Ibu Kartini dan Briptu Norman Kamaru

Membandingkan Ibu Kartini dan Briptu Norman Kamaru mungkin tak pernah terbersit dibenak siapapun, karena selain beda jaman juga beda gender dan beda segala-galanya. Tapi karena saya suka yang anti biasa, maka saya akan coba melakukannya.

Apa yang dilakukan Ibu Kartini pada eranya dan apa yang dilakukan Briptu Norman Kamaru belum lama ini punya benang merah yang sama, bahwa beliau berdua ini melakukan sesuatu murni karena panggilan hati, sama sekali jauh dari tujuan agar dikenal dan terkenal.

Jikapun apa yang beliau berdua lakukan itu menyebabkan sosoknya dikenal dan terkenal setelah itu, semua terjadi karena memang harus terjadi dan memang sudah menjadi jatah dan haknya, bukan sesuatu yang disetting sedari awal.

Seperti itulah yang seharusnya kita lakukan, bahwa dalam melakukan sesuatu, jangan sampai belum apa2 sudah berpikir tentang hasil dan imbalannya, tapi semestinya melakukan yang terbaik lebih dulu. Kalau kita sungguh2, hasil terbaik dan imbalan yang pantas pasti akan mengikutinya.

Selamat menyambut Hari Kartini, dan selamat untuk Briptu Norman Kamaru.

catatan saja :
Tulisan ini tak dimaksudkan untuk mensejajarkan Ibu Kartini yang pahlawan dengan Briptu Norman yang seniman. Saya cuman narik benang merahnya saja.

Ibu Kartini yang hanya istri bupati lebih dikenal dan terkenal dibanding istri presiden, dan video Briptu Norman yang direkam dengan properti ala kadarnya lebih diminati ketimbang video klipnya Pak Presiden yang dipersiapkan matang.

Sebuah renungan untuk kita, bahwa kesuksesan itu tak mutlak ditentukan oleh pangkat dan kedudukan, tak slalu bisa dikejar dengan uang.

49 thoughts on “Ibu Kartini dan Briptu Norman Kamaru

  1. hehehe… ternyata ada kemiripaannya ya…
    tak berhasrat ingin terkenal
    tapi tiba-tiba jadi terkenal
    lumayan lah…

    sedj


    Desain awalnya nggak diniatkan untuk kearah sana Mas

    [Reply]

  2. Siap – Siap ke penjahit kebaya, pilih model Ibu kartini apa pilih model artis ya.. hahahaahha

    Briptu norman selamat ya, menghibur teman itu menambah amal ibadah loh,,,kalau jadi artis itu namanya rejeki.

    malam pak mars


    Asal jangan pakai seragamnya Briptu Norman Mbak 😀

    [Reply]

  3. Kalau bicara hal yang beginian …
    sungguh tak bisa diduga ,,,

    majunya dunia informasi … sangat bisa membuat “nobody” menjadi “somebody”

    demikian pula sebaliknya … dari “somebody” … menjadi “nobody”

    Salam saya Pak Mars

    [Reply]

  4. Sama-sama terkeanl, tapi mungkin bedanya adalah Ibu Kartini terkenal sudah berpuluh bahkan beratus tahun, kalau briptu norman mungkin hanya beberapa waktu saja 😀

    [Reply]

  5. untuk menjadi terkenal terkadang datang secara tak diduga pak, tapi memiliki keunikan tersendiri

    [Reply]

  6. terimakasih sudah mengunjungi blog saya,ini adalah kunjungan balik saya moga berkenan.menurut saya tdk level klo ibu kartini dibandingkan/disejajarkan dengan briptu norman hanya dengan aksinya yg kocak lebih pas klo disejajarkan sama artis.tapi kita berharap dan kita tunggu aksinya yang benar benar nyata dalam arti yg benar benar aksi kepahlawanan terutama yg berkaitan dengan tugasnya sebagai abdi masyarakat.baru dia bisa disejajarkan dng tokoh tokoh nasional.tapi slmt buat briptu norman yg sdh menghibur.


    Itulah knapa saya katakan beda segala2nya Mas.
    Benang merah tak sama dengan mensejajarkan kok… 😀
    Saya tak meremehkan Ibu Kartini, saya juga nggak nyanjung Pak Norman

    [Reply]

  7. Walah Pak Guru ini kepikiran aja ya mencari benang merah antara RA Kartini vs Briptu Norman … begitulah jika sudah datang waktunya, jadi Briptu Norman bisa terkenal tanpa sengaja 😀 pas pula emang orang Indonesia lagi pada stres, jadi yang tidak umum begini bener2 jadi hiburan deh ehehehe

    [Reply]

  8. briptu Norman pasti nggak nyangka bakal setenar ini hanya karena niatnya untuk menghibur diri dan teman2nya saat tugas.
    sebentar lagi dia bisa mewujudkan keinginannya untuk memberangkatkan haji ibunya, gara2 tenar seketika.

    sepertinya briptu norman harus makasih sama yang iseng upload videonya di youtube nih. (klo perlu dapat persenan juga, hehe)

    selamat menyambut hari kartini

    [Reply]

  9. Uang memang bisa mendapatkan apa saja, namun uang bukanlah segalanya, sesuatu yang dilakukan lebih tulus akan menghasilkan lebih indah….semoga saudara kita Norman tidak silau dengan gemerlap berikutnya, tapi saya berkeyakinan ia akan tetap menjadi dirinya sendiri.

    [Reply]

  10. saya ga mengharapkan apa-apa kok Pak,, murni cuma ikut menikmati sensasi anti biasa disini 🙂
    sukses dan terkenal, punya jalannya sendiri-sendiri..

    [Reply]

  11. Kalau ibu kartini memperjuangkan emansipasi wanita, tetap Briptu Norman memperjuangkan untuk tetap menjadi seorang pahlawan pembela masyarakat (salut untuk ke dua tokoh perjuangan tersebut).

    [Reply]

  12. Pas baca judulnya, kirain Ibu Kartini ada hubungan famili sama Briptu Norman. 🙂

    Pak Mars anti biasa yah? Berarti Pak Mars ruarrr biasa dong…
    Salam Kenal, Pak.

    [Reply]

  13. memang terkadang kita melihat dari apa yang kita hasilkan dari yang kita lakukan,,
    tapi itu semuanya akan lebih bermakna apabila kita melakukan sesuatu hal yang terbaik dari yang paling baik,, nantinya orang lain yang akan menilai dari apa-apa yang kita kerjakan…
    saya tunggu artrikel yang selanjutnya yang tidak luar biasnya dari ini..
    KEREN+PATEN—->>>
    Salam BLOGGER Indonesiaaa

    [Reply]

  14. hahahha…ngakak baca yang ini : video Briptu Norman yang direkam dengan properti ala kadarnya lebih diminati ketimbang video klipnya Pak Presiden yang dipersiapkan matang.

    bener banget……dari awal dia ngga pernah berniat untuk menjadi terkenal…..niatnya dari awal adalah untuk menghibur temannya yg sedang ada masalah keluarga……karena niatnya tulus, akhirnya mendatangkan berkah……aku juga senang lihat videonya…asli gak jaim heheheh……..

    [Reply]

  15. Siapa pun pasti juga kesulitan mencari benang merahnya, kecuwali pak Mars. Pak Mars memang anti biasa.

    [Reply]

  16. Subhanallah…
    Tuhan memang seringkali tak terduga memberikan jalan kesuksesan buat hamba-Nya 🙂

    [Reply]

  17. saya pertamanya seneng banget dengan berita briptu norman…tapi sekarang jadi eneg pak, over exposed banget….beruntunglah dia…kalu sudah rezeki itu emang ga lari kemana-mana yah…hehehe

    [Reply]

  18. kirain briptu norman itu ada keturunan darah dari ibu kartini 😀 hehehe….

    [Reply]

  19. ya pakde..ada pelajaran berharga tentang bagaimana makna kesungguhan, kesenangan dan ketulusan dalam berkarya sesuai panggilan hati nurani.
    SALAM hangat dari Kendari. 8)

    [Reply]

  20. saya suka benangnya, mas. merah banget ternyata.
    dan saya setuju bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan tulus dan murni dari panggilan hati akan berbuah semanis shahruk khan. *halah*

    [Reply]

  21. Sejauh yang saya tahu, jika kita berniat menanam kebaikandan melakukannya, maka kita akan menuai hasil yang baik juga.
    Tapi, kalau kita berniat melakukan kejahatan, dan kita tidak sungguh2 melakukannya terkadang kita juga menuai kejahatan juga.

    [Reply]

  22. Dimana-mana kok ngomongin briptu norman, sampai bosen dengernya. Ya di tv, radio apalagi internet, briptu norman lagi briptu norman lagi

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *