Home > Ekspresi > Kesimpulan Singkat Dari Tulisan Panjang

Kesimpulan Singkat Dari Tulisan Panjang

Siapapun kita, mulai dari presiden, polisi, penyanyi, blogger, tukang copet, debt collector, pembantu, teroris, jaksa, pemulung, tukang sate, cacing, kelinci, buaya, kambing, lele, gurami, kakap, nila atau siapalah, pasti butuh yang namanya makan. Demikian juga saya…

Sungguh kalimat pembuka yang sempurna karena semua ngangguk2 kecuali yang tidak.

Dan karena saya nggak tau secara rinci apa yang dimakan oleh semua yang saya sebutkan diatas, maka pada bab ini saya akan membatasi permasalahan makan dalam ruang lingkup saya, menurut definisi saya dan sesuai selera saya. Kalau setuju anggukkan kepala sekali lagi.

Begini…
Komponen makanan yang dimakan manusia itu menurut saya terbagi dalam empat unsur yaitu nasi, lauk, sayur dan aksesoris. Tentang hal ini nggak usah diangguki karena ini hak prerogatif saya. Tentang nasi saya pikir kita sepakat dan nggak akan jadi polemik karena merupakan makanan pokok.

Yang mungkin berpotensi beda pendapat adalah tiga yang lain yaitu lauk, sayur dan aksesoris. Supaya gampang saya nggak akan main definisi tapi langsung pakai contoh saja. Lauk itu contohnya lele goreng, ayam bakar, tahu, tempe, bergedel dll. Kalau sayur contohnya sup, sayur bayam, soto. Untuk soto nggak usah diprotes manakala saya golongkan sebagai sayur. Nah kalau sambal, krupuk, bawang goreng, buah dll itulah yang saya maksud sebagai aksesoris makan.

Apa yang saya paparkan diatas masih tentang landasan teorinya. Sekarang kita masuk ke bab inti yaitu pembahasan masalah, tentang makan saya. Secara umum pola makan saya sama seperti orang lain, biasa saja dan apa adanya. Yang berbeda mungkin dalam hal selera

Saya memiliki selera makan yang periodik. Dalam rentang waktu tertentu (biasanya sekitar 1 bulan) saya menyukai jenis lauk tertentu yang ajeg, lalu periode berikutnya ganti ke lauk tertentu lain. Misalnya dalam waktu sebulan penuh saya begitu suka makan lauk lele goreng dan selalu minta lele goreng, tapi setelah itu begitu eneg dan nyaris nggak doyan lagi.

Pernah juga dalam sebulan saya seperti orang ngidam, hanya pengin makan pakai kering tempe dan sup. Maka sebulan penuh istri saya khusus masak kering dan sup buat saya, lalu nasi goreng. Pagi siang malam saya makan nasi goreng. Setelah itu ganti lagi ke bergedel kentang, lauk yang saat ini begitu saya hindari, lihatpun rasanya mau muntah.

Dan saat tulisan ini saya buat, saya sedang suka makan lauk tempe goreng ditepungi, bukan pakai terigu tapi tepung beras plus aksesoris sambal terasi. Belum tau juga periode berikutnya saya suka apa lagi. Karena istri saya sudah demikian memahami, maka tak pernah ada masalah.

Kesimpulan :
Karena saya habis makan, maka tulisan saya bisa demikian panjang. Itu artinya, selama ini saya membikin postingan dalam kondisi belum makan yang ditandai dengan tulisan yang serba pendek. Inilah kesimpulan singkat dari tulisan panjang ini.

Peringatan :
Membaca tulisan panjang ini tidak akan menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin, tetapi dapat menyebabkan lapar lagi.

Saran :
Segera ambil nasi, lauk, sayur dan aksesorisnya. Selamat Makan…

~ Grazie ~
Categories: Ekspresi
  1. Maria Smith
    May 10th, 2011 at 22:57 | #1

    nice article… Keep posting these kind of articles… really great…


    Matur Nuwun Mbak Maria πŸ˜€

    [Reply]

  2. May 10th, 2011 at 23:22 | #2

    Peringatannya bikin ngekek aja hehehehe


    Makasih Mas

    [Reply]

  3. purwanto
    May 10th, 2011 at 23:25 | #3

    kalau saya di 3 hari makan ala hotel Pak… maklum ada yang bayari ikut pelatihan. Belum lapar sudah disuruh makan lagi plus aksesories yang aneh-aneh pula…


    Kalau ada acara dihotel suka gitu Mas.
    Yg tadirot sudah datang menu berikutnya. Tapi bumbunya nggak miroso πŸ˜€

    [Reply]

  4. niQue
    May 10th, 2011 at 23:33 | #4

    wah, jadi ada kaitannya sudah makan atau perut kosong dengan panjang/pendeknya postingan ya Pak? πŸ˜€

    sudah pak, tadi kami berdua makan sate saja, engga pakai sayur apapun, tapi asesoris jelas ada dong, kerupuk coklat tuh.
    Jadi peringatan no.2 engga bakal terjadi sama saya hehehe


    Tadi saya pastinya tempe goreng + sambel terasi

    [Reply]

  5. May 10th, 2011 at 23:37 | #5

    Makannya jangan telat ya Pakdhe..
    Nani tulisannya makin ramping aja πŸ™‚


    makannya sich nggak telat. Nulisnya yg telat

    [Reply]

  6. May 10th, 2011 at 23:49 | #6

    Walaupun namanya Aksesories …
    tetapi justru itulah yang tidak boleh ketinggalan Pak Mars

    ahahahaha

    salam saya


    Aksesoris paling enak adalah krupuk dan sambel om

    [Reply]

    niQue Reply:

    @nh18
    dimana2 kok sama yah? kerupuk dan sambel sepertinya sudah tidak tepat disebut asesoris, karena ber2 itu wajib ada setiap mau makan. iya toh?!


    Yg penting ada kriuk2nya dan ada pedes2nya…

    [Reply]

  7. tunggadewi
    May 10th, 2011 at 23:50 | #7

    Persis anak lelaki saya juga kalau sudah suka sesuatu aweeeet sampai lama baru ganti.
    Kalau dari teori personaliti f-d selection, kebiasaan makan Bapak menggambarkan seseorang yang memilih K-strategy dalam misi keberlangsungan hidupnya. Kalau diijinkan, bisa saya teruskan lagi penjelasannya..;)


    Saya sangat pengin tau teori itu Mbak…
    Silakan dilanjut.
    Trims atas tambahan wawasannya

    [Reply]

    tunggadewi Reply:

    K-strategi mengalokasikan upaya terbesar pada survival dan pengasuhan anak (heavy parenting). Seseorang dengan K-strategi yang tinggi dimungkinkan memiliki hubungan yang kuat dengan orang tua, menghindari risiko yang dapat mengancam kelangsungan hidup, setia dengan pasangan, dan mencurahkan perhatian yg sangat besar terhadap anak2.
    Bagaimana, cocok tidak kira2 dengan kepribadian Bapak?

    Pak, yang lain fotonya cantik ganteng, kenapa gambar saya keluarnya starfish? Hehe..:P


    Makasih penjelasannya yang komprehensip. Dari sederet keterangan itu, ada 1 yang saya sendiri ragu… πŸ˜€
    Yang mana itu?.
    Biarlah hanya saya yang tau… πŸ˜€
    Tentang avatar itu, nggak tau knapa kok munculnya malah monster ya?

    [Reply]

    tunggadewi Reply:

    Saya tahu..saya tahu..biasa lah ituu.. (pake mesem sih..)


    Saya masih pengin tau lebih jauh tentang strategi yang lain2nya Mbak…
    Boleh dibagi kalau berkenan

    [Reply]

  8. May 10th, 2011 at 23:52 | #8

    Mau ikutan makan sambal terasine pasti sudah gak kebagian….


    Trasi Njuwono… πŸ˜€

    [Reply]

  9. bambang hs
    May 11th, 2011 at 00:07 | #9

    Kalau saya lauk yang tak pernah bosen adalah Masakan yang serba pakai teri. Antara lain : Teri tanggane, Teri Maratuwane, Teri Yange dll … hihihihi …


    Cap Ratu yo enak mas…
    Ratuku alias gratis

    [Reply]

  10. Mhd Wahyu NZ
    May 11th, 2011 at 01:35 | #10

    nampaknya Pak Mars ini mirip dengan adik ipar saya, yg punya pola makan teratur
    soalnya dia juga teratur nasi goreng terus, atau teratur ayam goreng terus, atau teratur telur terus. persislah sudah. kalau saya sih acak, Pak…. tak teratur.
    cuma beberapa hari ini agak sulit makan nasi πŸ™


    Nggak nyangka kalau ada juga yang sama seperti saya ya Pak…
    Selamat datang kembali untuk Pakacil πŸ˜€

    [Reply]

  11. Ikkyu_san
    May 11th, 2011 at 05:29 | #11

    waduuuh, untung saya bukan istrinya pak eM hahaha… Yang masak bosen blas deh kalo gitu. Saya dua hari berturut-turut makan yang sama aja maleees banget. Akhir-akhir ini malah bingung mau makan apa πŸ˜€ (dan ini gawat, pertanda semangat hidup sudah menurun πŸ˜€ )

    EM


    Iya Bu…
    Istri saya juga sempat protes karena musti masak khusus buat saya…

    [Reply]

  12. May 11th, 2011 at 06:37 | #12

    Ambil nasi ama lauk darimana mas, kemarin aja masih ngutang di warung..:o


    Ini pindah warung satunya

    [Reply]

  13. obat epilepsi
    May 11th, 2011 at 07:04 | #13

    waduh bener nih ah jadi lapar mas, abis baca artkikelnya panjang , biasanya kan suka ramping hehehe


    Setelah ini pasti kembali ramping

    [Reply]

  14. May 11th, 2011 at 07:15 | #14

    Pak Mars suami idaman, nih. Kalo menu makannya periodik begitu (apalagi menu tempe terus), istri bisa menabung banyak. hehe…..


    Itu karena cukupnya cuman untuk beli tempe

    [Reply]

  15. May 11th, 2011 at 07:15 | #15

    kok jadi lapar sih pak hehehe


    Lapar adalah obat nafsu makan

    [Reply]

  16. May 11th, 2011 at 07:47 | #16

    tempe goreng + sambel trassiii….
    apalagi makannya di tengah2 sawah paak…

    jadi pengenn…


    Nasinya anget2 Mas

    [Reply]

  17. rozy
    May 11th, 2011 at 07:48 | #17

    makan pake apa sampe panjang gini postingannya pak
    pasti habis makan pedes nih ya πŸ˜€


    Pakai tempe goreng dan sambel trasi

    [Reply]

  18. May 11th, 2011 at 08:06 | #18

    wah saya selalu pendek2 tulisannya, karena mobile blogger, hehehe, capek ngetik jika panjang2,,


    Saya juga aslinya nulis pendek2 Mas

    [Reply]

  19. rubiyanto19
    May 11th, 2011 at 08:16 | #19

    Selamat makan juga, ini kebetulan lagi sarapan pagi, he he


    Mari sarapan

    [Reply]

  20. May 11th, 2011 at 08:17 | #20

    Makan untuk hidup atau hidup untuk makan?
    Sementara untuk manusia, dia bisa makan apa saja, pasir, besi, kayu, semen dan sebagainya yang pada hakekatnya hanya untuk memuaskan diri dengan harta duniawi.


    Yg pasti hidup untuk makan…
    Saya yakin nggak ada satupun yang hidup nggak untuk makan…

    [Reply]

  21. May 11th, 2011 at 08:48 | #21

    *langsung sarapan*


    Bagi2 Mas

    [Reply]

  22. May 11th, 2011 at 09:01 | #22

    Saya langsung mendadak lapar pak πŸ˜€
    Sambel terasi memang aksesoris makan yg paling enak πŸ™‚


    Kalau ditempat saya, yg paling enak Trasi juana Mas

    [Reply]

  23. niQue
    May 11th, 2011 at 09:05 | #23

    @Ikkyu_san
    hahahaha mba Em … beneran bahaya itu.
    saya juga sudah dilanda virus itu soale.

    klo suami saya setipe sama pak Mars, itu-itu dalam jangka lama ya ga bakal nolak, sing penting makan, begitu katanya hahaha …


    Kalau saya konsisten dengan selera sendiri πŸ˜€

    [Reply]

  24. adetruna
    May 11th, 2011 at 09:08 | #24

    baru beres makan jadi artikel bapak kali ini tidak berpengaruh, maaf… Hehehehe :mrgreen:


    Selamat makan Mas

    [Reply]

  25. May 11th, 2011 at 09:36 | #25

    kalau lagi makan pecel lele calling pak, bisa bantuin ngabisin


    Pecel lele termasuk makanan pokok saya Mbak…
    Lauk nasi πŸ˜€

    [Reply]

  26. lozz akbar
    May 11th, 2011 at 10:12 | #26

    loh kok malah kebalik pak Mars.. justru saya tiap posting pasti kondisinya pas laper, tapi kok malah dowo-dowo ya artikel saya hehe..

    Pak join tempene po’o? hehe


    Itulah realita Mas…
    Ada yang kalau lapar malah semangat dan kalau kenyang ngantuk, ada yang sebaliknya

    [Reply]

  27. TuSuda
    May 11th, 2011 at 10:50 | #27

    kalau sy, sempat atau tidak sempat makan, selalu nekat nulis singkat… πŸ˜†


    Saya nulis soal makan Bli

    [Reply]

  28. nuansa artis
    May 11th, 2011 at 11:05 | #28

    peringatan justru untuk dilanggar, makan sambil baca juga bisa berlama-lama dan tentunya puanjanggggg!


    Iya Mas…
    Ada juga yg belajar sambil ngemil…

    [Reply]

  29. May 11th, 2011 at 11:17 | #29

    senang bisa mampir lagi….


    Makasih…

    [Reply]

  30. chocoVanilla
    May 11th, 2011 at 11:52 | #30

    Pak, pengen tempe pake tepung beras itu. Tolong tanya Bu Mars dong, apa resepnya. Saya jadi pengen 😳

    (juga jadi pengen makan tempe gembus pake cengis, wuidih, wis ra tau nemu maneh πŸ™ )


    Tempe gembus murah meriah dan mak nyuss…
    Dibacem juga gurih Mbak…

    [Reply]

  31. May 11th, 2011 at 12:31 | #31

    Kesimpulan :
    Membaca tulisan panjang bisa menyebabkan kelaparan. Mohon sedia nasi beserta aksesorisnya sebelum membaca tulisan panjang.


    Jangan lupa bawa bekal sendiri2…

    [Reply]

  32. May 11th, 2011 at 14:43 | #32

    Kebetulan saya grafiknya kurang bagus Pakde, jadi kalau makan ya panjang, kalau diet ya singkat heeee…saya suka artikel ini, saya pajang di tempat kerja heee


    Makasih Bli…

    [Reply]

  33. May 11th, 2011 at 15:24 | #33

    Wahahahhaha, Kalo saya nggak bisa nulis panjang pak, baik dikala kenyang maupun laper… alnya ya gitu, suka kehilangan ide, maunya cepet2 ending…. πŸ™‚


    Saya juga nggak bisa nulis panjang kok Mas

    [Reply]

  34. Erwin
    May 11th, 2011 at 15:48 | #34

    (lmao)


    πŸ˜†

    [Reply]

  35. Berirama
    May 12th, 2011 at 08:29 | #35

    πŸ˜€ biasanya aksesories makannya pete Pak Mister


    Petai adalah makanan pokok saya Mas,
    Sayangnya nggak selalu ada

    [Reply]

  36. May 12th, 2011 at 09:56 | #36

    Iya sih,, kadang saya malah bingung mau makan pake lauk ap,, eh ujung-ujungnya sebulan itu makannya itu-itu aja


    Ketika makan kita punya pola, maka akan memudahkan juru masaknya

    [Reply]

  37. May 13th, 2011 at 07:30 | #37

    heleh… terus kalo BU mars gimana? masa ngikutin selera bapaknya terus!


    Karena seleranya beda, maka Bu Mars masak juga seleranya sendiri

    [Reply]

  38. May 15th, 2011 at 11:48 | #38

    Saya suka tempe, baik untuk lauk maupun di ganyang sore sambil ngopi.
    Hidup tanpa tempe bagaikan taman tak berbunga. Taman tak berbunga ibarat hidup tanpa cinta.
    Kesimpulannya, hidup tanpa cinta sama dengan hidup tanpa tempe.

    Hidup tempe.

    Salam angat dari Surabaya


    Salam hangat juga Dhe…

    [Reply]

  39. May 17th, 2011 at 20:43 | #39

    .oleh Marhaini Kamaruddin Rabiatul Adawiyah Koh Abdullah dan Amirah Amaly Shafaat..Apa hobi Tun pada masa lapang?.Sebenarnya saya tidak banyak masa lapang masa kini kerana kerap menulis. Saya mempunyai banyak rencana untuk blog saya untuk memoir saya dan ada juga tulisan berkenaan dengan tajuk-tajuk tertentu yang belum lagi saya keluarkan…Kalau ada masa saya cuma tonton televisyen sahaja.

    [Reply]

  40. May 27th, 2011 at 10:48 | #40

    bagus,

    postingan yang menarik,

    good job! πŸ™‚

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~