Home > Ekspresi > Dihardik Di Hardiknas

Dihardik Di Hardiknas

Hari ini tanggal 2 Mei, ini adalah Hari Pendidikan Nasional. Televisi, koran dan tulisan di blog ramai2 mengangkat momen tersebut. Ada yang berupa kritik membangun, ada yang bersifat usulan tapi ada pula yang asal bicara bahkan terkesan mencela dan menghakimi guru.

Sebagai guru, saya tidak anti kritik. Tapi manakala kritikan itu disampaikan oleh orang yang nggak paham dan asal bicara, saya merasa dihardik dihardiknas. Saya hanya pengin menyampaikan, bahwa guru itu bukan pengambil kebijakan tapi hanya melaksanakan ketentuan.

Guru memberi PR itu prosedur, bukan hoby. Ujian Nasional itu keputusan, bukan pilihan. Memang masih banyak guru belum mencerminkan pendidik, kurang kompeten, tidak menghargai murid, jual buku mahal2, arogan dsb. Tapi itu bukan saya

~ Grazie ~
Categories: Ekspresi
  1. May 2nd, 2011 at 12:01 | #1

    Mengritik harus dengan cara yang baik. πŸ™‚
    Jangan membeberkan kesalahan atau kekurangan si objek kritik di depan umum, bicaralah empat mata. πŸ™‚


    Mungkin perlu 6 mata biar ada jurinya

    [Reply]

    adetruna Reply:

    ManggutΒ² πŸ˜›


    Ayo manggut2

    [Reply]

    Erwin Reply:

    ikut manggut2. πŸ˜›


    Saya juga ikut Mbak Erwin

    [Reply]

  2. Erwin
    May 2nd, 2011 at 12:24 | #2

    wkwkwkwkwk πŸ˜†

    saya lihat emot yang terakhir itu kok jadi ketawa sendiri. (lmao)


    Itu emoticon yang jarang saya pakai

    [Reply]

  3. Ikkyu_san
    May 2nd, 2011 at 12:46 | #3

    saya yakin kok bukan pak eM :p

    loh kok centang anti spam nya ada 3 ?


    Bu Em kok amat yakin dengan saya… πŸ˜€

    [Reply]

  4. May 2nd, 2011 at 13:16 | #4

    saya pastikan itu bukan Pak Mar kok πŸ˜€
    Oia, barusan kiriman paket bukunya sudah kami terima pak, suwun sanget ya… hehehe


    Semoga bukunya bermanfaat…

    [Reply]

  5. May 2nd, 2011 at 13:34 | #5

    seLamat Hari Pendidikan Nasional, Pak Guru..
    dan terimakasih untuk seLuruh guru di Indonesia…


    Matur Nuwun Mas Hari

    [Reply]

  6. niQue
    May 2nd, 2011 at 13:34 | #6

    jiahhh di hardiknas ada yang nyalip di jalan
    padahal yang terima hadiah kan saya hahaha

    btw, bukannya gara2 nila setitik rusak susu sebelanga pak?
    blogger sejagat raya tau kok klo pak Mars guru mbeling πŸ˜€ tapi masalahe sing liyane kuwi lhooo …
    jadi ya terima aja deh ya pak πŸ˜€


    Susu sebelanga…
    Besar sekali ya…
    Susu kingkong itu…

    [Reply]

  7. May 2nd, 2011 at 13:35 | #7

    bukan saya juga pak, karena ada rule yang harus diikuti dan dipenuhi, PR adalah sebuah tehnik berlatih dan belajar, bukan sebuah cambuk…

    Yuk Belajar lagi, saya merasa di hardik sama pak guru


    Ayo Sekolah…

    [Reply]

  8. obat epilepsi
    May 2nd, 2011 at 13:43 | #8

    kalo menurut saya, kalo mau mengkritik harus dengan baik jangan asal ngomong ia kan
    jhehe
    makasih pak


    Sama2 Mas

    [Reply]

  9. May 2nd, 2011 at 14:25 | #9

    Memang benar pak, kadang-kadang ada beberapa oknum guru yang masih belum berhasil. Dalam melaksanakan kewajibannya, saya juga heran. Walaupun begitu, tetapi gurulah yang membingbing kita, gurulah yang mengajari kita, dan kalau tanpa guru bagaimana bisa kita di andalkan sebagai generasi penerus bangsa. Hidup untuk para guru yang ada di seluruh Indonesia, jasamu tak akan aku lupakan!!!


    Guru adalah pilihan sekaligus amanat…

    [Reply]

  10. May 2nd, 2011 at 14:26 | #10

    Selamat Hardiknas!!!


    Makasih Mas

    [Reply]

  11. May 2nd, 2011 at 15:52 | #11

    Selamat hardiknas.
    Apapun kritiknya, diterima dengan legowo, pak.
    Salam sukses selalu.


    Saya selalu legowo Mbak…

    [Reply]

  12. May 2nd, 2011 at 15:55 | #12

    menciptakan harapan baru buat dunia pendidikan πŸ˜€


    Semoga Mas…

    [Reply]

  13. May 2nd, 2011 at 16:52 | #13

    Guru = di gugu lan di tiru, buat yang tidak suka pasti akan bilang guru = wagu tur saru…
    apa pun pendapat orang, yang pasti saya pernah jadi murid seorang guru, terimakasih guru… πŸ™‚

    *kiriman buku sudah saya terima Pak, terimakasih πŸ™‚


    Makasih Pak…
    Semoga bukunya bermanfaat

    [Reply]

  14. May 2nd, 2011 at 17:24 | #14

    bahkan terkesan mencela dan menghakimi guru.

    waduh …
    tega bener …
    jangan-jangan mereka belum pernah menjadi guru … atau bukan keluarga guru …
    jadi tidak tau bagaimana sulitnya menjadi guru

    salam saya Pak …
    Maju Terus Pendidikan Indonesia


    Semoga ada kebijakan yang mempercepat kemajuan pendidikan Om

    [Reply]

    nh18 Reply:

    Saya tetap bersenandung …
    Hormati Gurumu
    Sayangi Teman
    Itulah tandanya kau murid budiman …

    Salam saya


    Oh Ibu dan ayah selamat malam
    Kupergi begadang sampai taun depan
    …..
    Ludahi gurumu, kencingi teman
    Itulah tandanya kau murid bajingan…

    [Reply]

  15. May 2nd, 2011 at 17:25 | #15

    Kalau tidak ada yang baik tidak mungkin ada yang jelek ya pakde…tapi pakde tetap guru terbaik saya πŸ˜‰


    Dan kalau nggak ada yang jelek, yang baik nggak akan keliatan Bli… πŸ˜€

    [Reply]

  16. May 2nd, 2011 at 18:15 | #16

    hidup Pak dan ibu guru
    (termasuk bapak dan ibuk saya hehehe)


    Hidup!!!

    [Reply]

  17. Arif
    May 2nd, 2011 at 18:44 | #17

    Sabar pak .. kalau menurut saya pak Mars adalah guru matematika yang paling sabar sedunia πŸ˜›


    Aku malah ora nyadari nek sabar πŸ˜€

    [Reply]

  18. May 2nd, 2011 at 21:50 | #18

    Hehe… gak gampang jadi guru…
    Karena itu saya masih berpikir sekian kali tuk menjadi guru πŸ˜€


    Saya mencoba menikmati Mbak πŸ˜€

    [Reply]

  19. pakeko
    May 2nd, 2011 at 21:56 | #19

    Selamat Hardik…, Nas!


    Makasih Mas

    [Reply]

  20. Mhd Wahyu NZ
    May 2nd, 2011 at 22:01 | #20

    posisi guru memang kadang rumit. walau bukan guru, tapi hal yg paling saya tidak suka adl orang tua yang seolah menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan anaknya pada guru dan sekolah.


    Dalam sisi tertentu, maju mundurnya anak memang kewajiban guru, tapi dalam banyak hal lain, peran orang tualah yang dominan

    [Reply]

  21. May 3rd, 2011 at 05:56 | #21

    Guru harus menjadi idola murid dalam hal keprofesionalannya mengajar dan juga sebagai panutan dalam hal budi pekertinya.
    Jika ada guru yang kurang bagus ya harus dibagusi.

    Bapak saya juga guru tetapi sudah almarhum
    Mertua saya juga guru dan juga sudah almarhum
    Isteri saya pernah menjadi guru honorer, bubar setelah saya boyong ke Kalimantan
    Saya pernah jadi guru di Pusdikpom
    Menjadi guru itu menyenangkan, karena bisa berbagi ilmu dan nambah kenalan.

    Orang yang ngiritik tanpa mengerti persoalan dan tanpa memberikan solusi itu memang asbun dan ingin tampak hebat saja.

    Selamat memperingati Hardiknas.

    Salam hangat dari Surabaya


    Makasih Dhe…

    [Reply]

  22. May 3rd, 2011 at 06:37 | #22

    hardiknas boleh dan saya setuju tapi jangan di artikan “hardik anal nasional” itu masyaallah.
    Kalau Harpitnas itu saya tidak setuju. moso ada hari terjepit nasional. memang siapa yang menjepit ??


    Kalau saya nggak pernah ikut harpitnas Mas…

    [Reply]

  23. May 3rd, 2011 at 09:25 | #23

    hahahahaha. Percaya pak. Mudah2an bukan bebek nyilem neh. Wkkkk


    Mudah2an Mas

    [Reply]

  24. ciwir
    May 3rd, 2011 at 10:38 | #24

    huehehhee….
    percaya nek karo pak mars ki memang guru yang wajib digugu lan ditiru kok
    πŸ˜€


    Makasih Mas πŸ˜€

    [Reply]

  25. chocoVanilla
    May 3rd, 2011 at 14:29 | #25

    Saya percaya kok, Pak πŸ˜›


    Makasih atas kepercayaannya Mbak

    [Reply]

  26. Erdien
    May 3rd, 2011 at 14:38 | #26

    Kalo guru yang dihardik keknya udah tahan banting πŸ™‚

    Kalo anak yatim yang dihardik itu gawat πŸ˜†


    Iya Mas…
    Guru rata2 sudah tahan banting

    [Reply]

  27. May 4th, 2011 at 08:53 | #27

    memang guru pahlawan bangsa,..!!


    Bukan pahlawan kok…

    [Reply]

  28. rezaprama
    May 4th, 2011 at 10:54 | #28

    “Tapi itu bukan saya” hahaha,,

    ngakak,,

    guru = digugu lan ditiru

    tapi sekarang banyak yang bilang

    guru = digugu lan ditinggal turu,,

    gimana pendapat pakde ??


    Sebelum ditinggal turu, akan saya tinggal duluan

    [Reply]

  29. May 4th, 2011 at 11:30 | #29

    istri saya juga guru pak.. kemarin tapi g upacara ujan siih πŸ˜€


    Kalau saya upacara Mas…

    [Reply]

  30. bro eser
    May 4th, 2011 at 12:34 | #30

    Makanya saya paling ngga suka dengan pribahasa nila setitik merusak susu sebelanga…. Tapi sebagai orang yang berada di kawasan Indonesia Timur saya merasa sebagai bangsa kelas 2 ditanah air ini… Lihat saja pembangunan terlebih pendidikan di bagian Timur Indonesia? Masih sangat jauh tertinggal dari mereka yang ada dibagian barat Indonesis


    Iya Mas…
    Amat timpang….

    [Reply]

  31. May 27th, 2011 at 11:03 | #31

    bagus,

    postingan yang menarik,

    good job! πŸ™‚

    [Reply]

  1. May 2nd, 2011 at 21:41 | #1

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~