Koneksi Lelet

Rumah besar itu terlihat sunyi karena penghuninya cuma ada dua orang.
Suatu hari terdengar obrolan antar mereka.

“Ini bakwan kesukaan Bapak, silakan dicicipi”

Di TV mana Bu. Saya tunggu je. Balawan kan gitaris idola Bapak

“Ingat umur Pak. Untuk jalan aja susah kok mau ikut balapan

Untuk sementara dialognya terhenti karena kedua manula itu sibuk mencari alat bantu dengar yang lupa ditaruh dimana.

Yang ini dibuat dalam versi anti biasa (format ticker) :


62 thoughts on “Koneksi Lelet

  1. aquwh wkt ikut kontes puisi html bilang,
    “menang kalah itu gak penting,
    yang penting sudah ikut meramaikan acaranya mbahKung..”
    padahal klo gak menang pasti ngajak jenab dan munaroh nyerang mbahKung.. 😆

    Paling seneng itu kalau nggak nyangka menang tapi ternyata menang…

    [Reply]

  2. Hehehe…saya sudah mulai begitu pak….
    “Kenapa ibu sekarang kalau bicara terlalu kencang?” tanya anak temanku.
    Rupanya karena sudah agak kurang pendengaran…jadi ikutan bicara kencang.

    Syukurlah rumah saya kecil pak, diantara rimba beton Jakarta…..

    Saya dengan istri juga keras kalau ngobrol 😀
    Tapi anak2 sudah biasa Bu…

    [Reply]

  3. Elah, baca postingan udah senyum, mau komen baca dulu komen lain, pas sampe komen mpok Oyen malah ngakak 😀

    Oyen sirik itu Mbak…
    Takut tersisih kayaknya 😀

    [Reply]

  4. Pak Mars, numpang lewat. Silaturahim, sekaligus nanya kabar? Sehat ya? ^_^

    Alhamdulillah kami sehat Mas.
    Semoga Mas Jiwo sekeluarga demikian juga dan usahanya lancar jaya

    [Reply]

  5. Wiiiih, manulanya kerenn ya mbaak ^^ siip deh untuk FFnya .Slam kenal dari Kudus ya,mbak 🙂

    Saya “Pak” Mbak 😀
    Saya juga dari Kudus lho

    [Reply]

  6. Mungkin alat dengarnya diumpetin Batman..

    Batmannya lebih pikun karena usianya di atas 63 tahun Mas

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *