Kronologi

Kronologi adalah penjelasan secara urut atas sejumlah kejadian atau peristiwa dalam rentang waktu tertentu. Dengan penyajian dalam bentuk kronologi, hal yang semula biasa saja bisa menjadi sesuatu yang lebih menarik dan anti biasa.

Dari sekian banyak kronologi yang saya punya, salah satunya akan saya bongkar melalui blog ini. Peristiwanya nggak sampai sejam tapi tegangnya luar biasa. Inilah yang disebut “sepele dadi gawe
Semoga cukup saya saja yang mengalaminya.

Jam Kejadian / Peristiwa Ekspresi
16.35 WIB mandi sore none
16.50 WIB selonjor sembari bersihkan kuping pakai cotton bud santai
16.55 WIB kapas cotton bud lepas dan tertinggal dalam telinga panik
17.00 WIB telpon dokter THT, kebetulan kenal baik galau
17.05 WIB berangkat ke dokter tegang
17.15 WIB masuk ruang dokter takut
17.20 WIB kapas berhasil dikeluarkan dengan mulus plong
17.30 WIB tiba di rumah lalu melanjutkan selonjor lagi santai

Gara2 iseng bersihkan telinga pakai cotton bud, nggak sengaja kapasnya lepas dan tertinggal dalam telinga. Saya sempat tuli separo selama hampir 1 jam. Beruntung salah satu orang tua murid saya adalah dokter THT, maka atas pertolongannya semua jadi beres.

Untuk Pak Dokter, makasih bantuannya. Saya nggak perlu ngantre dan gratis pula
Apakah sahabat punya pengalaman dengan cotton bud?

34 thoughts on “Kronologi

  1. Ngeri banget sih Pak 🙁
    Pake pembersih bambu aja 😀

    Sebenarnya saya maunya pakai tiang bendera tapi kamu tau sendiri kan?. Kalau tanggal 17 pada dipakai semua

    [Reply]

    Heru Piss Reply:

    hahahaaa… malah dadi nglawak..

    Lha yg komen juga nglawak… 😀

    [Reply]

  2. walaupun mbahKung baru kena musibah, tapi aquwh tetap nyengir bacanya.. 😛

    kasus begini bukan mbahKung saja yang mengalami.. mungkin krn kebetulan pake cottonbud yang mudah lepas.. saran, lain kali membersihkan bagian luar saja.. dan membersihkan bagian dalam, cukup mbahKung lakukan kunjungan rutin ke orangtua siswa.. 😛

    Itulah tulisan saya Ngai…
    Mau tema suka kek, mau tema duka kek, mau tema serius kek, semuanya “dicengiri” oleh yg baca

    [Reply]

  3. Katanya kan memang ga boleh bersihkan telinga pake cotton bud 😀

    Tapi kata penjual cotton bud, malah sangat dianjurkan Mbak…

    [Reply]

  4. coba sesuk ojo nganggo cotonbud, nganggo sapu sodo 😛

    Nganggo sepatu Satpol PP ketoke luwih miroso…

    [Reply]

  5. Hahaha! komen2 lain lucu2 pisan
    Gak pernah pake cotton bud Pak. Biasanya pake yang khusus pembersih telinga

    Hahahaha
    Nggak tau juga Mbak, apapun yg saya tulis (meskipun cerita pilu), yg komen selalu gembira

    [Reply]

  6. Saya juga lagi seneng buat kronologi kejadian-kejadian besar di negara ini pak, buat catatan jika suatu saat dibutuhkan oleh siapa saja

    Iya Mas.
    Kejadian yang ditampilkan secara kronologi akan lebih menarik

    [Reply]

    Heri Reply:

    Kronologinya pak Mars ini juga patut di buat di blog Anda mas, meskipun tidak besar tapi anti biasa banget!

    Hahahaha
    Ini kan cuma kronologi pribadi Mas

    [Reply]

  7. Whihihiii…. lagi baca blog ini jd pengen pke cotton bud jg, smg gak tertinggal kapasnya, apalagi batangnya *wdduh 😀

    Kalau tertinggal anggap sebagai rejekinya dokter THT

    [Reply]

  8. anak saya yang paling gede juga pernah seperti itu pak, ternyata sama dokter ngeluarinnya gampang banget

    Disemprot air ya Mas…
    Istilahnya diirigasi

    [Reply]

  9. Temenku malah bukan kapasnya yg tertinggal pak, tapi pegangannya yg kayak sedotan kecil itu lohh, patah separo dan tertinggal didlm…mgkin bersihinnya tll semangat kalee yaa…

    Wah, kok bisa pegangannya yg masuk ya…

    [Reply]

  10. saya gak pakai cutton bud pk tapi pakai alat khusus seperti cutton bud cuma gak ada kapasnya bentuk ujungnya seperti alat untk mencungkil

    Nah alat khusus itu yang saya belum punya Mbak

    [Reply]

    Imelda Reply:

    mau saya beliin pak? di sini banyak loh 😉

    Mau dong… 😀

    [Reply]

  11. Cotton Buds ? belum pernah …
    Tapi anak saya pernah kemasukan bulir stereofoam di kupingnya … mesti operasi kecil untuk diambil …

    Mudah-mudahan tidak kejadian lagi ya Pak Mars

    salam saya

    Iya Om, sejak kejadian kemarin saya jadi nggak berani lagi ngorek kuping sembarangan…

    [Reply]

  12. cotton buds? serem amat ketinggalan di ditelinga… mungkin harus cari yang lebih baik lagi mutu cotton budsnya ya…

    Meski yg ketinggalan cuma kapasnya tapi ngeri juga Mas

    [Reply]

  13. Waduh Pak Mars,,,,,,,
    Semoga semuanya lancar dan kembali sehat. Yang terpenting jangan suka main cotton buds ya Pak Mars.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    Mestinya sepele Pak, kapasnya tertinggal. Tapi nggak nyaman kalau belum dikeluarkan

    [Reply]

  14. pak eM selalu pakai cotton buds ya setiap hari? Hati-hati loh konon tidak boleh dibersihkan setiap hari….. 2-3 hari sekali aja 😀

    Nggak tiap hari tapi kalau pas pengin saja Bu… 😀

    [Reply]

  15. Sama Pak,saya juga pernah kejadian seperti itu,tapi gak ke dokter karena untunglah kapas didalam kuping bisa saya ambil dengan pelan dan perlahan dan akhirnya keluar 🙂

    Sebelumnya saya juga pernah dan bisa saya keluarkan sendiri Mas.
    Tapi yang terakhir ini ketika saya coba keluarkan malah makin masuk 😀

    [Reply]

  16. kabarnya sih ga bagus terlalu sering bersihin telinga, bagian dalam telinga yang terlalu bersih akan membuat telinga terasa gatal. Intinya sih telinga punya mekanisme otomatis untuk mengeluarkan kotoran. Dari artikel yang kubaca sih begitu…

    Kalaupun pengen membersihkan telinga pake cutton bud, pilih yang berkualitas yang kapasnya ga mudah terlepas. #IMHO

    Iya Mas, membersihkan telinga kalau tidak benar caranya justru membahayakan

    [Reply]

  17. pernah ada tetangga yg kejadian seperti itu, dan memang harus ke dokter buat mengeluarkannya. jadi y perlu milih2 cotton bud-nya.. 🙂 seneng y punya kenalan dokter

    Saya juga sudah milih yang merk terkenal Mas, tapi kejadian juga

    [Reply]

  18. salah satu kelemahan cutton bud, suka kerasan di dalam … 😀

    Untung yang krasan cuma kapasnya ya Mas. Kalau dengan pegangannya sekalian, payahlah kita

    [Reply]

  19. Pernaaaaah… ketinggalan juga di telinga. Cuma saya korek2 sendiri bisa keluar, hehehe…

    Sebelumnya juga pernah berhasil saya korek sendiri tapi yg ini malah makin masuk Mas 😀

    [Reply]

  20. Artikel ini jadi inget adik sepupu saya di Bandung. Lama gak ketemu hampir 5 tahunan.
    Pas ketemu, saya kebetulan bawa walkman. Dia pinjem lantas pilih musik yang keras karena volumenya dibikin maksimum. Lantas dia teriak kegirangan karena ada buntelan cutton bud keluar dengan sendirinya yang konon telah ngendon di telinganya selama 1 tahunan. 😀

    Hahahaha…
    Harusnya saya pinjam walkmannya Mas Yayat ya…

    [Reply]

  21. ya amppuuunnn cottonbud ternyata bahaya juga yaaa…
    mungkin cottonbud nya udah kadaluarsa ya pak… sehingga kapasnya tuh kualitasnya berkurang…

    Cotton bud yg saya pakai termasuk produk yg lumayan bagus Mbak…
    Ngoreknya aja yg mungkin terlalu semangat 😀

    [Reply]

  22. Pak mars, mau tanya nih. bikin tabel gitu gimana caranya ya?

    Itu seperti bikin tabel biasa cuma backgroundnya dikasih warna Mas

    [Reply]

    Mas Andank Reply:

    itu bikinnya dari excell pak? lalu di export ke wp? saya masih binggung kalo bikin pake kode html 🙂

    Mbikinnya pakai kode HTML Mas…
    Kalau dari Excel juga bisa tapi lebih fleksibel langsung kode

    [Reply]

  23. ha ha ha… aduuuh Pak Mars.. kronologinya itu kok menegangkan sekali. Saya paling takut jika ada sesuatu yang masuk ke dalam telinga saya..

    Iya Mbak…
    Kemasukan air saja saya takut, apalagi kemasukan kapas 😀

    [Reply]

  24. Saran saya Om, sebelum dipakai kapas dilepas dulu lalu tambahkan lem pada batangya, tempelkan kembali kapasnya, baru dipakai.

    (lha selak kupinge gatel 😆 )

    Harusnya dilaminating dulu, lalu dilegalisir 😀

    [Reply]

    chocoVanilla Reply:

    Gyahahahahaha…..nyong kepingkel-pingkel 😆 Emangnya ijasah… 😆

    Biar sekalian lama Mbak 😀

    [Reply]

  25. Hehehe..antara geli dan membayangkan betapa senewennya pak Mars.
    Nggak boleh sering-sering membersihkan telinga, dan sebaiknya ke dokter.

    Iya Bu, ternyata membersihkan sendiri itu beresiko…
    Padahal nikmat 😀

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *