Home > Realita > EndoneSa…Sa…Sa…Sa…

EndoneSa…Sa…Sa…Sa…

August 5th, 2010 Leave a comment Go to comments

Ini bukan tentang Indonesia tapi EndoneSa. Ada tiga kata kunci tentang Endonesa yaitu dipakSa, terpakSa dan biaSa. Saya menyebutnya EndoneSa…Sa…Sa…Sa…

Konon,
Di negara EndoneSa ini segala sesuatu akan jadi biaSa setelah dipakSa. Pakai helm misalnya. Pada awalnya musti dipakSa dengan undang2. Meski dilakukan dengan rasa terpakSa, tapi lama2 pakai helm jadi hal biaSa.

Merokok juga gitu. Mula2 dipakSa pakai Perda atau sejenisnya. Dengan sangat terpakSa, para perokok akan mematuhinya. Karena berlangsung terus menerus, lama2 juga akan biaSa.

Lalu kompor gas. Masyarakat dipakSa mengkonversi diri ke gas LPG. Dengan sangat terpakSa, mereka beralih ke tabung yang sering meledak. Korban berjatuhan, tapi yang berwenang melihatnya dengan biaSa2 aja…

NB :
Jangan mau dipakSa, jangan pernah memakSa. Jangan lakukan jika merasa terpakSa.
Jadilah anti biaSa. Kita di Indonesia, bukan di EndoneSa. Dirgahayu Republik Indonesia!

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. August 7th, 2010 at 00:54 | #1

    Yang saya takutkan nantinya Rokok akan dikonversi ke Sirih. Masa iyah bapak2 nyirih?? (lmao)


    Wah, kalau itu jangan sampai Om… 😀

    [Reply]

  2. Mamah Aline
    August 7th, 2010 at 01:05 | #2

    contoh lain dari EndoneSa, rakyat kepaksa beli sembako harga selangit atau kepaksa digusur rumahnya…

    [Reply]

  3. Mars
    August 7th, 2010 at 06:32 | #3

    Iya mBak…
    Sekali2 kita harus coba berpikir di luar kotak
    Asal nggak selalu kayaknya oke juga.
    Salam untuk mBak Ceuceu…

    [Reply]

  4. August 7th, 2010 at 08:35 | #4

    Tidak peka, korban sudah berjatuhan melebihi korban teroris dan lebih kejam dari teroris, apa masih tunggu korban lagi, inilah cara kerja pengambil kebijakan di Indonesia, bukan endonesa!

    [Reply]

    aura pelupa Reply:

    booom!

    [Reply]

  5. Satria Yudha
    August 7th, 2010 at 09:42 | #5

    MERDEKA !!!
    he..he

    [Reply]

  6. Coba Diklik
    August 7th, 2010 at 15:06 | #6

    Kui kanggo kabeh sing maca pak.

    [Reply]

  7. TKB
    August 7th, 2010 at 15:09 | #7

    AnaliSanya sungguh luar biaSa pak. Sep.

    [Reply]

  8. Mars
    August 7th, 2010 at 17:50 | #8

    Sudah mendarah daging dan nggak ada pilihan lain 😀

    [Reply]

  9. Mars
    August 7th, 2010 at 17:51 | #9

    Akhirnya semua serba dipaksa Mas

    [Reply]

  10. Mars
    August 7th, 2010 at 17:52 | #10

    Makasih Om NH…
    Salam hangat dari Kendal

    [Reply]

  11. Mars
    August 7th, 2010 at 17:54 | #11

    Saya juga begitu kok Pak…
    Salam!

    [Reply]

  12. Mars
    August 7th, 2010 at 17:55 | #12

    Oleh2e diparani ning Kendal yo…
    Aku gak sempat ngeterke ning Salatiga 😀

    [Reply]

  13. Mars
    August 7th, 2010 at 17:55 | #13

    Makasih Mbak Iyha…
    Met mencoba sepeda barunya

    [Reply]

  14. Mars
    August 7th, 2010 at 17:56 | #14

    Bhuahahaha…
    Saya sudah nunggu2 ceritanya…
    Nggak terasa sudah setaun ya Mas

    [Reply]

  15. Mars
    August 7th, 2010 at 17:57 | #15

    Ya itu sekalian ngkritik juga 😀

    [Reply]

  16. Mars
    August 7th, 2010 at 17:57 | #16

    Avatare anti biasa…
    Koyo foto manten 😀

    [Reply]

  17. Mars
    August 7th, 2010 at 17:58 | #17

    Merdeka!

    [Reply]

  18. Mars
    August 7th, 2010 at 17:58 | #18

    Semoga nggak terulang Mas…
    Salam untuk Mas Yayat sekeluarga

    [Reply]

  19. Mars
    August 7th, 2010 at 17:59 | #19

    Di Philipina 😀

    [Reply]

  20. Mars
    August 7th, 2010 at 17:59 | #20

    Saya yang maksa saja 😀

    [Reply]

  21. Mars
    August 7th, 2010 at 18:00 | #21

    Makasih Mas Budes… 😀

    [Reply]

  22. Mars
    August 7th, 2010 at 18:00 | #22

    Paling enak emang saenaknya 😀

    [Reply]

  23. Mars
    August 7th, 2010 at 18:00 | #23

    Kayaknya kebanyakan begitu

    [Reply]

  24. Mars
    August 7th, 2010 at 18:01 | #24

    Hati2 kalau ada JakSa lho…

    [Reply]

  25. Mars
    August 7th, 2010 at 18:01 | #25

    Fenomena yang selalu kita lakukan

    [Reply]

  26. Mars
    August 7th, 2010 at 18:02 | #26

    Jangan sampai kecanthol… thol… thol…

    [Reply]

  27. Mars
    August 7th, 2010 at 18:03 | #27

    Iya Bli…
    Jawabannya klasik banget ya

    [Reply]

  28. Mars
    August 7th, 2010 at 18:04 | #28

    Makasih Mas
    Salam hangat !

    [Reply]

  29. August 7th, 2010 at 18:57 | #29

    sa…sa…sapi…

    [Reply]

  30. Blogger Cikarang
    August 7th, 2010 at 19:48 | #30

    he..he..
    betul juga ya pakdhe, harus dipaksa dulu dengan sedikit penekanan 😀
    lama-lama jadi biasa 🙂

    [Reply]

  31. addiehf
    August 7th, 2010 at 19:53 | #31

    fatwa ngeBLOG haram kira2 kapan yah pa dikeluarkan (rofl)

    [Reply]

  32. August 7th, 2010 at 20:06 | #32

    Inti artikel diatas cocok dengan peribahasa “alah bisa karena biasa, biasa karena terpaksa atau dipaksakan”. inilah yang biasa dipakai sebagaian orang untuk mendidik dirinya, anaknya, ataupun -nya yang lain. sekarang bagaimana kalau paradigmanya kita rubah menjadi “alah bisa karena biasa, biasa karena tumbuh kepahaman dari hati dan pikirannya akan manfaat dan kerugiannya”.
    Salam pak guru…

    [Reply]

  33. riFFrizz
    August 7th, 2010 at 20:16 | #33

    yang penting saya nggak siperkoSa

    [Reply]

  34. August 8th, 2010 at 18:36 | #34

    analisa nya Pak Guru sekarang sudah tidak anti biasa lagi……………..
    tetapi luarrrr biasa…………..
    salut dengan Pak Guruku ini……
    salam

    [Reply]

  35. Warung Online
    August 16th, 2010 at 00:54 | #35

    Mantabs sindiran untuk kondisi bangsa yg kita cintai ini… semoga aja ada pemimpin kita baca postingan ini, meskipun mungkin sedikit peluangnya mengingat kesibukan mereka….

    [Reply]

  36. January 5th, 2011 at 21:22 | #36

    Expericence is not what happens to a man; it is what a man does with what happens to him.

    [Reply]

Comment pages
1 2 5174
  1. August 7th, 2010 at 14:59 | #1
  2. August 9th, 2010 at 11:44 | #2

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~