Garis Pemisah

Sedekat apapun posisi orang yang satu dengan lainnya pasti ada garis pemisah antar mereka. Saudara kembar terpisah oleh nama, pasangan suami istri terpisah secara jenis kelamin, rakyat yang mengaku sebangsa dan setanah air terpisah oleh partai yang diikutinya dll dll.

Keberadaan garis pemisah wajib hukumnya. Kalau semua jadi pemain, yang nonton siapa? Dan kalau semua jadi penonton, apa yang mau ditonton jika nggak ada pemainnya.

Kalau semua jadi dokter, yang nanam padi siapa?
Kalau semua jadi petani, yang ngeblog siapa?
Kalau semua jadi blogger, yang masak siapa?
Kalau semua jadi koki, yang nangkap maling siapa?
Kalau semua jadi polisi, yang mengajar siapa?
Kalau semua jadi guru, yang masang bom siapa?
Kalau semua jadi teroris, yang korupsi siapa?

Kalau semua jadi Akil Mochtar, maka kita punya nama yang sama.
Maka dari itu perlu dipisah oleh garis pemisah

16 thoughts on “Garis Pemisah

  1. Semua punya peran sendiri-sendiri …
    Semua punya latar belakang sendiri-sendiri …
    Semua punya motif sendiri sendiri

    Salam saya

    Iya Om…
    Semua menduduki posisinya 😀
    Salam juga untuk Om NH sekeluarga

    [Reply]

  2. Itulah hebatnya garis itu, ada namun tidak telihat, tapi terasa.
    Salam wisata

    Iya Pak, semua kita merasakan keberadaan garis itu.
    Ada garis waktu, ada garis tempat dan ada garis hidup

    [Reply]

  3. itulah kehebatan ciptaan-Nya, masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri, yang saling melengkapi satu sama lain.

    kalau semua jadi AM, pasti uang di dunia akan habis buat disimpen di kardus ya Pak…hehehehe

    Di Tas Biru Mbak 😀

    [Reply]

  4. Garis ini juga sebagai pembeda ya, Pak.
    Banjarnegara-Kendal. Tuh, ada garis pemisahnya. Eh, itu penghubung ding, ya. :mrgreen:

    Garis Lintang dan Bujur 😀

    [Reply]

  5. Akil juga berarti beda Pak.
    Kalau anak kecil mimpi basah namanya Akil Baligh
    Kalau orang dewasa ketangkap basah namanya Akil titik-titik 😀

    Hahahahaha…
    Syarat korupsi memang harus yang sudah akil balig Mbak 😀

    [Reply]

  6. Kalau semuanya kerja kantoran, lalu yang jaga warnet siapa?.

    Heheee… Semuanya proses Pak.

    Tergantung kita masing-masing.

    Tugas harus di emban dengan baik.

    Kalau semua di kantoran susah kalau mau nambal ban atau cari rokok di perempatan 😀

    [Reply]

  7. alhamdulillah,saya hanya jadi yg biasabiasa aja….

    Banyak orang biasa lho Mbak…
    Biasa bohong, biasa pulang telat, biasa ngutang dll…

    [Reply]

  8. Karena ada garis pemisah tentu dibutuhkan garis penghubung. Moga ada konsepnya 🙂

    Wah, iya ya…
    Perlu dipikirkan konsep garis penghubung
    Makasih atas masukannya

    [Reply]

  9. Tetep jadi dokter dong pak hehe horas!

    Kita semua adalah dokter, meski cuma dokter-dokteran 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *