Home > Jawa > Dluwang

Dluwang

November 4th, 2011 Leave a comment Go to comments

Satu lagi koleksi kata dari bahasa lokal daerah saya. Namanya dluwang, benda yang amat dibutuhkan dalam aktifitas pendidikan maupun perkantoran. Dluwang adalah kata lain dari kertas, benda tipis dan rata hasil kompresi serat pulp. Serat ini alami dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa.

Dluwang dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain. Uang, dokumen dan catatan penting lainnya juga terbuat dari dluwang. Dluwang juga merupakan revolusi baru yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia.

Masih banyak istilah lokal lain yang kadang ngangeni untuk didengar lagi, sekalian memutar waktu mundur kembali kemasa kecil, masa didesa kelahiran saya. Selain gendul dan dluwang, beberapa istilah lain misalnya glepung, pit, udut dll. Tinggal tunggu giliran.

~ Grazie ~
Categories: Jawa
  1. usagi
    November 4th, 2011 at 12:00 | #1

    dluwang..
    pengucapannya gimana pak de..

    [Reply]

  2. November 4th, 2011 at 12:50 | #2

    kalau ditempat aku malah disebut Bujang-bujang

    [Reply]

  3. Achmad Sholeh
    November 4th, 2011 at 13:05 | #3

    jadi ingat jaman kecil di kampung pak

    [Reply]

  4. November 4th, 2011 at 14:57 | #4

    Klo ini istilah masa kecil saya pak :
    godog : main kasar
    jontlop : saat main kelereng, susah didefinisikan…wkwk
    manyak : terlalu maju dr garis batas…
    sekuk : saat main kelereng…, mff susah didefinisikan lagi….

    [Reply]

  5. November 4th, 2011 at 15:03 | #5

    Kalo denger kata dluwang, yang terlintas di kepala adalah uang kertas. Padahal dluwang kan artinya kertas ya, bukan uang kertas. Hehehe…

    [Reply]

  6. November 4th, 2011 at 15:50 | #6

    perbendaharaan kata bahasa jawa jaman2 dulu memang bikin kangen ya pak,,
    dluwang, ahirnya saya jadi inget juga, dulu juga pernah pake kata2 itu…

    [Reply]

  7. November 4th, 2011 at 19:48 | #7

    Saya baru tau kalau dluwang itu adalah kertas …

    Salam saya Pak Mars

    [Reply]

  8. November 4th, 2011 at 21:22 | #8

    jauh amat ya pak dluwang sama kertas
    kalau di daerahku gampang … kertas itu karotes,
    karena orang Batak itu nggak bisa nyebut dua konsonan berdekatan he..he…, jadi ya tinggal nambahin sisipan aja

    mesjid aja jadi masojid ha..ha…, truk jadi toruk

    [Reply]

    LJ Reply:

    hampir mirip kak monda, di bukik kertas disebut karateh..

    jadi klo uang kertas bilangnya ‘Wang Dluwang’ ya pak..? 😛

    [Reply]

  9. Nchie
    November 4th, 2011 at 22:00 | #9

    Aku baru tau Pak Mars..
    Nambah kosakata Bahasa Jawa lagi nih..

    [Reply]

  10. November 5th, 2011 at 09:58 | #10

    terima kasih infonya yaa..salam kenal slalu

    [Reply]

  11. Masyhury
    November 5th, 2011 at 13:05 | #11

    Duh, itu bahasa apa ya pak?
    haha… lucu-lucu kosa katanyann. 😀

    [Reply]

  12. November 6th, 2011 at 16:42 | #12

    sedikit beda pakde, kalo di tempat saya namanya druwang

    [Reply]

  13. arisnb
    November 7th, 2011 at 21:41 | #13

    dadi eling waktu nang ndesa pas numpak pit unto lanang songko samping soale durung iso numpak nang nduwur, pas ngebut nabrak pager tritis sirahku benjut

    [Reply]

  14. November 8th, 2011 at 10:22 | #14

    Semakin melengkapi dan mengingat perbendaharaan kosa kata. Terimakasih Pak.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    [Reply]

  15. November 8th, 2011 at 17:42 | #15

    Ini saya pernah denger tapi sudah jarang diucapkan. Dalam bahasa sunda Daluwang. Mirip ya 😀

    [Reply]

  16. November 11th, 2011 at 09:27 | #16

    Saiki wis arang wong ngomong dluwang, pakdhe. Seperti sudah saya tulis kemarin, bahasa nasional sudah membunuh bahasa daerah secara perlahan-lahan.

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~