Ganti Label

Tren ganti istilah amat sering terjadi tanpa jelas tujuan dan esensinya. Yang ngganti istilah nggak peduli masyarakat jadi bingung apa tidak. Hal yang sama terjadi juga di sekolah.

Dulu SMP pernah diubah jadi SLTP, SMA jadi SMU lalu STM dan SMEA keduanya diganti SMK. Dengan ganti menjadi SMK, orang jadi susah membedakan mana STM mana SMEA. Ketika masyarakat mulai menyesuaikan, tiba2 dikembalikan lagi. SLTP jadi SMP, SMU jadi SMA tapi STM dan SMEA malah tetap SMK.

Perubahan yang lain adalah siswa dan kelas. Siswa diganti menjadi peserta didik dan kelas diganti rombongan belajar. Sungguh sebuah istilah yang aneh dan sulit. Yang aneh adalah istilah beasiswa tetap dipakai, tidak ganti menjadi bea peserta didik. Demikian juga wali kelas tetap wali kelas, nggak berubah jadi wali rombongan belajar.

Mungkin pejabat kita hoby gonta ganti label. Ironisnya, yang dibenturkan adalah masyarakat dengan pihak sekolah. Padahal sekolah itu cuman nelan mentah atas perubahan istilah, bukan yang mengambil keputusan. Entah nanti labelnya ganti apa lagi…

21 thoughts on “Ganti Label

  1. padahal substansinya itu-itu juga ya pak ?
    Saya sependapat kadang kebijakan seperti itu suka membingungkan ๐Ÿ™

    [Reply]

    oyen Reply:

    matematika diganti opo Pak’e? ๐Ÿ˜€

    [Reply]

    alamendah Reply:

    Katanya mau diganti ilmu hitung… biar lebih berasa indonesia
    hehehehe

    [Reply]

    oyen Reply:

    berarti engko pak Mars diundang Pak Guru Mutung alias Pak Guru Ilmu Itung…bukan begitung? ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ :D… LOL.mode.on

  2. Pingback: Tweets that mention metaMARSphose ยป Ganti Label -- Topsy.com
  3. SMU sampai sekarang masih dipakai, khususnya di Jawa Timur : Sekolah Menengah Uatas ๐Ÿ™‚

    [Reply]

  4. Sy masih sekolah di SMK yang STM. Katanya sh sekolah internasional, sekolah favorit walo dalemnya banyak kekurangan.

    [Reply]

  5. ganti pejabat ganti kebijakan pak, itu sudah biasa karena kalau ndak ganti dikira tidak kerja

    [Reply]

  6. mungkin biar kelihatan kalau bekerja dan berfikir maka istilah-istilah itu musti diganti

    [Reply]

  7. kalo saya cuman mendo’akan semoga MetaMarsphose ndak ikut2an berubah.
    Soale nanti simbah gugel jadi bingung. heheheeeee

    [Reply]

  8. Dulu pemirsa TV mau diganti menjadi pemerhati, tapi gak gitu lagi-akhirnya hilang.
    Efektif efisien diganti sangkil mangkus-juga gak gitu laku-akhirnya juga hilang
    Coffee shop mau diganti warung kopi-mereka yang berdasi menolak mentah2

    Ada2 saja ya
    salam hangat dari BlogCamp

    [Reply]

  9. hehhe, rombongan.. apa ngga malah bikin siswa jadi doyan tawuran secara berombongan.
    mulai aneh2 lagi ya Pak.

    [Reply]

  10. mudah2an jangan suka gonta ganti istri aja ya Pak Mars….Istilah Istri jadi pendamping wanita bisa gak Pak Mars?, xoxoxoxox .Salam hangat dan sayang selalu.Yanti.

    [Reply]

  11. Memang membingungkan …., gak cuman di pendidikan aja kayaknya …. di bidang lain juga kadang terjadi seperti itu, cuman intinya yaaa itu2 juga ….. programnya kaya kurang berkesinambungan dan sistematis, lebih terkesan trend sesaat ….

    [Reply]

  12. Hehehe, saya dulu lulusan SMU 1 Ma. Bulian. Sebelumnya, SMU itu namanya SMA 1 Ma. Bulian, eh, setelah saya lulus namanya ganti lagi menjadi SMA 1 Ma. Bulian. Apa bedane sih?

    Mudah-mudahan komentar yang ini keluar.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *