eh emang disitu kuncinya. hehehhe

    salam kreasi

    [Reply]

  4. Buka potosop, klik image > adjustments > variations..
    lalu pilih output yang sesuai ke inginan
    done

    😀

    [Reply]

  5. ini nih yang namanya uapik tennann Pak Guru.
    telah kusentuh koepoe biroe yang cantik dan
    warnanyapun telah kembali indah 😀
    salam

    NB: gimana bisa kayak gitu Pak Guru ………. *bingung*

    [Reply]

  6. Wuiiiii kereeeennnn!, tapi aku lebih dari sekali menyentuhnya Pak, abis pada sentuhan pertama dia tak mempedulikanku, yowis tak sentuh lagi yg kedua dan ketiga kalinya:)

    [Reply]

  7. kupu2 bunglon ya mas, disentuh langsung berubah warna hen he he
    salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *