Hanya Untuk Istri Saya

sebagai lelaki, aku punya cinta buat wanita
sebagai guru, aku juga punya cinta buat muridku
sebagai suami, aku pasti punya cinta buat istri

dan kau…
kau adalah salah satu wanita
yang pernah jadi murid kesayanganku
dan kini tlah jadi istriku

itu maknanya, hanya kaulah satu-satunya
yang bisa merasakan semua rasa cintaku

karena hanya engkaulah satu-satunya wanita
yang pernah jadi muridku, sekaligus istriku

kaulah satu-satunya wanita itu…
satu-satunya !

[ marsudiyanto – 2009 ]

Puisi ini hanya untuk istri saya yang tanpa saya minta selalu memenuhi keinginan saya, berikan kesejukan saat saya mendidih dan berikan kehangatan saat saya membeku. Semoga puisi ini ditemukannya sendiri tanpa harus ada yang beri tau, tanpa ada yang menunjuki. Saya hanya pengin tau, sejauh mana dia tau koepoe biroe. Jangan pernah ada yang beri tau. Meski puisi ini tak pernah sampai, tapi isinya sudah dia tangkap kok…

63 thoughts on “Hanya Untuk Istri Saya

  1. uhuuyy.. ciee.. swiiuuiit.. uhuuyy…

    tumben pakde romantiiss–romantisan…
    jare ga bisa, jebule… (nottalking)

    Selamat ya Bu Mraz…

    [Reply]

  2. Ck..ck..ck… Ternyata pak guru ini memang romantis banget. Pantesan dulu bu Mars jatuh cintrong. Lha wong Pak Gurunya pujangga ha ha ha

    [Reply]

  3. Aku mampir google jupuk keyword “puisi cemburu islami” masuk liputanterkini.com, e. . . lha kok jebule yo ning kene meneh. . . . 😀 dunia maya po yo gak seluas daun kelor yo mas..??

    [Reply]

  4. Whuaaaa, Terpesat kemari dari ‘puisi cinta’ dari om gugel. Numpang lewat aja sambil mengucapkan salam kenal dan selamat malam. ^_^

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *