Duka Nestapa

Suka dan duka adalah pasangan abadi yang datang silih berganti. Itu hukum alam. Demikian juga dengan perjalanan saya tempo hari, ada kisah suka tapi juga tak luput dari duka.

Dan berikut ini adalah duka nestapa yang saya alami.

NESTAPA DI NEGERI SENDIRI

Masih di negeri sendiri sudah dihadapkan pada birokrasi aneh yang hanya ada di Indonesia. Setiap warga yang keluar negri musti menunjukkan kartu NPWP. Kalau tidak, kita akan dikenai biaya tambahan yang cukup besar. Sungguh aneh tapi nyata.

MENUNYA AROMA JAMU MELULU

Makanan banyak, tapi hampir semuanya nggak familiar dengan lidah saya. Bumbunya kayak aroma jamu. Saya nggak tau rempah2 apa yang mereka pakai, rasanya mirip2 masakan India.

Saya agak tau kalau itu mirip bumbu masakan India karena saya pernah bertetangga dengan orang India dan mereka sering mengirim masakan buat keluarga saya.

KOMUNIKASI BIAYA TINGGI

Kalau di Indonesia, pulsa 100 ribu bisa dipakai seminggu dua minggu, tapi di luar negeri 100 ribu habis dalam masa beberapa menit. Ganti kartu juga sudah saya coba tapi jatuhnya sama saja mahal dan malah ribet.

Tulisannya $ 15 tapi dijual dengan harga $20, dan pulsanyapun habis dalam tempo sekian menit dowang.

JUAL BELI SELALU RUGI

Agar hidup terasa lebih hidup, mau tak mau kita harus tukarkan rupiah dengan mata uang asing. Disinilah sangat terasa betapa kita dalam posisi yang selalu kalah dan merugi. Beli maupun jual kembali adanya rugi melulu. Untuk MYR (Ringgit Malaysia) kita beli seharga Rp. 2.849 dan kalau dijual kembali cuma Rp. 2.817.
Sementara untuk SGD (Dolar Singapura) kita beli Rp. 6.558, jual Rp. 6.427
Pokoknya jual dan beli adanya rugi melulu.

DIANGGAP PENYELUNDUP

Keimigrasian Malaysia pilih kasih. Ketika ada pendatang dari Indonesia langsung dicurigai dan diperlakukan beda dengan negara lain. Beberapa dus bawaan dibuka paksa dan diteliti satu2. Tiket pulang juga harus ditunjukkan saat kita baru datang.

Mereka harus memastikan bahwa kita tidak berlama2 di Malaysia dan takut kalau kita cari kerja dinegaranya.

KOPER SUPER DUPER

Seperti pernah saya tulis, koper saya jebol retsletingnya mungkin ketarik paksa di bagasi atau di ban berjalan. Saya mesti beli lagi, dengan kurs yang lebih mahal. Inilah foto close up koper saya…

Saya terpaksa merelakan koper itu untuk saya tinggal dinegeri orang. Koper penuh kenangan yang sudah sering temani perjalanan saya ke Jakarta, Bali, Palembang dan banyak kota lainnya.

Duka nestapa adalah sebuah pembelajaran, dan yang namanya pembelajaran itu memang mahal harganya.

39 thoughts on “Duka Nestapa

  1. Jadi bingung mau baca yang mana? Koran tempo sekarang warna warni oe

    [Reply]

    Mars Reply:

    Baca mana aja silakan Mas…

    [Reply]

  2. tapi tidak banyak lho pak orang Indonesia yang beli koper sampai ke Negeri Tetangga

    [Reply]

    Mars Reply:

    Kancaku teko jlog malah kacamate tugel Mas…
    Terpaksa juga beli di sana…

    [Reply]

  3. Cinta produk indonesia hehehe

    [Reply]

    Mars Reply:

    Kalau elektronik saya kurang cinta produk Indonesia… 😀

    [Reply]

  4. ngabsen pak mar….

    soal kartu telp pak mar salah beli tuh!! ada kog kartu idd di malaysia yg buat nelp ke indo jadi 3 jam harganya cuma 10 ringgit

    [Reply]

    Mars Reply:

    Ini yg Singapura Mas…
    $20 itu sekitar 140 ribu…

    Saat di Malaysia saya pakai Simpati biasa yg juga bisa langsung aktif.

    [Reply]

    delia Reply:

    Kalo disngapore emang mahal 🙁
    biasanya dari sana lia nlp pake public phone aja..
    pake koin 1 dollar lebih murah nlp ke Indonesia dari pada beli call card ^_^

    [Reply]

  5. semoga pembelajarannya bisa di jadikan guru sepanjang waktu, dan moga cerahlah ini negeri… huft…

    [Reply]

    Mars Reply:

    Makasih Mas…

    [Reply]

  6. lha itu biaya komunikasi mahal karena dipake international ato gmn pak?

    [Reply]

    Mars Reply:

    Iya Mas…
    Kalau antar negara mahalnya bukan main

    [Reply]

  7. Apapun aturannya inilah wajah negeri kita Pak Mars.. Negeri Tercinta Indonesia Raya..
    Selalu dan selalu unik walau kadang mencekik hingga mendelik, meski wong cilik menjerit karena paceklik..

    [Reply]

    Mars Reply:

    Hiduplah Indonesia Raya

    [Reply]

  8. Ya biasa bakule minta untung tidak minta rugi, … Bisa beli koper di luar negeri, dan koper yang lama ditinggal. Lha kalau rusaknya di Kendal, … tak pek pak … tak panggilkan tukang permak untuk ganti retsluiting

    [Reply]

    Mars Reply:

    Nek di lakban dadi anyar maneh Pak

    [Reply]

  9. Waduh banyak juga ya dukanya, tapi mungkin banyak sukanya juga.
    Mahal juga ya biaya nelpon di negeri tetangga, enakan kalok orang sana maen ke Indonesia, beli apa apa murah jadinya !

    [Reply]

    Mars Reply:

    Pokoknya enak di negeri sendiri…
    Makanan murah, cocok dilidah

    [Reply]

  10. pengaLaman yang menarik ya Pak..
    kapan aku bisa keLiling dunia ya?

    [Reply]

    Mars Reply:

    Kalau terlalu lama kayaknya jenuh juga dan masih enakan di negeri sendiri

    [Reply]

  11. hehhee, aroma jamu itu bikin selera makan Pak Mars hilang selama seminggu.. emangnya ngga ada warteg disana pak?

    meski ada nestapanya, tapi senang ya bisa jalan-jalan dan pulang bawa ilmu juga kenangan dari negeri orang. Aku belum pernah Pak, semoga suatu saat punya rejeki main kesana entar kucari lagi koper kesayangannya Pak Mars,kukirimin ke Kendal.. tunggu aja yaa.

    [Reply]

    Mars Reply:

    Nggak cuma makanan tapi juga minuman Bun…
    Teh biasa susah didapat.
    Adanya teh yang ada campurannya itu

    [Reply]

  12. Dulu padahal ada yang kritik kalo biaya telpon kita yang termahal …
    Btw berarti bener cerita orang juga kalo Malaysia pilih kasih … terlalu menganggap remeh negeri ini di segala sektor rupanya 🙁

    [Reply]

    Mars Reply:

    Mahalnya itu kalau dari sana ke Indonesia Mas…
    Kalau sesama orang sana mungkin lebih murah.

    Petugas Imigrasi Malaysia galak2 dan arogan

    [Reply]

  13. masih nyaman di negeri sendiri..

    [Reply]

    Mars Reply:

    Bagi sebagian besar orang mungkin iya…

    [Reply]

  14. Sesuk ceritane sing asik asik ditambahi meneh to pakkkk…. Nonton tipi acarane wong padu lan berita sedih…. Neng blog kok yo podo… 🙂

    [Reply]

  15. Iya pak… Lia sering banget berantem disini karena system pilih kasih mereka 🙁
    tapi krn lia rasa lia benar lia nyerocos aja.. lia bilang kalian bisa maju jg karena rakyat Indonesia.. Siapa yg membangun negara kalian kalo bukan kami ? dan banyak lulusan Indonesia menjadi ahli ditempat kalian 🙁 (Lahh kok lia marah ya pak.. heheheh

    Walaupun lia tidak pernah mendapat perlakuan buruk disini.. tetap aja lia lebih suka diIndonesia.. dan gak sabar untuk Pulang…..^_^

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *