Home > Kabar > Colo, Desaku Tercinta

Colo, Desaku Tercinta

March 28th, 2012 Leave a comment Go to comments

Mengenang desa tempat kita dilahirkan pasti punya taste tersendiri. Kali ini saya menulis sedikit tentang suasana desa kelahiran saya, Desa Colo yang terletak di puncak Gunung Muria yang berjarak 18 Km dari pusat kota Kudus. Dengan ketinggian ± 1.602 m di atas permukaan laut, Colo merupakan kawasan dataran tinggi dengan panorama alam pegunungan yang indah dan udaranya sejuk.

Disana banyak terdapat pesanggrahan dan penginapan yang dilengkapi dengan ruang pertemuan untuk acara penyuluhan, diklat, rapat dll yang termasuk kegiatan wisata MICE (meeting, incentive, convention and exhibition).

Di sekitarnya banyak terdapat warung makan dan kios cindera mata. Makanan khas Colo yang amat terkenal adalah pecel pakis, ayam bakar dan buah parijotho, sedangkan cinderamata khas Colo adalah tongkat dan kayu yang baunya harum dan dipercayai bisa mengusir tikus.

Ada beberapa tempat wisata yang menarik lainnya, yaitu:

  1. Air Terjun Monthel
    Tingginya 25 meter, dapat dicapai dengan jalan kaki menyusuri jalan setapak kebun kopi sambil menikmati alunan musik alam dari gemericiknya air yang jatuh di bebatuan yang diselingi bunyi satwa liar khas pegunungan.
    Pengunjung bisa mandi atau bermain air sepuasnya.
  2. Makam Sunan Muria (Raden Umar Sa’id), salah satu Wali Songo.
    Letaknya tepat di puncak Gunung Muria, dapat dicapai dengan berjalan kaki melewati ± 700 trap.
  3. Sumber Air Tiga Rasa.
    Sumber air pertama memiliki rasa tawar2 masam (anyep2 kecut), yang kedua rasanya mirip ‘Sprite’ dan yang ketiga rasanya mirip minuman keras (tuak).
    Anehnya, jika ketiganya dicampur menjadi satu, rasanya menjadi tawar.

Parijotho
Salah satu tanaman khas di desa Colo adalah parijotho, tanaman yang memiliki ekologi dan penyebaran di lereng gunung atau hutan, yang sering dibudidayakan sebagai tanaman hias.

Tumbuh baik pada tanah yang berhumus tinggi dan lembab, pada ketinggian 800 m sampai 2.300 m di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan November-Januari dan waktu panen yang tepat bulan Maret-Mei.

Daun dan buah parijoto mengandung saponin dan kardenolin. Khusus buahnya juga mengandung flavonoid dan daunnya mengandung tanin yang berkhasiat sebagai anti anti-bakteri, mengobati sariawan dan anti radang.

~ Grazie ~
Categories: Kabar
  1. March 28th, 2012 at 20:03 | #1

    Sudah hampir setahun saya gak ke sana.


    Kan cuma ngalor sitik Mas, lewat Nggembong

    [Reply]

    nique Reply:

    saya sama sekali blom ke sana pun mas Alam 😀


    Hahahaha
    Yo Mesti!!!

    [Reply]

  2. March 28th, 2012 at 20:05 | #2

    sungguh menarik, mbahKung.

    mengikuti penggambaran suatu tempat yang begitu dicintai oleh penulisnya
    memang memberi taste tersendiri bagi pembacanya.

    #Ngai tunggu jajah desa milang kori selanjutnya.


    Ea Ngai 😀

    [Reply]

  3. Imelda
    March 28th, 2012 at 20:20 | #3

    penasaran dengan pecel pakisnya seperti apa sih?


    Enak Bu…
    Pakisnya khusus, dan jarang ada ditempat lain.
    Jika saya kedatangan tamu penting, sering saya pesankan pakis itu langsung dari Kudus

    [Reply]

  4. March 28th, 2012 at 21:26 | #4

    Wah pak Mars duta wisata Colo yang efektif. Foto rumah ‘mendaki’ gunungnya indah sekali.


    Lha karena terlahir disana kok Mbak

    [Reply]

  5. March 28th, 2012 at 22:07 | #5

    belum pernah kesana pak jadi belum bisa membayangkan selain hanya melihat dari foto2 saja


    Hahaha
    Pastinya belum karena jauh Mbak

    [Reply]

  6. March 28th, 2012 at 22:15 | #6

    menarik sekali pak’e
    wajib kunjung nih klo mbaca tulisan di atas.
    pengen nyobain pecel pakis sama rasa air yg mirip sprite itu. kok bisa ya??? Subhanallah!
    Klo saya sampai di sana, mau ngambil Parijotho untuk Bapa yang sering sariawan gak jelas. Sapa tau manjur hehehe


    Biasanya diminati oleh yang lagi hamil. Katanya anaknya bakal cakep 😀

    [Reply]

  7. March 29th, 2012 at 00:04 | #7

    Aku tahu Gunung Muria awale seko plesetan UGM, Universitas Gunung Muria. Ono tenan rak sih pak kuwi?
    Aku rung tau tekan Kudus T.T
    Tau mampir nang WC terminal Kudus thok… *eh itu wis tekan ya*
    Kalau Pak Mars lahir di Desa Colo, aku lahir di Jalan Golo, Jogja 😀


    Kalau di Kudus sudah ada Universitasnya dan sudah lama.
    Namanya UMK, Universitas Muria Kudus

    [Reply]

  8. applaus
    March 29th, 2012 at 01:06 | #8

    wah asyik juga di lokasi ya.. boleh nih kalau ke sana nyobaik makanannya ya… pecel lagi..


    Pecel khas Mas

    [Reply]

  9. March 29th, 2012 at 02:54 | #9

    Tempat yang indah Pak, mengingatkan saya pada saat saya berkunjung disana.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog


    Pernah kesitu ya Pak?

    [Reply]

  10. March 29th, 2012 at 05:44 | #10

    Sama di desa kelahiran saya dunk, ada air terjun kecilnya.
    Tempat sejuk memang melahirkan orang yang adem2 🙂


    Daerah mana Mas?

    [Reply]

  11. arif
    March 29th, 2012 at 06:56 | #11

    wah pegunungan asri ya pak, klo desa saya itu dataran rendah penuh dgn sawah 🙂


    Kalo digunung udaranya masih lumayan bersih

    [Reply]

  12. March 29th, 2012 at 09:36 | #12

    desanya kok mengikuti struktur gunungnya yah Om:)
    ada air terjunnya lagi..
    Alam memang tidak pernah berhenti untuk membuat kekaguman.


    Iya Mas, dilereng gunung

    [Reply]

  13. March 29th, 2012 at 11:00 | #13

    kirain Colomadu yang ada pabrik gulanya itu Pak, di Surakarta dekat manahan


    Iya Mas, kalau Colomadu di Solo

    [Reply]

  14. March 29th, 2012 at 11:28 | #14

    kalo saya lahirnya di Jkt pak, tapi kl mudik ke kampung ortu tetep juga ada taste yang berbeda drpd ke tempat lain 🙂


    Pulang Kampung memang momen paling mengasyikkan Mas

    [Reply]

  15. March 29th, 2012 at 12:00 | #15

    saya belum pernah sampai ke sana Pak,,
    photo pertama menggambarkan perkampungan di lereng dataran tinggi nan adem, berpetualang sambil menikmati pecel pakis, seru untuk di coba.


    Itu dari Kudus masih naik gunung Mbak

    [Reply]

  16. March 29th, 2012 at 12:14 | #16

    Kalau monthel dan makam sunan muria sudah nggak asing lagi. Kalau parijotho aku malah baru denger namanya kang. Bentuknya aja ane baru lihat gambarnya di postingan ini.


    Parijoto amat disukai oleh pelancong

    [Reply]

  17. March 29th, 2012 at 14:27 | #17

    Beberapa terdengar baru dan mengundang penasaran buat saya pak mar …
    pecel pakis .. buah parijotho .. sumber air tiga rasa
    Khusus sumber air tiga rasa, kalau terdengar Cola Company bisa diakuisisi tuh hehehe ..


    Itu bener2 ajaib Mas
    Tiga rasa berbeda tapi ketika dicampur bisa jadi tawar

    [Reply]

  18. March 29th, 2012 at 14:42 | #18

    nama2nya masih asing pak Mars, alhamdulillah jadi tahu banyak hal baru 🙂


    Iya Mbak…
    Hanya dikenal oleh masyarakat sekitar.
    Kalau makam Sunan Murianya sich sudah cukup dikenal

    [Reply]

  19. Sriyono Suke
    March 29th, 2012 at 16:31 | #19

    gununge dikeruk ono piramidane kui pak… 😀


    Ono Candine

    [Reply]

  20. March 29th, 2012 at 23:28 | #20

    jadi penasaran dengan air tiga rasanya pak.. mau dong, dikirim ke Palembang.. 😀


    Hahaha
    Kalo dikirim rasanya bakal berubah Mbak

    [Reply]

  21. March 30th, 2012 at 04:34 | #21

    pecel pakis? wah kok kayaknya enak ya pak mars … itu daun pakis direbus, lalu diberi sambel pecel?
    saya baru tahu tentang parijotho itu. baru dengar sekali ini, malah.


    Pecel pakis itu amat terkenal di tempat saya.
    Ada warung yg khusus jual pecel itu dan larisnya bukan main. Pembelinya kelas menengah keatas

    [Reply]

  22. Evi
    March 30th, 2012 at 17:02 | #22

    Kampung wisata ternyata colo itu ya Pak..Bikin kangen kampung melihat foto2nya Pak Mars..


    Kebetulan letaknya dipuncak gunung dan disitu ada makam Sunan Muria Mbak, sehingga banyak villa2nya. Rata2 dimiliki oleh Pabrik Rokok

    [Reply]

  23. achmad sholeh
    March 30th, 2012 at 19:25 | #23

    suasananya masih khas pegunungan


    Iya Mas

    [Reply]

  24. March 31st, 2012 at 14:33 | #24

    foto fotonya bikin aku kangen Kudus pak …. pengen ke sana sekarang juga !!


    Langsung terbang Mbak 😀

    [Reply]

  25. puisipemula
    April 1st, 2012 at 07:42 | #25

    aku nomor satu naksir, pecel pakis nya…… hahaha
    (dasar tukang makan segala……. ) 😀
    lalu, panoramanya dan air terjunnya…….
    dan……………pingin nyobain semua rasa airnya yg 3 rasa itu…………. 🙂
    terus…………….kapan ya bisa kesana menikmati semua itu….. 🙁
    salam


    Sayang sekali jaraknya jauh ya Bun.

    [Reply]

  26. Diandra
    April 1st, 2012 at 11:39 | #26

    alangkah senangnya punya kampung halaman

    apalagi dengan alam pedesaan yang sejuk

    btw foto yang pertama keren
    rumah2nya kok bisa rapi gitu meliuk mengikuti gunungnya


    Itu rumah mengikuti jalan yang menuju Makam Sunan Muria Mbak

    [Reply]

  27. April 2nd, 2012 at 15:23 | #27

    Sekali-kali kayaknya perlu ziarah ke makam para wali nich.
    Parijotho saya kira nama jenis padi lho.
    jadi sinom parijotho diambil dari tanaman ini ya mas.
    Salam hangat dari Surabaya


    Iya Dhe
    Sinom Parijoto itu terinspirasi dari nama buah2an

    [Reply]

    rusdiyono Reply:

    yang menciptakan sinom parijotho adalah kangjeng sunan muria pakdhe chol…


    Kayaknya iya

    [Reply]

  28. April 2nd, 2012 at 16:23 | #28

    colo kirain solo om Mars 😀


    Ini Colo, Pantura…
    Kota Kudus Mbak

    [Reply]

  29. rusdiyono
    April 12th, 2012 at 08:22 | #29

    monthel ki saiki piye yo….. ?


    Masih ajeg

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~