EndoneSa…Sa…Sa…Sa…

Ini bukan tentang Indonesia tapi EndoneSa. Ada tiga kata kunci tentang Endonesa yaitu dipakSa, terpakSa dan biaSa. Saya menyebutnya EndoneSa…Sa…Sa…Sa…

Konon,
Di negara EndoneSa ini segala sesuatu akan jadi biaSa setelah dipakSa. Pakai helm misalnya. Pada awalnya musti dipakSa dengan undang2. Meski dilakukan dengan rasa terpakSa, tapi lama2 pakai helm jadi hal biaSa.

Merokok juga gitu. Mula2 dipakSa pakai Perda atau sejenisnya. Dengan sangat terpakSa, para perokok akan mematuhinya. Karena berlangsung terus menerus, lama2 juga akan biaSa.

Lalu kompor gas. Masyarakat dipakSa mengkonversi diri ke gas LPG. Dengan sangat terpakSa, mereka beralih ke tabung yang sering meledak. Korban berjatuhan, tapi yang berwenang melihatnya dengan biaSa2 aja…

NB :
Jangan mau dipakSa, jangan pernah memakSa. Jangan lakukan jika merasa terpakSa.
Jadilah anti biaSa. Kita di Indonesia, bukan di EndoneSa. Dirgahayu Republik Indonesia!

89 thoughts on “EndoneSa…Sa…Sa…Sa…

  1. contoh lain dari EndoneSa, rakyat kepaksa beli sembako harga selangit atau kepaksa digusur rumahnya…

    [Reply]

  2. Iya mBak…
    Sekali2 kita harus coba berpikir di luar kotak
    Asal nggak selalu kayaknya oke juga.
    Salam untuk mBak Ceuceu…

    [Reply]

  3. Tidak peka, korban sudah berjatuhan melebihi korban teroris dan lebih kejam dari teroris, apa masih tunggu korban lagi, inilah cara kerja pengambil kebijakan di Indonesia, bukan endonesa!

    [Reply]

    aura pelupa Reply:

    booom!

    [Reply]

  4. Pingback: Guru killer vs guru gaul | NGEBLOG UNTUK DAKWAH
  5. he..he..
    betul juga ya pakdhe, harus dipaksa dulu dengan sedikit penekanan 😀
    lama-lama jadi biasa 🙂

    [Reply]

  6. Inti artikel diatas cocok dengan peribahasa “alah bisa karena biasa, biasa karena terpaksa atau dipaksakan”. inilah yang biasa dipakai sebagaian orang untuk mendidik dirinya, anaknya, ataupun -nya yang lain. sekarang bagaimana kalau paradigmanya kita rubah menjadi “alah bisa karena biasa, biasa karena tumbuh kepahaman dari hati dan pikirannya akan manfaat dan kerugiannya”.
    Salam pak guru…

    [Reply]

  7. analisa nya Pak Guru sekarang sudah tidak anti biasa lagi……………..
    tetapi luarrrr biasa…………..
    salut dengan Pak Guruku ini……
    salam

    [Reply]

  8. Mantabs sindiran untuk kondisi bangsa yg kita cintai ini… semoga aja ada pemimpin kita baca postingan ini, meskipun mungkin sedikit peluangnya mengingat kesibukan mereka….

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *