Home > Ekspresi > Klasifikasi bin Kategori

Klasifikasi bin Kategori

April 13th, 2009

raskinM

enurut ensiklopedi yang saya punya, klasifikasi yang paling sederhana mengkategorikan segala sesuatu menjadi dua kelompok, semisal siang-malam, besar-kecil, baik-jelek, tua-muda, siang-malam dan sejenis begitu itu. Dalam Matematika, pembatas antara dua klasifikasi itu dinamakan median atau nilai tengah.

Karena perkembangan jaman dan dinamika ilmu pengetahuan, lalu berkembang menjadi 4 kategori, semisal anak2-remaja-dewasa-tua, amat baik-baik-cukup-kurang, pagi-siang-sore-malam, jenius-pandai-bodoh-idiot, kecil-sedang-besar-jumbo, S-M-L-XL, dingin-hangat-panas-puanass dan seterusnya. Pembatas yang membagi kategori menjadi 4 seperti itu disebut Kuartil dan dberi notasi Q.

Klasifikasi dalam hal tertentu mutlak perlu, tapi dalam hal lain bisa menyakiti hati, walau realitanya demikian. Klasifikasi status sosial misalnya, sangat tak manusiawi dan ndak etis, bila kita mengelompokkan orang menjadi miskin dan kaya, sampai2 perlu ada istilah aneh yaitu “raskin”, beras miskin. Kenapa perlu ada istilah itu?. Akankah muncul minyak miskin, pakaian miskin, sabun miskin, gula miskin dll?. Bedakah perut orang miskin dan perut orang kaya?.

Kampret mana yang pertama menciptakan istilah raskin?. Jangan2 Sang Kampret itu lahir sudah bawa harta benda, sehingga dia ndak tau bahwa siapapun kita, terlahir tanpa membawa apa2.

Berdasarkan kajian pula, bahwa sistem rangking di sekolah saja sudah dihapuskan, lha kok malah dimasyarakat ada perangkingan kaya-miskin. Jan goblog tenan. Kalau mau mbantu rakyat, mbok ndak usah diberi istilah raskin.

~ Grazie ~
Categories: Ekspresi
  1. April 13th, 2009 at 18:33 | #1

    apa kata pemerintah wae…., kita cuma baru bisa jadi penonton….

  2. ciwir
    April 13th, 2009 at 18:34 | #2

    klasifikasi adalah pembedaan, meskipun terkadang terasa nggak adil, tapi itulah yang terjadi…

  3. mantan kyai
    April 13th, 2009 at 18:37 | #3

    klasifikasi biasanya diciptakan atas dasar kepentingan. misalnya ada bblog hitam. ada blog putih … (lmao)

  4. annosmile
    April 13th, 2009 at 18:40 | #4

    tapi klo ndak ada klasifikasi
    bantuan tidak tepat sasaran dung

  5. zenteguh
    April 13th, 2009 at 18:55 | #5

    raskin yang selalu jadi rasan-rasan….sopo seh presidene??

  6. April 13th, 2009 at 19:11 | #6

    saya butuh witkin.. benwit miskin

  7. Ardhianto A.N.
    April 13th, 2009 at 19:31 | #7

    Satu lagi Pak, coba Njenengan liat di loket kasirnya RSU Soewondo… disitu loketnya dikasih tulisan ada utk Umum, Askes, Jamkesnas… dan yang paling pojok khusus buat layanan Askeskin ditulis : MISKIN (nggak manusiawi sekali kan?!)

  8. Ardhianto A.N.
    April 13th, 2009 at 19:37 | #8

    Tapi mungkin ada satu hal/bidang yang “perlu” juga diberi kategori kaya s/d miskin… khusus buat yang satu ini : BLOG!

    Ada BLOG KAYA, yang sering dipelihara dan diisi yg baik-baik, sampai dapet pagerank dan traffic rank yg nggilani! (kayak blog ini… blog ini kayaknya masuk kategori blog kaya) Lebih keren lagi kalo blognya sampe bisa menghasilkan rupiah apalagi sampe dolar beneran ^_^ itu baru BLOG KAYA BENERAN…

    Dan ada juga yang masuk kategori blog miskin… posting cuman sekali sebulan, itupun kalo sempet, dan isinya “nyaris” malah mbingungi readers-nya ^_^ hehehe… buat yg merasa tersinggung, Just kidding ya!

  9. April 13th, 2009 at 19:37 | #9

    kudune ya ra perlu ana sekolah negri-swasta, PNS, PNSwasta, SSN – udu SSN, profesional karo urung barang no pak 😀

  10. April 13th, 2009 at 19:49 | #10

    saya butuh witkin. benwit miskin

  11. April 13th, 2009 at 20:57 | #11

    aku blogkin << blogger miskin…

    lagune enaakk pakde… bannernya jadi kuning ya.. seng kelap kelip wes ga’ usum to??

  12. Khairuddin Syach
    April 13th, 2009 at 23:51 | #12

    Saya setuju dengan postingan diatas, terutama masalah raskin.
    Kalau dahulu ketika rezim orba masih berkuasa, istilah yang ‘nylekit’ itu dihaluskan dengan sehalus-halusnya..
    contoh kecil sajah; Orang yang super miskin alias kere banged disamarkan namanya menjadi masyarakat dibawah garis kemiskinan…
    Tapi ketika jaman reformasi (katanya) istilah2 semacam itu kok malah berbanding terbalik. Bukannya istilah itu makin dihaluskan, malah makin tak enak didengar oleh telinga..

    Semestinya harus masuk MURI orang2 yang membuat istilah2 tsb…

  13. Khairuddin Syach
    April 13th, 2009 at 23:52 | #13

    @endar
    Kok podho siy sob???

  14. achmad sholeh
    April 14th, 2009 at 07:29 | #14

    setuju sama mas Khay dan Mas Endar, uh… dasar rak kreatif

  15. April 14th, 2009 at 08:07 | #15

    hehehhe
    pak marsudiyanto aya aya wae…

  16. April 14th, 2009 at 08:22 | #16

    hwhehhwewewe kadang perbedaan yho perlu misal status jenis kelamin ning nek mangsalah status sosial ndak usah.

  17. byme
    April 14th, 2009 at 09:16 | #17

    memang hebat mas
    semua memang sudah ada pasangannya
    byme

  18. April 14th, 2009 at 10:38 | #18

    lah trus pake istilah apa pakde???

  19. Rafi Ahmadi
    April 14th, 2009 at 19:19 | #19

    Minta jatahnya pak…
    Saya butuh raskinnya

  20. April 14th, 2009 at 21:33 | #20

    Meskipun raskin, banyak juga orang kaya yang ngincer

  21. Sanjaydut
    April 14th, 2009 at 21:57 | #21

    Ijin masuk…
    Wah ni lagi pada ribut… kalau saya ikut comment menurut saya memang di dunia ini dibuat pasang-pasangan.
    Ada pria ada wanita, ada kaya ada miskin jadi itu adalah adil menurutku…
    hehe….

  22. April 14th, 2009 at 22:08 | #22

    KUAMPRETTTT…. jan kampret tenan itu yang mengklasifikasikan beras…
    GUOBLOG tenaaannnnnnnnnnn………

    Lha yo kuwi Mas Andy…
    Beras kuwi kan gaweyane Gusti Allah. Kok biso2ne diarani Beras Miskin. Blas gak mensyukuri.
    Kenopo duwit sing karyane menungsa malah diarani BLT?.
    Kenopo ora DUKIN alias Duwit Miskin mesisan?

  23. Rusa Bawean™
    April 14th, 2009 at 23:46 | #23

    setuju banget bosssharusnya
    dibikin murah aja bersmya
    🙂

  24. April 15th, 2009 at 04:27 | #24

    Pancen njaluk di las lambene! koar2 bangun bangsa tapi rakyatnya distrata oleh kebijakan!!

  25. Wongbagoes
    April 15th, 2009 at 04:42 | #25

    fenomena sekrang org “bangga” mejadi miskin utk mendapat raskin ataupun blt…

  26. April 15th, 2009 at 06:00 | #26

    pak, kalau partai dibikin (dibilangin orang miskin-red) menjadi 44 lambangnya apa?
    di kalimantan ada buwah namanya PAPAKIN, kaya durian tapi bukan papa miskin
    tadi sarapan pakai SEMAKIN = sego makanan orang miskin

  27. gajah_pesing
    April 15th, 2009 at 13:43 | #27

    apa kata dunia? hahahahaha…..

  28. April 16th, 2009 at 08:41 | #28

    pas ada pembagian
    banyak orang mengaku miskin…hikss
    ooow…mental bangsaku

  29. April 17th, 2009 at 21:23 | #29

    lha, yang dapat raskin protes.
    hihi… *ampun, mas*

  30. uwiuw
    April 18th, 2009 at 07:19 | #30

    yang pasti, kampret itu pasti bukan bakap saya hohohoh

  31. deden
    April 18th, 2009 at 08:26 | #31

    Barangkali si kampret yang mengklasifikasikan beras itu berpikir bahwa istilah ini sudah jauh lebih baik daripada; beras melarat, beras khere.

    Janji memberikan yang terbaik untuk rakyat memang hampir ndak pernah terwujud, lha contoh beras ini; aphek, pecah – pecah, plus bonus krikhil.

  32. ndop
    April 21st, 2009 at 11:25 | #32

    waduh kalau raskin dihapus, saya yang miskin ini trus dapat makan apa PAAAAAK… HUWAAAA….

  33. pardjimin
    April 23rd, 2009 at 16:07 | #33

    emang aneeeehh…………
    RASKIN…
    Membingungkan…

  1. No trackbacks yet.
@marsudiyanto
silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~