Ketika Anak Sudah Tidak Anak-Anak Lagi

Hari terus berganti, jika kemarin dua anak kami masih anak-anak maka hari ini mereka sudah bukan anak-anak lagi. Suka duka mewarnai masa kecil mereka, kadang apa yang dia inginkan tak bisa kami wujudkan. Maklumlah, bapaknya cuma pegawai biasa dan ibuknya juga ibu rumah tangga.

Kami sangat bersyukur memiliki anak yang tak banyak menuntut. Andai waktu bisa diputar ulang, maka kami ingin mengulang kembali masa ketika anak kami masih anak-anak karena kenikmatan mendampingi anak semasa mereka masih anak-anak adalah hal luar biasa.

Meski mereka sudah bukan anak-anak lagi tetapi kami masih terus mengawasi, meski mereka sudah bisa mencari uang sendiri tetapi kami tak pernah melepas tanggung jawab atas masa depannya nanti. Kami masih terus bekerja dan berusaha untuk mereka.

Semoga mereka tetap berjalan di atas rel yang kami gariskan, semoga mereka bisa mengatasi segala hambatan dan rintangan kehidupan.

21 thoughts on “Ketika Anak Sudah Tidak Anak-Anak Lagi

  1. Jadi keinget sama bapak dan ibu saya nih pak, semoga saya bisa membanggakan sekaligus membahagiakan mereka. Karena pengorbanan dan juga perjuangan mereka yang membuat saya jadi tahu akan banyak hal. 🙂

    Semoga orang tua kita selalu dalam lindungannya

    [Reply]

  2. Amieen, Omm. Anak Lanang saya juga sudah on the way dewasa, sudah mau ujian SD 😀

    Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak baik, yang dimudahkan segala sesuatunya dan membawa berkah. Amien.

    Amien…

    [Reply]

  3. TANGGUNG JAWAB sebagai orang tua baru kita merasakannya setelah memiliki anak

    Iya Mas.
    Jaman kita masih jadi anak, sering tak bisa mengerti pikiran orang tua

    [Reply]

  4. Anak ku masih anak-anak. Dan memang, mendampinginya adalah obat dari segala capek di dunia ini! #hamboksumpih

    Kenikmatan mendampingi anak2 saat masih anak2 adalah hal paling luar biasa…
    NB:
    Komen ini sebelumnya masuk kotak spam karena memuat kata “obat” 😀

    [Reply]

    PRofijo Reply:

    huahaaha… ternyata pak Mars pasang filter untuk tukang obat :))))

    Hahahaha
    Iya Mas.
    Asal ada kata “obat”, komennya langsung dianggap spam

    [Reply]

  5. ikut barisan doa bersama Pak Mars bagi para jagoannya.
    Tut wuri handayani selalu ya Pak.
    Salam hangat tuk brayat Kendal

    Terima kasih Bu Prih

    [Reply]

  6. Amiiinnn …
    Mari kita semua menjaga titipan NYA ini dengan sepenuh hati

    Salam saya Pak Mars

    Semoga kita lulus ujian dalam menjaga anak2 kita Om.
    Amin.
    Salam untuk keluarga

    [Reply]

  7. Semoga do’anya di dengar oleh Yang Maha Kuasa ya Pak. Biasanya orang tua menganggap kalau anak-anaknya sudah berkeluarga sendiri sudah lepas tanggung jawabnya. Akan tetapi Pak Mars ini lain dari pada yang lain. Tapi saya sangat setuju dengan pemikirannya pak. Dapat menjadi inspirasi bagi oarang tua.

    Amin, Terima Kasih

    [Reply]

  8. Dadi merasakan betapa berat tanggung jawab ibukku. Sang singgel perent.

    Semoga semua Ibuk mendapat lindungan dari Allah SWT

    [Reply]

  9. amiiin..sebentar lagi saya akan menyusul jadi bapak..mohon doanya agar diberi kelancaran …
    🙂

    Semoga segera terlaksana

    [Reply]

  10. kadang ingin menghentikan waktu supaya mereka tidak usah menjadi besar, dan kita tidak usah menjadi tua 🙂
    Tapi sekarang saya sedang menikmatinya… Kai tahun depan mulai masuk SD, dan waktu tidak akan berhenti

    Ternyata Bu eM juga pernah berandai2 jika waktu bisa dihentikan. Kirain cuma saya yang berandai2 begitu 😀

    [Reply]

  11. waktu memang terasa cepat berlalu ya pak mars..

    Iya Mbak.
    Perasaan belum lama mendampingi anak2, tau2 sekarang mereka sudah dewasa semua

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *