Halusinasi

Sebuah truk besar melaju dari arah Surabaya menuju Jakarta. Bak belakangnya penuh muatan lelaki bercelana pendek berikat pinggang terikat erat pada bak truk itu. Berjejal2an kepayahan, lidahnya terjulur dalam kehausan. Di kabin depan di belakang kemudi, seekor sapi jantan berkacamata hitam, berjaket kulit, celana jeans bolong2, telinganya beranting sedang asyik mengepulkan asap rokok filternya, bersebelahan dengan temannya yang tidur kelelahan.

Singkat cerita truk sampai di Jakarta. Di sana telah menunggu 3 sapi jantan lain. Yg satu pasang timbangan, yang dua naik ke bak truk. Dengan kasar, satu demi satu manusia laki2 diturunkan dari truk lalu… sretttt. Dipegang sabuknya dan dicantolkan pada timbangan. Dengan masih melet2 nahan capek dan haus, satu demi satu manusia2 itu ditimbang dan dicatat. Kemudian satu demi satu dipotong lehernya, dikuliti, dijual dan dimasak, dijadikan lauknya sapi Jakarta.

Tiba2… Tetttttttttttttt….
Bel berbunyi dan saya keluar kelas. Rupanya saya telah berhalusinasi. Di Jalan Raya depan sekolah, saya melihat truk penuh muatan sapi dari Surabaya ke Jakarta. Di belakang stir, seorang laki2 berkacamata hitam menghisap rokok filternya, berdampingan dengan seseorang yg terlelap tidur.

Alhamdulillah, sapi tak punya akal. Andai benar demikian, mungkin saya sudah menjadi rendang.

20 thoughts on “Halusinasi

  1. your blog is pr4 and i believe i have to learn so many things from you. by the way, congrats for you not becoming rendang. lol

    [Reply]

  2. Aw..Aw..Aw..
    Pak Mars,,saya ngeri bayangin kalau kita seandainya dijadikan dendeng trus dijadikan makanannya sapi di jakarta..
    huhuhuh..

    Pak mars, lama sekali ya saya nggak mampir kesini, tapi kesannya tetep sama
    selalu beda dan khas..
    sukses selalu ya Pak..

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *