Home > Kabar > Kemeja Dan Roti Kaleng

Kemeja Dan Roti Kaleng

November 13th, 2011 Leave a comment Go to comments

Membicarakan kemeja dan roti kaleng dijaman sekarang pasti sudah biasa. Tapi 40 taun lalu, kedua barang itu adalah sesuatu yang amat luar biasa, apalagi jika itu adalah barang import.

Makin istimewa lagi karena yang dapat bingkisan kemeja dan roti kaleng itu adalah bapak saya, dan yang memberi bukanlah orang sembarangan karena beliau adalah Mr. Syafruddin Prawiranegara, Presiden RI saat Agresi Militer Belanda II.

Ceritanya panjang.
Sebelum pecah peristiwa G30S, Mr. Syafruddin Prawiranegara dikenai tahanan rumah di daerah wisata Puncak Muria Kudus, dekat rumah saya. Rumah ini milik orang Belanda namanya Pak Sely. Dua anak Mr. Syafruddin Prawiranegara disekolahkan di SD setempat. Namanya Rasyid dan Yazid, sekelas dengan kakak saya.

Kata kakak saya, kedua anak tersebut cerdas tapi nakalnya luar biasa. Tapi teman2nya suka padanya karena sering bagi2 makanan. Ketika salah satu dari mereka ulang tahun, teman2nya diundang. Tentu saja acara itu terasa aneh dimata anak2 desa, karena dimasa itu mana kenal dengan acara seperti itu.

Setelah setahun, Mr. Syafruddin Prawiranegara dipindah entah kemana. Tentu saja anak2nya ikut serta. Dan yg membanggakan saya, Bapak Saya diberi bingkisan kemeja dan roti kaleng karena Bapak saya adalah guru SD nya Rasyid dan Yazid…

Kini Bapak dan Mr. Syafruddin Prawiranegara telah tiada. Semoga beliau berdua mendapat tempat yang layak disisiNya.
Mungkinkah Bapak disana bisa ketemu lagi dengan Mr. Syafruddin Prawiranegara?

~ Grazie ~
Categories: Kabar
  1. November 13th, 2011 at 10:42 | #1

    Walah pak saya kira gurunya Rasyid dan Yazid itu muridnya sang admin ini. Berarti umurnya Pak Rasyida dan Yazid sekarang sudah sepuyuh banget ya. Semoga saja kaleng roti itu masih bisa di lihat sampai sekarang 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan


    Ya belum tua banget Pak…
    Sekitar 55 tahunan…

    [Reply]

  2. Baha Andes
    November 13th, 2011 at 10:53 | #2

    Pemberian yg ihlas sebagi pengikat tali persodaraan yang telah terbukti sampe sekarang masih bisa dikenang dalam balutan kerinduan persodaraan.

    [Reply]

  3. November 13th, 2011 at 11:11 | #3

    Emang ada enaknya kenal dgn orang2 spt itu pak. Pas KKN dulu serumah sama anak mentri n anak jendral,.. buah2 mahal bnyak sampe eneg makannya, tiap hari lokasi dirondain ma polisi….

    [Reply]

  4. Sriyono Smg
    November 13th, 2011 at 12:05 | #4

    rotinya kong ghuan pak? 😀

    [Reply]

    acil san Reply:

    bukannya monde ato nissin sekalian mas??? :3

    [Reply]

  5. November 13th, 2011 at 14:19 | #5

    Mr. Syafrudin erat kaitannya dengan bukittinggi loh pak.. setelah serangan thd jogjakarta pd agerasi belanda II, ibukota negara dipindah ke bukittinggi dan beliaulah pemimpinnya. Beliau juga masih keturunan minang dari buyutnya.

    senang membaca kisah ini, sebuah cerita ttg beliau dimasa penahanan.

    [Reply]

  6. November 13th, 2011 at 16:42 | #6

    Suatu pembelajaran yang terkemas dalam sebuah cerita. Memang sudah seharusnya segala sesuatu yang merupakan pemberian dari orang yang memiliki jasa tidak harus selalu mudah dilupakan. Semoga kami dan para generasi anak bangsa tidak mudah selalu merupakan sejarah.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    [Reply]

  7. November 13th, 2011 at 17:14 | #7

    berarti njenengan ini guru keturunan ya pak? hehehe

    [Reply]

  8. November 14th, 2011 at 08:14 | #8

    Kalau saya masih demen sama roti kaleng pak, apalagi yang isinya macem macem, terus ada wafernya 😀 😀

    KEtemu gak ya mereka disana???

    [Reply]

  9. November 14th, 2011 at 08:32 | #9

    Saya kenal roti kaleng tahun 1970an mas.
    yang sering ya roti mari atau telo godok, wong di kampung
    salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

  10. November 14th, 2011 at 15:45 | #10

    Mungkin pertanyaan saya ini terdengar bodoh. Tapi.. apakah kemeja kenangan dan roti kaleng itu sekarang masih ada?


    Rotinya sudah nggak ada

    [Reply]

  11. adetruna
    November 14th, 2011 at 17:23 | #11

    kesannya makanan berupa roti itu keras ya? dari kaleng … :mrgreen:

    [Reply]

  12. November 15th, 2011 at 03:12 | #12

    Kalau saya mau makan roti nya aja deh, campur kopi hangat kan mantap

    [Reply]

  13. goyang pattah-pattah
    November 15th, 2011 at 03:56 | #13

    enak mana ya roti kaleng ma getuk….hehhhehe….

    [Reply]

  14. asti
    November 15th, 2011 at 11:30 | #14

    Kemeja dan roti kaleng sebagai pengikat rasa persaudaraan.

    [Reply]

  15. Achmad Sholeh
    November 15th, 2011 at 20:28 | #15

    andai saja Rasyid dan Yazid baca postingan ini dan komentar di sini ooohhh….

    [Reply]

  16. November 15th, 2011 at 21:52 | #16

    roti kaleng itu thn 65an sudah kukenal, Pak Guru
    biasanya Khong guan atau Marie Regal dikaleng besar dgn rantai 🙂
    (jadi ikut bernostalgia) 😛
    salam

    [Reply]

  17. chocoVanilla
    November 16th, 2011 at 11:21 | #17

    Aduuuh, begitu dekatnya Pak Mars dengan saksi sejarah waktu itu. Sempat foto ndak, Pak? Kan bangga banget tuh 😀

    [Reply]

  18. Erwin
    November 17th, 2011 at 10:25 | #18

    semoga saja bertemu pak. 😀

    [Reply]

  19. Obat penyakit Asam Urat
    November 18th, 2011 at 16:24 | #19

    posting nya sangat bagus ,
    wahhhh,, sungguh peristiwa yang sangat aneh..
    terimakasih atas infonya…..

    [Reply]

  20. November 20th, 2011 at 10:06 | #20

    Wah, keren banget tuh Pak bisa punya kedekatan dengan Mr. Syafruddin. Tokoh sejarah idola saya itu selain penyair Chairil Anwar, HAMKA, HOS Tjokroaminoto dan SM Kartosuwiryo.

    [Reply]

  21. December 5th, 2011 at 17:43 | #21

    daerah puncak Muria sangat terjal dan berliku. waktu kesana seperti uji nyali taruhan nyawa…
    sikil nyengkerem terusss… 🙂

    [Reply]

  22. Tiyar
    February 23rd, 2015 at 21:47 | #22

    saya orang muria pak… pak marsudiyanto dulu tinggal dimana?

    Tinggal di Pandak Mas…

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~