Diagram Alur

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka setiap melakukan sesuatu kita musti ngikuti urutan yang logis yang disebut diagram alur atau flowchart. Dengan mengacu pada diagram alur yang benar dapat membantu memudahkan pekerjaan.

Pakai sepatu bertali misalnya…
Pertama pasang kaos kaki, pakai sepatu, ikat talinya, selesai. Jangan pernah pakai sepatu duluan baru disusul pakai kaus kaki karena bentuknya akan lucu sekali dan bisa jadi bahan tertawaan.

Beli bakso misalnya…
Pertama datang ke warung bakso. Pesan berapa porsi, lalu tunggu. Ketika pesanan datang, tuangkan kecap, sambal dan saus secukupnya. Jika dirasa tingkat panasnya pas, segera disantap. Setelah selesai, lapor ke penjualnya, bayar, kalau ada kembaliannya tunggu sejenak, selesai.

Pada kasus pertama, diagram alurnya tak bisa ditawar-tawar atau dibalik urutannya, sedang pada kasus kedua masih dimungkinkan menukar urutannya. Kita bisa bayar sebelum ngembat baksonya.

Saya punya pengalaman unik yang terjadi saat ngantar istri beli sepatu. Jika mengacu pada diagram alur yang benar, pertama pasti datang ke toko sepatu. Pilih sepatu yang sesuai selera, minta ukuran yang sesuai, coba dipakai dan kalau pas lalu bayar.

Tapi istri saya nggak seperti itu. Setelah pilih2, minta ukuran yang sesuai lalu dicoba dan pas. Saya pikir langkah selanjutnya adalah mbayar di kasir. Ternyata tidak. Sepatu itu diletakkan kembali di rak dan dia pilih2 lagi…

19 thoughts on “Diagram Alur

  1. Saya kira pada saat bu Mars sudah dapat sepatunya langsung pergi ke kasir, eh…ternyata dikembalikan lalu pilih sepatu lagi (apakah pada saat itu modelnya kurang menarik?)


    Nah itu yang saya juga bingung

    [Reply]

  2. jadi inget pelajaran kuliah dulu mengenai flowchart pak


    Apa2 kalau dibikin flowchartnya, akan memudahkan melaksanakannya Mbak

    [Reply]

  3. berarti yang terakhir tentang pilihan ya pak.
    kalo pas ukuran, pas di hati, lalu juga ke kasir. 😀


    Milih2nya itu yang lama Mbak…

    [Reply]

  4. kirain, setelah pas selesai pak,
    #semantara pak mars yang nggak ngapa ngapain, tiba tiba mbayar di kasir… hhh…


    Bucheri Matahari…
    Wis tau ditulis ning Seputar Semarang tah durung

    [Reply]

  5. flowchart menginatkan saya pada saat penulisan dulu. Seringkali revisi kalau sudah dibagian flowchart.

    Hehehe ..


    Makasih kunjungannya

    [Reply]

  6. mengacu pada diagram alur yang benar, disebabkan tadi pak Marsudiyanto nyasar sampe ke lapak saya, maka sekarang saya antarkan kembali pulang. mungkin lainkali bisa dibalik urutannya, yang penting hatihati ya pak..


    Ngikuti diagram alur ajah…

    [Reply]

    Reras Reply:

    karena tidak hatihati, maka saya salah pake email 🙂


    tapi sampai kok

    [Reply]

  7. haha.. Bu Mars sedang ngerjain Mbak nya kali Pak, ato Bu Mars sudah lupa sama teorinya


    Itulah knapa saya jarang mau kalau suruh ngantar beli sepatu Mbak

    [Reply]

  8. Bu Mars nda salah, Pak. Kan yang bayar ke kasih itu adegan ( bagiannya ) Pak Mars. hehehe….


    Nunggunya Bi, yg luamaaaa

    [Reply]

  9. Hahahahaha ….

    Improvisasi itu perlu agarhidup tidak monoton …

    Ngakak lagi ….

    Salam saya


    Saya paling males kalo nganter ke toko sepatu Om…
    Saya juga ingat Om NH pernah nulis tentang beli sandal / sepatu…

    [Reply]

    Nh18 Reply:

    Tepok jidat juga aaaahhh

    (ini pengalaman pribadi saya juga …)


    Kalo nggak salah pernah Om tulis

    [Reply]

  10. Pada kasus ketiga itu saya belum 100%, saya perlu cross check ke mbakyu.
    Mbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak, ini lho dirasani.
    Pasti kasirnya gak berani ngusir mbakyu, walau wajahnya tentu mrengut kayak sol sepatu

    Salam hangat dari Surabaya


    Ini barusan kemarin Dhe…
    Beli sepatu sepasang, nunggunya lama banget…

    [Reply]

  11. Ha..ha..Bu Mars seperti Mamaku..
    Dah di coba coba,ga jadi deh..


    Penjaga tokonya senyum liat kekesalan saya Mbak

    [Reply]

  12. Selamat pagi pak …
    biasanya kata orang wanita lebih teliti daripada pria…
    termasuk didalam hal berbelanja …
    untuk mendapatkan barang yang bagus harus lama pilih-pilihnya … heeee.
    Salam hormat dari Kalimantan Tengah Pak.


    Iya Mas…
    Milihnya bisa berlama2 dan betah

    [Reply]

  13. heheh…bu mars mungkin punya pilihan lain setelah dicoba2…..aku juga kadang suka begitu…makanya klo belanja harus sering tutup mata biar ngga ngiler klo lihat model2 yg lain hehehe


    Sambil nyoba, masih sambil ngeliat yg dipajang…

    [Reply]

  14. kasus dikembalikan ke rak .. sering saya lakukan juga ..biasanya karena ragu he he .. ada istilah daripada ragu lebih baik tidak jadi beli 😀


    Lha ini milihnya sudah lama Mas, saya kira dah selesai, ternyata ditaruh lagi…

    [Reply]

  15. Kalau setiap mau beraktifitas selalu membuat diagram alur terlebih dahulu apa tidak membuat muka kita jadi beralur to pak…salam…


    Diagram alurnya bisa diangan2 kok Mas

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *