Hadiah Istimewa Untuk Budhe

Mengayuh sepeda menelusuri jalan kampung tak beraspal adalah makanan saya sehari-hari. Pagi sebelum berangkat sekolah, atau siang sepulang sekolah, tugas rutin saya adalah mengantar jahitan pelanggan setianya Bu Dhe.

Sepeninggal Bapak, praktis yang menanggung semua kebutuhanku adalah Pak Dhe dan Budhe. Itulah sebabnya, saya memutuskan untuk tinggal bersama beliau. Diusianya yang hampir 65 tahun, kondisi kesehatan Pak Dhe sangat memprihatinkan. Untuk menutup kebutuhan sehari-hari, Bu Dhe membuka jasa jahitan kecil-kecilan menggunakan “mesin pancal” peninggalan Mbah Putri.

Karena keterbatasan dana pula, maka Bu Dhe hanya memanfaatkan apa yang ada, yaitu mesin warisan yang sesungguhnya sudah tak layak pakai. Untuk mengobras jahitan, terpaksa menggunakan jasa orang lain yang secara tidak langsung akan mengurangi pemasukan. Tapi mau bagaimana lagi, Bu Dhe belum menemukan solusinya.

Mbok coba ngajukan kredit di Koperasi Kecamatan itu Bu Dhe” begitu usulku pada Bu Dhe. Tapi Bu Dhe menolak dengan alasan yang memang sangat masuk akal.
Kredit gimana to Le. Trus kalau disetujui dan cair, nyicilnya piye?” begitu dalih Bu Dhe

Dengan penghasilan yang pas-pasan, mana mungkin Bu Dhe mengajukan kredit ke Bank untuk mengganti mesin jahit sekaligus mesin obrasnya. Kalaupun disetujui, belum tentu juga bisa mengangsur cicilannya.

7 tahun dari saat itu, ketika saya sudah diterima sebagai karyawan pabrik, tanpa sepengetahuan Bu Dhe, saya mengajukan kredit di koperasi tempat saya bekerja. Dan tanpa sepengetahuan Bu Dhe pula, uang itu saya gunakan untuk membeli sesuatu yang amat dibutuhkan Bu Dhe. Sebagian saya belikan mesin obras setengah pakai yang entah diimport dari negara mana, sisanya saya belikan dinamo agar Bu Dhe tak capek lagi diusianya yang renta harus “mancal” mesin tiap hari.

Meski belum seimbang dengan apa yang sudah diberikan oleh Pak Dhe dan Bu Dhe, tapi semoga apa yang saya lakukan ini bisa menjadi Hadiah Istimewa Untuk Budhe.

Artikel fiksi ini seharusnya dikutsertakan dalam Kontes Menulis Cerita Mini, tapi karena terlambat mendaftar, maka nggak jadi.

31 thoughts on “Hadiah Istimewa Untuk Budhe

  1. Meski Pakde ndak mau kasi talih asih buat Pak Mars, tapi tenang aja, Budhe bakal bikinin bajubaru buat Par Mars. Kan, sudah ada mesin jahit baru, hehehe… 🙂


    Semoga BuDhe baca postingan ini Da

    [Reply]

    nique Reply:

    hahaha … ga jadi Uda, mesin jaitnya sudah tak sabotase hahaha


    Mana sempat Ni njahit sendiri…

    [Reply]

  2. Ya sudah, katanya budhe ga suka njait Pak’e, kasihkan bu’e aja kadonya xixixi


    Buk’e males njahit

    [Reply]

  3. Mari kita berkumpul di grup yang telat2 hehehe … ^_^
    Apik kok, ceritane, Pak Mars…


    Iya Bang…
    Kita kumpul bareng sambil nunggu keajaiban 😀

    [Reply]

  4. oohh so sweet om mars.. 😀 *mata berkaca-kaca*

    walaupun belum sebanding tapi sangat amat membantu budhe…. 😀


    Sayangnya terlambat buat diikutkan kontes Mbak

    [Reply]

    Niar_CiLukBaa Reply:

    ndak apah om.. budhe udah sneng kuq baca postingan na om … 😀


    Semoga sich begitu

    [Reply]

  5. bagus mbahKung.. meskipun gak boleh diikutkan.

    smoga ponakan Ngai semua juga pintar
    dan berhati mulia seperti mbahKung.


    Ini belajar nulis Ngai…
    Dikejar2 waktu juga
    Waktunya cuman sejam

    [Reply]

  6. Pak Mars bisa bikin piksi juga ternyata… 🙂

    Ndk jadi ndaftar toh, Pak? Saya juga enggak..


    Terlambat Mbak. Pas mau daftar, kotak komennya PakDhe dah nutup

    [Reply]

  7. Toss dulu, Pak. Rombongan telat 😆

    Sungguh luhur budimu, Nak, memberikan sesuatu yang sangat dibutuhkan orang tua. Perhatian saja sudah membuat orang tua berbahagia kok 😀

    Saya tak njaitkan ke situ, masih bisakah? 😛


    Toss… hehehe 😀

    [Reply]

  8. waah, pak Mars kren juga bikin ceritanya… 😀

    pasti budhe terharus dan bangga dikasi hadiah mesin bros & dinamo.
    Apapun bntuk perhatian dan kasih sayang seorang anak pada orangtua, akan memiliki kesan tersendiri.


    Latihan nulis Mas

    [Reply]

  9. wah sayang yach telat ndaftarnya…padahal apik ceritanya……yg pasti budhe senang banget dapat mesin jahit baru…..


    Pas rampung, giliran mau pasang dikomen keburu tutup

    [Reply]

  10. ha ha ha ha.tutup.
    Saya sedih, karena setiap ngasih sesuatu kepada Pakdhe (bukan pakdhe kandung) kok malah sedo
    Pakde Dawoed (pakdenya Ipung) ingin punya btongkat yang ada gadingnya. waktu saya kirim dari Palembang, nggak lama kjemudian sedo.

    Pakde yang satunya lagi , saya kasih topi dan kaos loreng, tak lama lagi juga sedo.
    Lha mintanya sudah pada tua2 sih yaaa.

    Salam hangat dari Surabaya


    Rasanya gela ya Dhe, kalo hadiah tapi nggak sempat terpakai
    Salam!

    [Reply]

  11. Alhamdulillah, akhrnya bisa memberikan mesin obras buat bu dhe,
    huhuuu, terlambat ya daftarnya, yang sabar deh.. 🙂


    Iya Mas

    [Reply]

  12. Lebih baik terlambat asal selamat, Pak Dhe. Tapi…. siapa cepat dia dapat sih… Bingung… Kontes nulis kok ngebut banget. 😀


    Cuma sejam Bli…

    [Reply]

  13. saya nggak punya budhe, pak…
    lha ibuk & bapak saya anak tertua, hehe….
    *komentar gak nyambung ki* 😆


    Ya sudah, saya saja PakDhenya 😀

    [Reply]

  14. budhe pasti lebih giat menjahit, dan pak Mars giat memakai baju baru,, heheh…
    sayang gak bisa diikutkan ya pak.. 🙁


    Sekarang gak perlu pergi ketukang obras lagi

    [Reply]

  15. Sebuah cerita yang penuh kenangan pak


    Hasil ngarang sejam Mas
    Tapi meh tak daftarke malah telat

    [Reply]

  16. oooh jadi ini ada kontes ya koq semua orang pada posting buat budhe ipung gitu


    Maunya ikut kontes, waktunya cuma sejam.
    Pas selesai, pas sudah ditutup Mbak.
    Akhirnya gagal daftar 😀

    [Reply]

  17. Keponakan yg penuh perhatian. Kalau saja semua orang seperti ini, aman deh dunia 🙂


    Kalau semua BuDhe juga kayak BuDhe dlm cerita saya, maka nggak ada keponakan yg putus sekolah ya Mbak

    [Reply]

  18. Ceritanya bagus Pak, sayang gak bisa ikut kontes, keburu ditutup..


    Iya Mbak
    Keburu tutup

    [Reply]

  19. ceritanya bagus… selain buat html ternyata pengarang handal juga…


    Ini baru belajar nulis Mas

    [Reply]

  20. So sweet Pak ! dan menjadi salah satu kenangan terindah dalam kehidupan.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog


    Ini ngarang fiksi kok Pak 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *