Home > Realita > Jadilah Dokter Gigi

Jadilah Dokter Gigi

January 20th, 2010 Leave a comment Go to comments

Laris manis adalah dambaan setiap orang, tak terkecuali dokter. Banyak pilihan ditawarkan, mulai dari dokter gigi sampai dokter kandungan.

Secara metalogika (matematika campur logika), jadi dokter gigi adalah pilihan yang paling bijaksana sekaligus cerdas. Dengan jumlah tiga puluh sekian, gigi manusia sangat berpotensi untuk sakit.

Ini sangat beda dengan jumlah kandungan atau jantung manusia yang cuman satu. Telinga dan mata juga tak lebih dari dua eksemplar.

Secara teori peluang alias ekspektasi, frekuensi sakit gigi jauh lebih tinggi daripada sakit jantung, sakit mata atau sakit perut. Tiga puluh satu gigi yang lain boleh sehat, tapi satu gigi saja sakit, sakit gigilah orang itu. Mau 1 atau 2, yg namanya sakit gigi rasanya sama. Suakiiiittttt!!.

Ini maknanya, dokter gigi jauh lebih laris ketimbang dokter apapun, dimanapun dan kapanpun. Yang pernah belajar matematika pasti tau bahwa frekuensi harapan adalah nilai peluang dikalikan banyaknya obyek atau percobaan.

Andai gigi diberi nomor urut, dan andai pula sebulan sekali ada giliran gigi sakit, maka dalam waktu dua setengah tahunpun belum semua gigi dapat giliran… 😀

Contoh sederhana…
Andai kita punya 32 ayam dan tetangga kita hanya punya seekor, maka bisa diduga bahwa kita lebih sering mendapati ayam kita sakit ketimbang tetangga kita.

Oleh karena itu layak dipertimbangkan, andai pengin jadi dokter, jadilah dokter gigi saja. Bukan dokter kandungan, bukan pula dokter mata. Tapi sekali lagi perlu dicermati bahwa ini adalah tinjauan metalogika. Masih banyak parameter lain yang wajib dijadikan acuan. Dokter gigi tak hanya nyabut gigi, tapi juga merawat gigi.

<semoga>kita tidak sakit gigi atau sakit mata</semoga>

~ Grazie ~
Categories: Realita
  1. suwung
    January 20th, 2010 at 19:04 | #1

    mending jadi tukang potog raMBUT tanpa mendoakan orang lain sakit

    sekalian nyabuti uban… 😀

    [Reply]

  2. January 20th, 2010 at 19:48 | #2

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Bisa jadi saingan Bundo, dong…

    Mosok Bundo ngobati orang Pati… 😀

    [Reply]

  3. January 20th, 2010 at 19:51 | #3

    Kok (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?! milik saya hilang, ketangkep satpam ya?

    Satpamnya baru makan malam… 😀

    [Reply]

  4. January 20th, 2010 at 19:52 | #4

    oh… ternyata (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?! milik saya gak hilang. Mungkin browser saya…

    Sudah dimaafkan oleh akismet… 😀

    [Reply]

  5. isnuansa
    January 20th, 2010 at 20:11 | #5

    Jangan sampe deh Pak Mars, sakit gigi, sakitnya lebih dari sakit hati.

    *ngumpet dari Bundo, karena kalo mendoakan setiap orang jangan sakit gigi, nanti Bundo kebanyakan ngeblog*

    Kan masih ada layanan lain, misalnya perawatan gigi atau rebonding gigi… 😀

    [Reply]

  6. isnuansa
    January 20th, 2010 at 20:11 | #6

    Tumben ini sayah di 5 besar.

    *menari merayakan*

    5 besar dapat gelas… 😀

    [Reply]

  7. nakjaDimande
    January 20th, 2010 at 21:24 | #7

    <wkekkkkekkk>Semoga Pak Maaars</gubraakkk>

    Menurut aku lebih enak jadi guru matematika yang bisa utak atik kata. Yang dalam sekejap dapat ide langsung bisa dituangkan.

    @nunik: mohon doanya selalu semoga kesehatan gigi masyarakat meningkat sehingga pasien puskesmas berkurang, yang tentu akan berdampak bagus untuk jadwal online bundo.

    Inilah hikmahnya jalan2 Bun…
    Kita bisa menjaring ide dari ladang lain… 😀

    [Reply]

  8. Dangstars
    January 20th, 2010 at 21:36 | #8

    Jadi tukang tambalpun enak Mas 😛

    Tapi jumlah ban kalah banyak dengan jumlah gigi lho Mas.
    Berarti masih laris tambal gigi… 😀

    [Reply]

  9. Dangstars
    January 20th, 2010 at 21:37 | #9

    Nyambung gak yah ? 😀

    Nyambung aja kalau ban…
    Kalau gigi ya nggak disambung… 😀

    [Reply]

  10. zenteguh
    January 20th, 2010 at 21:53 | #10

    kenalkan, saya dokter cinta…..

    cinta sama pasiennya… 😀

    [Reply]

  11. gajah_pesing
    January 20th, 2010 at 22:00 | #11

    daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini….
    biar tak mengapa…
    rela..rela..
    rela aku relakan…
    rela..rela..
    rela aku rela…

    [Reply]

  12. gajah_pesing
    January 20th, 2010 at 22:01 | #12

    wa..kelihatannya kenak sepam

    [Reply]

  13. andi
    January 20th, 2010 at 22:04 | #13

    semoga kita sehat sehat selalu…
    salam,

    [Reply]

  14. andi
    January 20th, 2010 at 22:05 | #14

    ehmm comment pertama masuk spam hehe

    [Reply]

  15. Pradna
    January 20th, 2010 at 22:09 | #15

    sebulan satu gigi yang sakit… *urip kok yo sengsoro men..*

    [Reply]

  16. oelil
    January 20th, 2010 at 22:48 | #16

    gigi saya yg satu ini langganan ke dokter…padahal lainnya blm dpt giliran..tp gak ngarep arep lho pak…

    [Reply]

  17. muntilana
    January 20th, 2010 at 22:48 | #17

    kalo hewan bisa sakit gigi gak ya..pernah lihat blm pak?

    [Reply]

  18. Kang Sugeng
    January 20th, 2010 at 23:46 | #18

    hahahahaha…… saya ndak mau ah jadi dokter gigi.. soalnya gigi say sendiri aja udah jelek, mosal masil, ntar apa kata pasien???

    [Reply]

  19. bre
    January 21st, 2010 at 00:14 | #19

    Mr. Mrsud pasti sekarang lagi senut2 ya giginya… ??

    [Reply]

  20. arkasala
    January 21st, 2010 at 05:49 | #20

    sakit koneksi bikin gemesgak bisa ngeblog banget. Koneksi lancar lantas sakit gigi duh makin sakit giginya karenajadi gemes he he. Jadi jangan ambil peluang sakit gigi Pak 🙂

    [Reply]

  21. Nanang
    January 21st, 2010 at 06:12 | #21

    Wah…saya belum pernah sakit gigi dan jangan sampai deh, jadi blm pernah ngasih rezeki sama dokter gigi.

    [Reply]

  22. narno
    January 21st, 2010 at 07:10 | #22

    kata Bundo enakan jadi guru matematika ya, saya kok malah minta istirahat dari guru matematika

    [Reply]

  23. Blog Ijo
    January 21st, 2010 at 07:24 | #23

    masih sehat pak

    [Reply]

  24. achmad sholeh
    January 21st, 2010 at 07:45 | #24

    kayaknya dokter anak lebih laris pak

    [Reply]

  25. nakjaDimande
    January 21st, 2010 at 09:23 | #25

    kenapa ya aku kok senyum-senyum lihat balasan komeng warna merah itu? Bu Mars sejak kapankah mr.M yang ini jadi centil?

    Yang merah2 ini karena pengaruh yang pink… 😀

    [Reply]

  26. January 21st, 2010 at 09:58 | #26

    ide bisa datang dari mana aja ya om! tapi lantaran ketiadaan waktu ide tersebut hilang….. andai punya PC betapa senang hatiku….

    [Reply]

  27. January 21st, 2010 at 09:59 | #27

    analisa yang mangsteb 😀
    tapi pak, sekolah untuk jadi dokter gigi pun ga kira2 lamanya,
    blom lagi biayanya, abis itu klo mo praktek pun, peralatannya mahal,
    klo ndaptar jadi dokter gigi di rumkit pun nasib2an jugah,
    terus? gimana dong? xixixi …*sengaja diribetin*

    [Reply]

  28. Perawan Desa – Eny
    January 21st, 2010 at 12:19 | #28

    Blognya bagus sekali nih pak. Salam kenal dari Semarang. Ini pendatang baru pak. Saya nggak pengin jadi dokter, tapi pengin jadi suaminya pak dokter. Dolan ke tempatku ya pak.

    [Reply]

  29. Wandi thok
    January 21st, 2010 at 12:22 | #29

    Jadi dokter kandungan boleh aja, yang lebih penting lagi jangan jadi dokter gadungan pak. 😆

    [Reply]

  30. January 21st, 2010 at 17:22 | #30

    metalogika sempurna…
    *gedheg2 karo manthuk2*

    [Reply]

  31. January 21st, 2010 at 17:27 | #31

    lha itu kalo dihitung dari jumlahnya kang.. kalo dihitung dari tingkat kevitalan si organ?

    [Reply]

  32. January 22nd, 2010 at 16:55 | #32

    kalau dokter giginya secantik dan sebaik Bundoku cay, maka saya rela sakit gigi, tapi sekali saja, jangan sering2.
    walaupun gak musuhan sama dokter gigi, namun tiap kali masuk ke tempat prakteknya selalu deg2an dan mendadak panas dingin. 🙂
    salam.

    [Reply]

  33. Bismar Junatas
    May 12th, 2010 at 10:32 | #33

    bagus pak infonya. ditunggu postingan berikutnya..

    [Reply]

  34. July 7th, 2010 at 00:21 | #34

    sakit gigi (karena berlubang), giginya dicabut. gak kebayang deh kalau sakit mata 😯 😕
    salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan

    [Reply]

  35. Pakde Cholik
    September 16th, 2013 at 14:48 | #35

    Yang drg senyum2, mengapa ? Karena 9 dari 10 orang Indonesia takut ke dokter gigi ha ha ha ha
    Suara bor itu sangat memilukan sukma mas
    Salam hangat dari Surabaya

    Makanya kebanyakan drg itu wanita Dhe, biar mengurangi sangarnya.
    Kalau di tempat saya, drg lelaki nggak payu 😀

    [Reply]

  36. September 16th, 2013 at 16:21 | #36

    di sini komengnya masih merah..

    Dulu sekali belum punya lipstick pink…

    [Reply]

  37. September 16th, 2013 at 21:47 | #37

    Sakit gigi dan sakit hati kedua-duanya bolong Pak, dan selalu membuat kantong bolong. He,,, he,,, he,,,,,
    Salam wisata

    Sakit gigi dan sakit hati jarang ada yang bezuk ya Pak…

    [Reply]

  38. September 16th, 2013 at 22:39 | #38

    Dokter gigi juga kreatif, tak hanya soal sakit gigi. Ada yang bisa dilakukan selain dokter gigi tapi sedikit yang mau dijadikan bahan praktek, misalnya saja pasang kawat di gigi. 😀

    Malah sekarang ada yang bentuknya hiasan seperti mutiara Pak

    [Reply]

  39. September 17th, 2013 at 15:36 | #39

    Teori frekwensi Pak Mars masuk akal juga, tapi juga unik haha…

    Hahahaha
    Ini teori untuk Kak Adel Bukittinggi Mbak

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~