Hidup Itu (tak) Seperti Roda Berputar

Hidup itu seperti roda berputar?
Meski cuma perumpamaan, saya kurang setuju dengan ungkapan itu karena bersifat menggeneralisir. Amat beda dengan ungkapan “seperti katak dalam tempurung” atau “laksana bumi dengan langit”. Dua contoh terakhir itu hanya ditujukan pada kondisi tertentu yang sifatnya kasuistik.

Hidup itu berjalan ke depan. Kalaupun diibaratkan roda ya roda yang berjalan maju, bukan roda yg berputar dari bawah ke atas lalu dari atas kembali ke bawah lagi. Hidup tak sekedar menggelinding. Posisi di bawah tidak serta merta naik ke atas kalau tidak diperjuangkan.

Hidup itu berkembang, dari yang bukan siapa2 menjadi sesuatu yang berdaya. Kita lahir tanpa daya, lalu berproses kemudian tumbuh menjadi sesuatu. Amat beda dengan roda yg makin lama makin aus. Roda itu lebih kepada from hero to zero.

Ini bukan menggugat pepatah lama dan tak ada maksud melawan sesuatu yang sudah mapan, tapi sekedar renungan agar tak larut dalam ungkapan yang bisa menyesatkan.

22 thoughts on “Hidup Itu (tak) Seperti Roda Berputar

  1. Hidup itu relatif … tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya … *yangpentingkomentar


    Tapi hidup itu juga mutlak, artinya mutlak jika akan berakhir…

    [Reply]

  2. renungannya yg dijepret dengan sudut pandang berbeda dari biasanya, antibiasa.
    meskipun hujan deras dan banjir, hidup harus tetap berjalan, #TetapSemangat

    [Reply]

  3. wah ini posisinya hampir di puncak roda pak…
    tolong pak direeem… direeem, biar nggak turun lagi… 😀

    [klo mau jujur sebenarnya banyak sekali ucapan atau nasehat pendahulu kita yang sebenarnya tak benar (mungkin benar jika dilihat dari sudut pandang yang sempit), membuat kita tak berkembang, atau mungkn berkembang ke arah yang salah, namun mungkin kita tak perlu lah menyalahkan mereka, cukup sampai di sini, dan mari kita didik generasi selanjutnya dengan didikan yang benar….] 🙂


    Selamat atas pencapaiannya yg sudah hampir di puncak 😀

    [Reply]

  4. kalau sambil jalan dan cepat kan kedudukan roda itu cepat di bawah dan cepat di atas juga pak 😀 Nah waktu direm (berhenti) itu kita di posisi mana yang penting, di atas atau di bawah, atau sedang-sedang aja 😀


    Yg parah kalau saat pengereman posisi di bawah, karena ada dalam posisi nggesut, dan itu adalah posisi paling menyakitkan

    [Reply]

  5. seiring perkembangan pandangan,
    mungkin beberapa pepatah perlu dikaji lebih lanjut.
    yang dulu terasa oke2 saja.. sekarang harus ada tambahan keterangan.
    jika tidak, maka akan bisa menjerumuskan.. seperti masalah roda itu.

    aquwh tunggu mbahkung menganalisa, guru kencing berdiri, murid kencing belari.


    Yang itu kan sudah saya bahas berulang-ulang, berkali-kali dan berulang kali…
    Pepatah itu punya banyak makna
    Makna pertama, gurunya normal, muridnya nggak normal
    Makna kedua, gurunga laki-laki
    Makna ketiga, ada banyak model cara kencing, mau pilih berdiri apa lari
    Makna keempat, lagi ada parade kencing karena semua pada kencing
    Makna yg lain bisa dikembangkan sendiri Ngai

    [Reply]

    Ngai Reply:

    =)) maaf mbahKung.. aku belum pernah baca.
    mungkin emak pernah baca tp gak cerita sama aku.

    makasi penjelasannya ya mbahKung.


    Iya…
    Kayaknya emak Adel yg baca, karena mbahasnya di FB 😀

    [Reply]

  6. Hidup itu seperti roda berputar. Sebetulnya ini mengingatkan kita agar kalau kita sudah di atas tidak lupa sama yang di bawah apalagi jumawa dan melupakan penciptaNya. Sebaliknya saat kita lagi terpuruk di bawah ingatlah dan jangan berkecil hati apalagi ngelokro menyerah pada nasib. Dengan bekerja keras kita pun bisa berada di atas suatu saat.

    Kira-kira seperti itu pandangan saya mengenai pepatah tersebut, Pak Mars 🙂 Mohon koreksi kalau saya salah.


    Ini bukan soal benar salah kok Mas, tapi pendapat saja. Jadi beda pendapat itu boleh saja 😀

    [Reply]

  7. yang jelas hidup ini harus dihadapi. jangan putus asa. jangan juga cari jalan pintas bunuh diri saat badai menghadang 😀


    Dihadapi dan dijalani…

    [Reply]

  8. kajian peribahasa dari masa ke masa ya Pak, ikut belajar mencermati makna ungkapan. Salam


    Iya Bu, daripada nggak ada bahan yg ditulis 😀

    [Reply]

  9. saya suka kalo jalan2 ke rumahnya pak mars,tulisannya selalu dikit tapi selalu mengena…. 😀
    salam hangat
    zwan 😀


    Makasih Mbak…
    Sekarang sudah nggak keliru lagi mengira HM dengan Haji Muhammad

    [Reply]

  10. Konon katanya hidup itu serangkaian pilihan Pak Mars. Mau diatas atau dibawah sedikit banyak tergantung usaha kita…katanya begitu…


    Tapi kadang susah milihnya Bu…
    Maunya semua milih hidup enak, tapi nyatanya tetep susah

    [Reply]

  11. selalu berubah ya pak, tidak sama dulu dan sekarang


    Justru malah susah berubah Mbak. Yang kaya makin kaya dan yg miskin tetep miskin. Yg korupsi juga tetep saja korupsi.

    [Reply]

  12. Ya udah mari sekarang kita ganti Pak Hidup itu seperti roda berjalan, bukankah roda bisa berputar karena dijalankan kan Pak? 😀


    Nggak harus diganti kok Mbak. Yg penting jangan salah mengartikan dan tidak pasrah pada keadaan. Jangan sampai karena mengira atas bawahnya itu otomatis, kalau sudah dibawah lalu akan ke atas dengan sendirinya 😀

    [Reply]

  13. Hidup itu sebenarnya menikmati perjalanan itu sendiri. kalau sudah nggak menikmati peran, sejatinya sudah nggak hidup


    Bener Mas…
    Hidup adalah menikmati perjalanan

    [Reply]

  14. akhirnya postinganku diperjalas dan dipersingkat di sini.. versiku terlalu bertele-tele soale..

    matur suwun pak.. aku seneng pas moco bab “makin lama makin aus”…


    Nek wong tuwo sing njlentrehno biasane luwih jelas… 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *