Home > Jawa > Jawa Script : Mangkro

Jawa Script : Mangkro

Mangkro atau mangro adalah istilah dalam bahasa Jawa yang bermakna mendua, tidak fokus pada hal tertentu saja. Dalam beberapa hal, sikap mangkro ini tidak menguntungkan dan cenderung mengarah pada sikap yang tak tegas.

Sikap mangkro bisa muncul karena sifat dasar manusianya yang memang cenderung ragu, tetapi bisa pula karena keadaan atau situasi. Ketika dirumah ada permasalahan keluarga, sangat dimungkinkan begitu di tempat kerja pikiran kita jadi nggak fokus dan terbelah, dan itu adalah lumrah.

Yang tidak elok adalah ketika mangkronya terjadi pada hal yang tidak seharusnya. Nyusun anggaran misalnya. Pejabat yang diberi kewenangan sering menyalahgunakan haknya dengan lakukan dobel anggaran untuk item yang sama. Itulah implementasi mangkro yang nggak bener.
Demikian pula dalam hal mencintai pasangan, kita nggak boleh mangkro

Dalam skala kecil yang tak melanggar hukum dan norma, saya juga sering mangkro. Ketika ditraktir makan oleh kenalan, saya sering bingung memilih. Sebelah lidah saya pengin makan nasi goreng, tapi yang sebelahnya lagi pengin ikan bakar. Mau pesen dua2nya kok rasa malu saya masih tinggi

Sahabat pasti juga pernah mengalami apa yang disebut mangkro tersebut. Kalau boleh berbagi, mangkro yang seperti apakah yang sahabat alami?

~ Grazie ~
Categories: Jawa
  1. andank
    March 5th, 2012 at 21:36 | #1

    mangkro karo pelajaran aku mas 😀


    Hahaha…
    Ini yg bikin stress

    [Reply]

  2. March 5th, 2012 at 21:54 | #2

    Saya pernah mengalami mangkro saat kenalan sama seseorang Pak hehe 🙂


    Saya juga 😀

    [Reply]

  3. March 5th, 2012 at 22:00 | #3

    mangkro kalau sedang BW tapi pekerjaan rumah belum selesai hehehe, terpaksa BW dipending .contohnya dari sabtu baru sempat BW hari ini pak hehehe. maafkan ya


    Memang harus satu2 Mbak, ketika satu selesai, baru ganti yg lain
    Salam!

    [Reply]

  4. March 5th, 2012 at 22:07 | #4

    asal jangan mangro dengan wanita lain saja pakdhe


    Nah ini yg harus dihindari

    [Reply]

  5. March 5th, 2012 at 22:10 | #5

    Ini juga lagi mangkro antara BW dan tidur…


    Xixixixi

    [Reply]

  6. March 5th, 2012 at 22:12 | #6

    “Mangkro” nambah kosa kata bhs Jawa saya 🙂
    Orang yang Mangkoro biasanya susah untuk profesional, sy juga kadang spt itu: ingin mendapatkan lebih dengan menjalani lebih dari satu plann, akhirnya semuanya berahkir mengecewakan karena fikiran kita yg bercabang.
    Salam!


    Iya Mas. Mangkro bisa menghambat, karena memecah konsentrasi

    [Reply]

  7. March 6th, 2012 at 03:50 | #7

    manusia selalu berada dalam dua pilihan Pak, namun dalam kenyataan berjalan seperti itu. Walau pun kita harus memilih dalam dua pilihan, namun hal itu tidak membuat sisi negatif yang akan merusak dan merugikan orang lain dalam segi norma. Sukses selalu Pak.

    Salam,


    Iya Pak, dan itu terjadi sejak jaman dulu sampai nanti

    [Reply]

  8. March 6th, 2012 at 05:30 | #8

    Mangro atau mendua itu manusiawi dan wajar. Tapi harus dengan kaedah yang benar. Asal nggak mangro dengan istri kang. Mungkin kadang bosan dengan istri, tapi disinilah kesetiaan di uji. Supaya mangro nggak keseringan muncul, cobalah cari suasana atau sensasi yang baru dengan sang istri. Yang hanya bisa dilakukan sama suami dan istri tersebut, bukan dengan orang lain. Biar nggak bosan yang bisa menimbulkan pikiran dan tindakan mangro tadi.

    Kalau pejabat mangro, wah dasar orangnya serakah itu kang.


    Iya Mas
    Mangkro kecil2an tak bisa terhindarkan, asal bukan mangkro yg akibatnya fatal

    [Reply]

  9. March 6th, 2012 at 06:11 | #9

    Ngai kdg mangkro, mau apdet blog atau bewe..?
    akhirnya drpd mendua dan tidak fokus, pilih bewe saja.


    Kalo ini bukan mangkro tapi males

    [Reply]

    Hari Mulya Reply:

    aku juga gitu, bingung miLih apdet bLog ato bewe..
    daripada piLih kasih akhirnya keduanya ga jadi… 😀


    Update kalo ada dolarnya

    [Reply]

    Ngai Reply:

    aquwh juga sering begitu..
    mau bewe ke blog nTong atau ke bieLung..?
    drpd gak fokus, mending aquwh hapus yg punya nTong dr feed reader.


    Emangnya blognya masih ada?

    [Reply]

  10. arif
    March 6th, 2012 at 08:40 | #10

    mangkro,antara online dan ngerjain penelitian he3 😀


    Mangkro pasti nggak nyaman

    [Reply]

  11. chocoVanilla
    March 6th, 2012 at 10:22 | #11

    Sekarang saya sedang mangkro, Pak. Mau ikutan kontes 6 jamnya Pakdee ato mo kerjain laporan kerjaan :mrgreen:

    Baru tau istilah mangkro, tak pikir yang buat kirim surat itu lho 😀


    Nah inilah mangkro itu…
    Sebuah dilema

    [Reply]

  12. melly
    March 6th, 2012 at 10:55 | #12

    Sering sih..tp biasanya soal makan 😀


    Kalau hanya soal makan sich masih mangkro skala kecil Mbak

    [Reply]

  13. March 6th, 2012 at 13:34 | #13

    wah dapat istilah baru nech disini…kalo saya mangkro setiap sore mo pulang kerja…seharusnya pulang kerja jam 17.00….tp kalo pulang jam segitu jalanan udah macet plus kendaraanya susah…jadi dech saya kabur duluan jam 16.30 hihihi….


    Mangkro tapi enak Mbak

    [Reply]

  14. March 6th, 2012 at 16:20 | #14

    Kalau saya mangkro antar posting dan blogwaking, PakDhe. Kalau saya ambil dua-duanya, jadinya ya pasti fokus di salah satunya. 🙁


    Kalau itu dialami oleh sebagian besar kita Bli…

    [Reply]

  15. applaus
    March 6th, 2012 at 16:23 | #15

    iya kita sering mangkro ya… apalagi saya nih.. doyan banget kayak gitu… apalagi kerjaan… ga fokus.


    Bener Mas, menyelesaikan pekerjaan kalo mangkro bisa kurang fokus

    [Reply]

  16. March 6th, 2012 at 16:51 | #16

    mangkro apah doyan tuh mesen makanan nya om mars 😀


    Ya dua2nya. Mangkro iya, doyan juga iya

    [Reply]

  17. March 6th, 2012 at 16:51 | #17

    Mangkronya saya, mau ambil cuti atau izin aja, he..he.., mau cuti nanggung cuma perlu 2 hari, izin ya kelamaan


    Mangkro bisa mirip “dilema” ya Mbak

    [Reply]

  18. March 6th, 2012 at 17:19 | #18

    saya kok malah baru dengar ya pak istilah mangkro ini ?


    Kalau sekarang berarti sudah dengar kan Mbak?

    [Reply]

  19. March 6th, 2012 at 17:57 | #19

    Saya tengah mengalaminya, Pak Mars..
    Saya lagi bingung memilih antara kembali ke Sumatera atau tetap di Jawa.
    Keduanya memiliki ketertarikan sendiri-sendiri bagi saya, dan saya masih bingung untuk memilih salah satunya… 🙂


    Pilihan yang berat Da. Dilema.
    Dalam persoalan lain, mangkro itu kayak buah simalakama juga.
    Semoga Uda Vizon segera mendapat ketetapan hati untuk memutuskan.

    [Reply]

  20. March 6th, 2012 at 20:14 | #20

    Kalau makan saya sering mangkro, apalagi kalau makan berduaan dengan permaisuri, malah jadinya mangkro ganda


    Kalau itu kan berdua Mas…
    Mangkro itu mendua… 😀

    [Reply]

    die Reply:

    :D, kan kalau bingung mau istri duluan yang dimakan atau makanan duluan baru istri, mangkro juga mas 😉


    Hahaha…
    Boleh… boleh…

    [Reply]

  21. March 6th, 2012 at 20:50 | #21

    betul..ga munafik, saya pernah mengalaminya pak… namun saya selalu berdikir bagaimana agar saya keluar dari jeratan tersebut. meninggalkan keduanya dengan melakukan kegiatan lain, atau fokus pada satu dan berani mengambil resiko dengan yang satunya 🙂 *baru tau istilah mangkro, TFS pak


    Hampir semua kita pernah mengalami “mendua” atau mangkro Mbak, meski beda masalah. Mangkro adalah sebuah dilema…

    [Reply]

  22. Kaget
    March 6th, 2012 at 21:07 | #22

    Pak, kalau mangkro pengen dua pendamping,… kira2 terlalu muluk ngga? 😀


    Kalau sidang pengadilan ya biasa mas, didampingi banyak pengacara 😀

    [Reply]

  23. March 6th, 2012 at 21:49 | #23

    Tulisan Pak Mars membuat saya kaya perbendaharaan istilah nusantara..


    Mangkro itu Bahasa Jawa Mas, tapi kayaknya hanya ada didaerah tertentu

    [Reply]

  24. Evi
    March 6th, 2012 at 22:14 | #24

    Wah mangkro itu menu hidup saya sehari-hari Pak Mars, terutama bila urusan anak2. Kalau mereka meminta sesuatu, pengennya tidak memberikan, tapi kok ya gak tega..Terus pengen memarahi, melihat mereka senyum-senyum imut dengan perasaan bersalah, akhirnya luluh gak jadi marah..Gitu deh Pak..perasaan kayak gini rada gak enak kalau keseringan datangnya


    Mangkro adalah dilema Mbak.
    Bisa jadi mirip buah simalakama. Tapi skalanya beda2.
    Ada mangkro yang mudah diselesaikan, ada mangkro yang berat sekali
    Salam!

    [Reply]

  25. March 6th, 2012 at 22:34 | #25

    Ragu-ragu, rasa belum pasti pada porsi yang tepat menambah kehati2an melangkah dan tidak gegabah. Mangkro merupakan kebalikan dari ‘kanthi gumolonging manah’ keyakinan dengan sepenuh hati. Trimakasih pak Mars tlah berbagi agar tidak mangkro. Salam


    Gumolonging ati itulah yang sulit dilaksanakan Mbak, khususnya oleh saya…

    [Reply]

  26. March 6th, 2012 at 22:49 | #26

    Mangkro itu tidak dalam keraguankan Pak ? Karena setiap orang pasti akan menemukan dan melewati fase seperti ini, dan hal ini merupakan sifat dasar manusia. Namun, disini saya menemukan penjelas dengan sederhana dan dapat dimengerti oleh setiap orang.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog


    Mangkro bisa bermula dari keraguan juga Pak. Ragu memutuskan, ragu memilih dll. Orang yg mangkro atau mendua biasanya karena keragu2an

    [Reply]

  27. March 7th, 2012 at 03:47 | #27

    kadang diperlukan, saat entry data menyempatkan diri menengok pak mars, ya kali ini misalnya


    Kalau sukses, mangkro memang bisa percepat proses Mas. Dengan sekali dayung, lima pulau terlampaui

    [Reply]

  28. March 7th, 2012 at 06:09 | #28

    Heeee saya termasuk mangkro dengan thema yang bolak balik heeee


    Kalau itu mencari Jati Diri Bli…

    [Reply]

  29. Apikecil
    March 7th, 2012 at 06:33 | #29

    Kita tidak akan bisa melewati dua sungai sekaligus dalam waktu dan suasana yang sama. seperti itulah saya menjlentrehkan mangkro..
    apapun yang dilakukan dengan mendua hasilnya tak akan maksimal.
    kalau saya pribadi sih contoh kasusnya kuliah dan kerja,hehehe
    Selamat pagi Pak Mars… 🙂


    Selamat Pagi Mbak Prit…
    Salam buat Aa’nya ya

    [Reply]

  30. Imelda
    March 7th, 2012 at 09:11 | #30

    mangkro untuk makanan sering banget tuh 😀


    Kalo mangkro untuk makanan masih aman Bu…
    Yang dilema adalah manakala mangro menghadiri Undangan atau acara yg sama pentingnya tapi juga sama waktunya

    [Reply]

  31. March 7th, 2012 at 10:47 | #31

    baru tahu dari pak mars kalau ada istilah mangkro..


    Tapi kalau mangkro sendiri pasti sudah pernah mengalami kan Mbak?

    [Reply]

  32. March 7th, 2012 at 13:52 | #32

    MANGKORO bisa di bilang Dilema gak ya,,,???lucu juga ya kalau pake istilah mangkoro


    Mangkro memang artinya dilema…
    Bisa juga mendua, bercabang

    [Reply]

  33. March 7th, 2012 at 14:20 | #33

    kalau dibaca seperti “mengkro” gak pak ?
    Kalau bukan berarti beda sama “mengkro” ya pak ?
    Trims 🙂


    Dibacanya seperti tulisannya Mas, mangkro.
    Kayak tulisan prangko… 😀
    Artinya kurang lebih “mendua”

    [Reply]

  34. puisipemula
    March 7th, 2012 at 19:28 | #34

    aku juga ikutan mangkro ,Pak Guru
    antara males ngeblog, males bewe dan males reply komen … 🙁
    salam


    Tapi ini sudah nggak males kesini kan Bun?

    [Reply]

  35. March 8th, 2012 at 11:17 | #35

    hmm, kasus kemarin itu saya muter-muter cari produk roll on merk S**ex.. eh lhaa, ternyata sudah menyambangi beberapa toko ndak ketemu juga. kata yang jaga, memang distribusi produk tersebut sedang seret. padahal saya sudah sehati sama produk ini. alhasil, saya mendua & memilih produk lain.. hiks 🙁

    apa yang semacam itu juga boleh disebut mangkro, Pak?


    Bisa Mbak…
    Tapi lebih tepat lagi kalau ada 2 produk yang sama2 disukai dan belinya gantian. Itu lebih pas disebut mangkro.
    Jadi mangkro itu menyukai dua hal karena susah untuk melepas salah satu

    [Reply]

  36. Rencana Menurunkan Berat Badan
    March 9th, 2012 at 06:27 | #36

    Jika peserta kuis hanya 4 atau 5 menjadikan saya mangro. Mau tak ambil 3 kok sisanya hanya 2, gak sip kalau gak kebagian buku.
    Makanya beberapa kali saya adakan juara bersama,alias menang semua.
    Saya pernah membaca dua kata ” mangro tingal”, artinya sama ya mas ??
    Salam hangat dari Surabaya


    Sama Dhe, mangro tingal itu kiasan, artinya orang yang pandangannya mendua. Bisa karena juling, bisa karena bingung menentukan.

    [Reply]

  37. March 10th, 2012 at 20:31 | #37

    Kok aku masih rodo ga dong yo Pak… aku takon ibukku yo podo radonge.
    Contho ukara dong Pak…


    Contone mangkro:
    Meh putus karo si A eman2 baguse, meh putus karo B tapi kok nek ngapeli nggowo jajanan akeh…
    Akhire mangkro, dua2nya jalan terus…

    [Reply]

  38. March 14th, 2012 at 07:51 | #38

    aku mah setia gag makro om 🙂

    [Reply]

  1. March 10th, 2012 at 22:08 | #1

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~