Fiksi Mini : Lupa


Ketika akan memakai sepatu hadiah dari kakeknya, dia tampak kebingungan.
Rupanya dia lupa kalau dirinya hanyalah seekor anak cacing.


Demam fiksi mini ternyata nggak mudah saya hilangkan dari kepala. Saya seperti terhipnotis dan demikian kecanduan pada apa yang didefinisikan orang sebagai fiksi mini itu. Selain bisa saya manfaatkan sebagai waktu jeda untuk ambil nafas dan menurunkan temperatur setelah berkutat dengan kode2 html, fiksi mini juga aman dari perdebatan dan polemik. Yang bikin maupun yang komentar bisa bebas memaknainya.

Hal ini sangat beda dibanding tulisan dengan tema tertentu atau postingan yang padat teori. Apalagi tulisan yang berhubungan dengan pendapat, pastilah terjadi pro dan kontra. Berdasar pertimbangan itulah sekali waktu saya akan menyisipkan tulisan fiksi mini sebagai selingan dan cari aman. Aman dari perbedaan dan aman dari perdebatan.

Karena ini baru awal, maka saya merasa perlu menulis panjang lebar tentang apa yang akan saya lakukan. Kalau seterusnya ya langsung fiksi mininya ajah…

48 thoughts on “Fiksi Mini : Lupa

  1. kakeknya juga bingung pak.. piye mau pake sepatunya.. makanya dihadiahkan ke cucu tercintanya 🙂

    [Reply]

    Mars Reply:

    Kakeknya itu kambing kok Mas…
    Selingkuh dengan cacing

    [Reply]

    oyen Reply:

    nek ngono anake kancing 😛

    [Reply]

  2. kira-kira kakeknya beli sepatu dimana ya ? :d

    [Reply]

    Mars Reply:

    Di Agen Adidas Mas…

    [Reply]

    oyen Reply:

    husss…ojo ngomong merek, di somasi engko 😛

    [Reply]

  3. Cacing juga berhak memakai sepatu baru …
    ini hak warga negara …
    dan dilindungi undang-undang …

    (berteriak-teriak … menari-nari …
    pake jaket warna-warni … berlambang di dada kiri …
    mengecam kiri kanan … sok jago …
    mengepalkan tangan keatas …
    di bundaran HI …
    koyo yak-yak-o …

    seperti biasanya …)

    Hehehe

    Salam saya

    [Reply]

  4. hasyeeeek Mr.M keranjingan fiksi mini 🙂

    kira kira ukuran sepatu anak caccing itu nomer berapa yah Mr.M 😀

    ** Mr.M,masih ada yang mendebatkan soal fiksi mini,ada yang tidak suka,tapi aku memandangnya sebagai perbedaan yang indah,aku memandang dari sisi yang lain,sekalipun dia tidak suka,selalu saja ada pro dan kontra………….**

    [Reply]

  5. HAHAHAHA…. tapi seru loh maenan fiksi mini. Tapi sayang, ane rada bingung gimana nulisnya. Beneran deh salut banget ama orang-orang yang bisa nulis bagus-bagus dan bisa bikin ngakak hanya dengan beberapa kata saja.

    [Reply]

  6. lain kali langsung fiksi mininya ajah…
    ciee centil banget sekarang.. pake ‘ajah’

    Oyeennn, Prof Marsa belajar centil 😀

    [Reply]

    oyen Reply:

    yo ngono iku Bun nek deket sama Blogger cantik kek kite, ganjen 😀

    [Reply]

    Hari Mulya Reply:

    untuk aku jadi anaknya Bundo, jadi ga centiL2 amat…

    [Reply]

  7. weekkekekeekkekke….. jadi ingat kartun yang cacingnya pake sepatu….

    Cacing pingin bergaya juga ^_^

    [Reply]

    oyen Reply:

    tergantung cacingnya Mbak Del, nek cacing kampong Jengkol gak kek cacing di kampong Tjap Kopoe, semua nurut-nurut, gak pada minta sepatu, walaupun sudah pada masuk SD 😀

    [Reply]

  8. banyak ketersengalan makna pada fiksi mini..
    dan banyak lupa pula untuk ingat baris kalimatnya
    yang tertinggal adalah ketersengalan itu sendiri

    [Reply]

  9. menurut saya fiksi mini itu gampang-gampang susah..
    n kebanyakan isinya sadis2… 😀

    [Reply]

    mars Reply:

    Iya Mas…
    Tentang kematian, kecelakaan dll.
    Punya saya yg ini sadiskah? 😀

    [Reply]

    oyen Reply:

    ra nduwe sikil kok dikei sepatu, kui ra mung sadis, tapi nyindir, gawe loro ati, marakke stress, stroke, kejang-kejang…parah to? 😛

    [Reply]

  10. Kakeknya nggak bingung karena kambing. Jadi punyak kaki

    [Reply]

    oyen Reply:

    ra nduwe sikil nek gocekan cagak ra bakal bingung Pak’e 😛

    [Reply]

  11. pak mars kecanduan fiksi mini?
    hmm, itu membenarkan iklan di tipi bahwa cowok itu lebih suka yang mini,
    hihi…

    [Reply]

  12. Yups neh, si fikmin pun begitu menggoda saya Pak, malah bikin blog khusus yang isinya fikmin ini, meski juga dicampur humor puisi dan lirik lagu, biar tambah aneh. He
    Oiya, Sepatuya kebesaran ya, ato kebagusan… 😉

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *