Ketika Peran Berubah Jadi Perang

Sukses tidaknya sebuah kegiatan sangat dipengaruhi oleh peran pihak lain, bahkan tak ada satupun aktivitas yang bisa berjalan mulus tanpa keterlibatan pihak lain. Tapi ketika peran berubah menjadi perang maka semua bisa berantakan.

Pemilu misalnya, peran media jelas perlu. Bisa sebagai ajang adu visi dan misi, bisa untuk sosialisasi dan sarana informasi. Tapi apa yang terjadi? Peran media berubah wujud jadi perang media. Media tak lagi independen dan netral tapi dijadikan sebagai alat menghantam lawan.

Banyak peran yang berubah wujud menjadi perang. Peran keluarga berubah jadi perang keluarga, peran sekolah berubah jadi perang antar sekolah dan peran masyarakat berganti menjadi perang masyarakat. Perang terjadi dimana2. Di rumah, di sekolah dan di masyarakat.

Gara2 peran social media yang sering disalahgunakan menjadi perang social media, maka bisa2 peran mulut berkembang menjadi perang mulut.

Semua adalah pilihan.
Mau ambil peran hentikan perang ataukah maju perang demi sebuah peran…

42 thoughts on “Ketika Peran Berubah Jadi Perang

  1. selamat hari Selasa juga pak .. sudah lewat setengah hari tapi 😀


    Selama belum jam 24.00 kan masih Selasa…

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Ihiiiir, absen pertama kaleeeeeeeeee. . .:D


    Hahahaha
    Kali ini Ni pertamax karena tau saat saya bikin draft

    [Reply]

    alamendah Reply:

    Peran komentar pun bisa jadi perang komentar, ki…


    Akhirnya perang opini…

    [Reply]

  2. seseorang yang suka berperan aktif belum tentu suka berperang lho pak
    suer terkewer-kewer xixixi

    jadi ini ada kaitannya dengan perang antar sekolah yang mencabut nyawa Alawy kaH?


    Pokoknya terkait dengan keprihatinan Ni…

    [Reply]

  3. Sebaiknya kita lebih berhati2 jika memang ingin berperan ya, pak. . . hihihi
    Jangan perang, pak. Nanti dimarahi Alloh. 🙂


    Peran apapun, harusnya ditekuni
    Asal peran yg positif

    [Reply]

    nique Reply:

    emang Allah pernah marah gitu? 😛
    ‘Kan maha pengasih penyayang 😀


    Kalau di lagunya anaknya Anang malah ada syair “Dimarahi Tuhan…”

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Ada lah mba, lha itu Bapak Mars tauuuuuuu. . . 😛


    Kan ada lagunya

    [Reply]

  4. Hidup selalu memiliki pilihan untuk kita dalam mengambil peran, namun kita juga bisa menggunakan akal sehat untuk dapat menghindari perang. Karena kita akan selalu berperan dalam satu tujuan dikehidupan untuk mewujudakn suatu perdamaian.

    Sukses selalu
    Salam,


    Hakekat hidup adalah memilih Pak, meski hidup bukanlah pilihan

    [Reply]

  5. karena berperan itu biasanya ngabisin energi
    sedangkan berperang bisa jadi duit
    walau harus ngorbanin orang lain


    Dua2nya menyita energi pastinya

    [Reply]

  6. Semoga bisa selalu berperan sesuai porsi masing-masing pak Mars. Sedih juga kalo harus berperang terus. Tapi banyak sih ya yang suka berperang…


    Nenek moyang kita dulu juga suka perang. Bahkan pelajaran sejarah Indonesia banyak menyebutkan itu

    [Reply]

  7. sering kali perang sengaja diciptakan, agar muncul pemeran-pemeran baru. bahkan saking pintarnya, perang itu sengaja dibuat untuk memuluskan perannya.


    Dalam setiap perang pasti ada pemerannya
    Ada peran menang dan ada peran kalah

    [Reply]

  8. Enaknya kalo perang-perangan pakai duit. Tu khan duit jadi peran penting


    Perang duwit pasti rame…
    Judi juga termasuk perang duwit…

    [Reply]

  9. Apapun pilihannya – peran ataupun perang – semestinya kita bisa melakukannya di saat dan tempat yang tepat.
    Oh ya, Pak Mars, kiriman buku sudah sampai minggu kemarin tapi saya lupa mengabari. Sejak modem di rumah rusak saya jarang online, termasuk sowan ke blog ini.
    Terima kasih untuk kesekian kalinya dan salam hangat untuk keluarga tercinta.


    Semoga bermanfaat buat ngeblog Bi…

    [Reply]

  10. sampai akhirnya di jakarta kemarin terjadi perang antar pelajar yang merengut nyawa…. mungkin ini akibat perang perang yang sama….


    Ikut prihatin dengan tawuran pelajar yang sampai timbul korban jiwa

    [Reply]

  11. Perang mungkin berasal dari suara gemuruh gelas yg pecah, PRANG!!! PERANG!!!!

    kalo peran itu imbuhan per dan akhiran an. Haha komenku lost fokus..

    *semoga gak masuk spam*


    Lost Fokus juga perlu, buat nambah wawasan dan memperluas cakrawala.
    Padahal cakerawala sendiri itu sudah luas…

    [Reply]

  12. Wah, saya baru mikir ternyata peran bisa menjadi perang ya.. 🙂 mungkin yg penting terletak pada apa yg diperankan dan hal apa saja yg menjadi dasar/pondasi/prinsip bagi tindakan peran yang ia perankan..


    Iya Mas
    Semua punya alasan
    Milih peran atau perang, biasanya didasari atas sebuah alasan

    [Reply]

  13. perang peran untuk sesuatu yang baik jadinya fastabiqul khoirot,bagus tuh


    Sayang disayang, ada banyak perang yg tujuannya nggak baik

    [Reply]

  14. Sedih ya, Om kalo liat begitu banyak peran yang berubah menjadi perang di Indo. Hiks…hiks…..
    Saya yang di sini tiap hari baca kompas jadi khawatir dengan orang tua di Indo


    Terutama di kota besar Mbak…
    Kalau di kota kecil sich masih kondusif

    [Reply]

  15. Mempelajari seni perang sebetulnya juga sama menariknya dengan mempelajari seni peran. Tapi saya lebih senang belajar seni suara saja deh, Om 😀


    Kalau Seni Perang itu biasanya perang2an ya Mbak…

    [Reply]

  16. Perang akan selalu ada sepanjang peradaban manusia, namun hendaknya memilih peran baik dmanapun perang berada. Utk domestik keluarga, jangan lama2 perangnya ya..:)


    Dan jaman nenek moyang kita pun sudah akrab dengan yang namanya perang

    [Reply]

  17. peran yang tidak semestinya bisa menimbulkan perang atau konflik yg berkepanjangan.


    Tiap terjadi perang pasti ada yg berperan

    [Reply]

  18. saya lebih baik menjadi penonton saja mas.. atau cameo 😀


    Hehehe
    Kalau jadi penonton justru sering lebih nggak aman lho Mas Tom
    Liat aja penonton sepak bola.
    Lebih aman pemainnya drpd penontonnya

    [Reply]

  19. Dalam perangpun banyak pihak berperan Pak: pengatur strategi, tim penggempur, bahkan provokator.
    Pak Mars sedang berperan sebagai pencegah perang nih. salam


    Kalau saya bisa jadi apa saja Bu…
    Jadi provokator juga bisa, tapi nggak saya kembangkan Bu.

    [Reply]

  20. selain peran dan perang ada juga prang! Bunyi gelas pecah deh


    Dalam sebuah perang, peran dari “prang” akan sangat membantu terutama sebagai soundtrax agar terkesan meriah Bu.
    Kalau perang kok sepi kan kurang greget 😀

    [Reply]

  21. saya lebih suka berperang pak….
    berperang melawan kemalasan, hehehehehe….


    Semoga Mas Dheny nggak terjangkit virus malas dan makin semangat dalam berbagi ilmu lewat omague… 😀

    [Reply]

  22. damai itu lebih baik ya Pak Guru… 🙂
    emoh akh, main perang2an …. 😛
    salam


    Iya Bun…
    Asal nggak damai Tapi Gersang seperti lagunya Pak Aji Bandi yang nggak pakai Bando itu

    [Reply]

  23. banyak yg milih berperan antagonis ya pak….:(


    Juga banyak yang rebutan peran Mbak…
    Padahal tiap kita sudah dapat peran masing2 lho

    [Reply]

  24. semua berawal dari perbedaan kepentingan pak, sama sama gubernur, yang satu ingin jadi pelayan, yang satu ingin jadi tuan,


    Bisa disebut tuan karena ada peran pelayan dan bisa disebut pelayan karena punya tuan…

    [Reply]

  25. perang status pernah pak mars, tapi yaa gitu pak gag akan pernah habisnya, jadi kalau ada yang perang status harus ada yang ngalah duluan 😀


    Berani ngalah adalah keberanian sejati

    [Reply]

    Idah Ceris Reply:

    Perang sama siapa, Niar.
    Sama Jokowi ya?
    #eh koq Niar curcol disini. .. 😀


    Niar kan lagi ajaran curcol 😀

    [Reply]

  26. Semua ingin perannya menonjol sehingga acara talk show menjadi perang mulut, otot2an sampai hostnya bingung.
    Salam hangat dari Surabaya


    Amat sering Dhe…
    Apalagi Nudirman Munir itu…
    Indonesia Lowyer Club juga gitu

    [Reply]

  27. betul pak mars. social media jadi ajang peperangan. perannya jadi berubah-ubah, tergantung yang berperan. kalau perang, saya mending mundur saja. nggak ikut-ikut ah. sereeem


    Kayaknya 50-50 ya Mbak…
    Negatif dan positipnya berimbang, tergantung yg makai…

    [Reply]

  28. he he..bener juga ya Pak.Kelihatannya lebih seru lagi nih Pak, jika dicari bagaimana setiap peran yang menjadi perang itu mendapatkan tambahan huruf g-nya he he..


    Jika salah ambil peran bukan tak mungkin akan menimbulkan perang

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *