Diluar Rencana

Jika ada yang mempertanyakan mengapa judul postingan ini kata diluar ditulis menyambung dan tidak dipisah menjadi di luar, maka itu adalah diluar rencana saya, karena inti dari tulisan ini sebenarnya bukan soal itu.

Tapi saya sangat mafhum jika ada yg tergelitik dengan penulisan kata “diluar” tersebut, apalagi bagi pemerhati Bahasa Indonesia. Biar semua plong maka sebelum masuk pada inti postingan, saya akan mengklarifikasi mengapa kata “diluar” saya sambung.

Bahwa anomali penulisan kata (tak mengikuti aturan) itu sangat dimungkinkan. Pada bahasa Inggris juga demikian, “in to” digabung jadi “into“, “out side” digabung jadi “outside” dsb. Jadi penulisan kata “diluar” itu sah saja meski jika ditulis “di luar” juga benar adanya.

Namun demikian tidak serta merta semua kata yang kata depannya “di” dan “ke” bisa digabung. Kata seperti di toko, di tembok, ke pasar dan yang lain tetap ditulis terpisah. Penggabungan hanya berlaku pada kata tertentu, contohnya ya seperti pada kata “diluar” dan “keluar” itu.

Saya kira klarifikasinya sudah sangat panjang, maka jika ada yang belum bisa menerima, biarlah itu menjadi polemik maya. Yang penting hak jawab sudah saya lakukan. Sekarang saatnya masuk ke inti dari postingan ini.

Dalam perjalanan hidup manusia pasti pernah melakukan sesuatu diluar rencana, mulai dari yang bersifat keharusan seperti nambalkan ban yang bocor di jalan, lari karena ada orang gila mengamuk atau yang sifatnya diluar kendali misalnya bersin, ngompol dll.

Dan bukan tak mungkin sesuatu yg diluar rencana itu butuh energi dan pemikiran ekstra. Oleh karena itu kita harus selalu siap dan waspada terhadap sesuatu yang diluar rencana agar bisa mengantisipasi dan mendapatkan solusi.

Jika inti dari postingan ini dirasa terlalu sedikit, maka saya mohon maaf karena hal itu adalah bagian dari rencana saya meski saya tau semua itu diluar rencana Anda

26 thoughts on “Diluar Rencana

  1. Apapun yg ditulis pak Mars hrs dipahami, sah2 ajah krn memang anti biasa…#mhn maaf pak, komen ini juga diluar rencanaku (.̮)‎​​ђёéђё


    Saya selalu merencanakan merespon setiap komentar yang masuk

    [Reply]

  2. Diluar rencana kadang-kadang saja terjadi pada kita dan ini menjadi sebuah kejadian diluar dari apa yang kita rencanakan.Seperti membuat sebuah festival ternyata diluar rencana ada banyak orang yang ikut antusias dalam partisipasi dalam festival tersebut.

    Memang diluar rencana kadang mendatangkan hal negatif dan postifi tentunya kita alami dalam kehidupan sehari-hari.


    Wah, kalau membuat festifal diluar rencana bener2 spektakuler Mas…
    Itu termasuk pekerjaan besar.

    [Reply]

  3. Yup betul pak Mars..
    AKu dateng kemari diluar rencana pula 😛

    Quote terakhirnya bikin nyengiir 😀


    Setiap quote memang dimaksudkan untuk mendatangkan ekspresi Mbak…
    Entah merenungm entah pula nyengir 😀

    [Reply]

  4. setiap kesini pulang pasti bw oleh2,ada aja yg dibahas dan selalu bermanfaat dan kadang bikin tertawa….”oh iya ya??” “ternyata…….benar jg ya”
    pagi pak mars 😀


    Semoga Mbak Hana punya rencana untuk datang kemari lagi…

    [Reply]

  5. apa ini pembiasaan penggunaan ‘diluar’?


    Bisa dikatakan begitu, bisa pula untuk mengkampanyekan prinsip bahwa “Kebenaran Itu Tidak Selalu Tunggal”

    [Reply]

  6. Tuh kan, seorang ahli matematika jika bisa juga menjadi ahli bahasa tentu hal tersebut diluar rencananya. Namun seorang ahli matematika yang juga seorang ahli bahasa tentu saja keluar dari pemikiran yang anti biasa alias out off the box!

    (komen diluar rencana karena saya belum keluar makan siang)


    Bukan ahli bahasa tapi sekedar mempertahankan diri agar nggak dikira menggerogoti bahasa 😀

    [Reply]

  7. justru postingan yg sedikit itu malah dibaca sampai tuntas daripada postingan yg panjang ya pak


    Yg menyedihkan adalah kalau postingan sedikit tapi nggak dibaca Mas

    [Reply]

  8. aq kmrn dpt balesan komen warna biru, itu pasti di luar rencana mbahKung..


    Semua respon dari saya juga terjadi secara spontan saja Ngai 😀

    [Reply]

  9. Hihihihihihi.. Cerdas sekali Pak Mars. Sungguh diluar rencana saya pada akhirnya bingung memutuskan tema utama tulisan njenengan. Yatapi sangat menikmatinya Pak.. 🙂


    Intinya ya pada “diluar rencananya” itu Mas, bukan pada penulisan kata “diluar” 😀

    [Reply]

  10. Hehehe

    intinya …
    para ahlilah yang menentukan … mana yang biasa dan mana yang anomali … mana penulisan yang benar … mana penulisan yang salah …

    (mudah-mudahan saya tidak berlebihan jika berkata … itu suka-suka mereka … para ahli bahasa tersebut …)(hahahaha)

    So … jika mau berbuat suka-suka … jadilah sang ahli …)

    salam saya Pak Mars


    Semua kita adalah ahli di bidangnya Om… 😀

    [Reply]

  11. diluar rencana saya bertandang di rumah pak Mars ini…diluar juga lagi hujan malah…bener2 diluar pemikiran nih…


    Berarti hari ini hujan merata Mas, karena di Kendal juga hujan

    [Reply]

  12. Mimpi dikejar pocong pun juga diluar rencana saya. . .
    Tadi lupa tidak klik kotak anti spam, itu pun diluar rencana.


    Kalau klick kotak anti spam itu memang saya rencanakan

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Maksudnya, saya tadi lupa ngeklik kontak anti spam. Tapi tidak saya rencakana kelupaan iniii. Begitu lho, Pak. . ..


    Karena sekarang berhasil komen, berarti sudah ngeklick ya Mbak

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Yooooooooooooooiiiiiiiiiiiiiiii…


    Iyaaaaaaaaa…..

    [Reply]

  13. kalau makan2 saya sering diluar recna pakde..tau kan maksudnya xixixi..tapi pembahasan diluar ini bisa diterima heee


    Maksudnya gimana Bli ? 😀

    [Reply]

  14. Saya termasuk yang memilih untuk tetap berada ‘di luar’, Pak Mars 🙂


    Di luar daerah, apa di luar Jawa atau di luar negeri Mbak?

    [Reply]

  15. masalahnya…. keluar diluar atau di dalam pak? 😀 😛


    Yang bisa jawab pastinya mereka2 yang pernah keluar di luar dan pernah keluar di dalam Bu… 😀

    [Reply]

  16. Guru bahasa Indonesiaku pas jaman SMP ngasih rumus untuk kata2 yg penulisannya dipisah. Caranya gampang, cukup tambahi imbuhan me. Kalo kata itu gak cocok dikasih imbuhan me, maka penulisan di harus dipisah.

    Contoh: disambung apa di sambung? Tinggal kasih imbuhan me. Menyambung. Oke cocok, berati penulisan di nggak dipisah.

    Di luar atau diluar? Coba kasih imbuhan me. Meluar? Kayaknya gak cocok, jadi penulisannya harus diiiii…. pisah pak. Di luar.

    Di sana misalnya. Apakah cocok menyana? berati di nya harus dipisah. hehehe..


    Kan sudah saya katakan, bahwa khusus untuk kata “di luar” itu sama2 benar, mau dipisah apa digandeng dua2nya sah… 😀

    [Reply]

  17. Baru tau kalau dua-duanya benar Pak, saya sangat gak memperhatikan cara penulisan 🙁 karena gak paham 🙁
    Suka penjabaran dan juaga suka intu pembahasannya Pak..
    Salah hormat kulo.


    Hormat saking kulo ugi… 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *