Home > Ekspresi > Lalu Kemudian

Lalu Kemudian

November 1st, 2010 Leave a comment Go to comments

Ketika saya masih sekolah, ada dua kata yang paling sering saya pakai tiap kali ada tugas mengarang dari Guru Bahasa Indonesia. Dua kata itu adalah lalu dan kemudian. Ini saya lakukan untuk mensiasati agar tulisan menjadi panjang.

Masih teringat kala itu, betapa susahnya merangkai kata. Baru nulis sedikit rasanya sudah kehabisan bahan. Terpaksalah kalimat yang sedikit itu saya ulur dengan segala daya upaya, termasuk dengan penyebutan contoh yang kelewat banyak sehingga keliatan janggal.

Inilah salah satu contohnya…

Pada hari Minggu kemarin, saya pergi ke rumah paman. Kemudian saya diajak ke kebun. Banyak sekali tanaman yang ada dikebun paman, misalnya ubi, jagung, mangga, rambutan, pisang, sawo, salak, nanas, duku, sawo, apel, nangka, petai dan jengkol.

Setelah puas dikebun, lalu paman mengajak saya melihat kolam ikan. Kemudian paman menjelaskan ikan apa saja yang ada dikolamnya. Ada ikan bandeng, tengiri, gurami, kakap, nila, lele dan ikan asin. Lalu paman memancing ikan kemudian dibakar.

Selesai makan lalu saya pamit. Kemudian bibi memberi bungkusan pada saya. Lalu saya lihat isinya. Ada ubi, jagung, mangga, rambutan, pisang, sawo, salak, nanas, duku, sawo, apel, nangka, petai, jengkol, ikan bandeng, tengiri, gurami, kakap, nila, lele dan ikan asin.

~ Grazie ~
Categories: Ekspresi
  1. advertiyha
    November 1st, 2010 at 17:48 | #1

    lalu saya ngakak baca tulisan ini… kemudian mencoba mengingat2 karangan saya waktu SD yang gak kalah seru dari yang ini,, hahhaha….

    *sebelum kembali pulang, pak Mars memberi saya bekal, ternyata isinya ubi, jagung, mangga, rambutan, pisang, sawo, salak, nanas, duku, sawo, apel, nangka, petai, jengkol, ikan bandeng, tengiri, gurami, kakap, nila, lele dan ikan asin.*

    hahahahahhaa…. *ketawa guling-guling*


    Kemudian saya sapa dengan panggilan “Mas”, lalu Mbak Iyha protes… 😀

    [Reply]

    oyen udah kurus Reply:

    kemudian saya komeng, lalu ngacir *males moco 😛


    Ra takon 👿

    [Reply]

    oyen udah kurus Reply:

    mugakno dadi guru matematika, soale gagal dari guru bahasa…hag…hag…hag 😛


    Ora wae…
    Nek guru Matematika bisa ngarang, tapi nek guru ngarang ra mesti bisa matematika

    [Reply]

    oyen udah kurus Reply:

    musti gurune ndisik bar moco iki yo ngakak guling-guling kek Mbak IyHa.. xaxaxaxa 😛

    *gurune ndisik sopo PaK? 😛


    Guruku ramudeng

  2. pro dolar
    November 1st, 2010 at 17:50 | #2

    jadi teringat jaman SD dulu pak kalau suruh mengarang, emang kata itu yang sering muncul


    Muter2 Mas…
    Kehabisan kata2

    [Reply]

  3. arkasala
    November 1st, 2010 at 18:41 | #3

    setelah membaca tulisan ini saya mau ganti pake “lantas” sekarang pak hihihi
    selalu inspiratif 🙂


    Nanti malah kayak Laka Lantas mas… 😀

    [Reply]

  4. November 1st, 2010 at 19:03 | #4

    He he he..masa lalu yang penuh kenangan ya Pak Mars…


    Sangat terkenang2 Mas… 😀

    [Reply]

  5. nakjaDimande
    November 1st, 2010 at 19:21 | #5

    Lalu kakak minta petai dan jengkolnya untuk kemudian dilalap..


    Kemudian saya ambilkan lalu saya kasih ke kakak 😀

    [Reply]

    oyen udah kurus Reply:

    kok bawa-bawa jengkol Bun??? 🙄


    Kak Adel emang kemana2 slalu bawa jengkol…
    Oyen baru tau ya?

    [Reply]

  6. November 1st, 2010 at 19:29 | #6

    salam kenal semoga bisa menjadi kawan yang saling menguntungkan dan bersahaja.


    Salam kenal juga Mas

    [Reply]

  7. November 1st, 2010 at 19:39 | #7

    wis ngangkang eh ngakak habis aku pokok-e


    Saya sendiri kalau ingat masa itu juga masih senyum2 kok Pak

    [Reply]

  8. November 1st, 2010 at 19:43 | #8

    hahaha…. sama pak…. 🙂


    Xixixixi…

    [Reply]

  9. November 1st, 2010 at 19:50 | #9

    aku dari dulu suka mati kutu kalo urusan karang mengarang pak..
    ampyun deh..


    Saat itu kita kurang latihan Mbak…
    Referensi juga minim.
    Salam!

    [Reply]

  10. Andrik Sugianto
    November 1st, 2010 at 20:17 | #10

    nilai untuk karangan ini adalah 125 pak, lumayan bisa buat beli permen, ting ting jahe, permen karet, kemudian dimakan bareng teman2 ada pak marsudiyanto, pak sudimaryanto dan pak sumardiyanto.


    Nama pendek tapi diulur2 itu Mas 😀

    [Reply]

  11. TuSuda
    November 1st, 2010 at 20:38 | #11

    benar juga pakde, dalam urusan karang mengarang waktu SD, selalu kata-kata itulah yang dipakai berulang-ulang, sering jadi dikombinasikan “setelah itu…kemudian…lalu…” 😀


    Persis Bli…
    Inti ceritanya dikit tapi kalimatnya dipanjang2kan

    [Reply]

  12. November 1st, 2010 at 21:26 | #12

    Bukan cuma dulu pak, sekarang pun aku juga kadang2 masih sering menuliskan hal itu. Cuman yang masih sering aku binggung menuliskan kata”Tetapi” dan “Namun” karena bagiku kata itu berarti sama 😆
    Mohon pencerahan pak 😉
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan


    tetapi & namun emang sama Mas…
    Dipakai sesuai selera. Yang enak menurut kita yg mana, sama2 bener

    [Reply]

  13. November 1st, 2010 at 21:40 | #13

    kemudian dimakan bersama kakak, adik, ibu, bapak, kakek, nenek, paman, bibi …. semuanya deh…


    Lalu berpelukan 😀

    [Reply]

  14. November 1st, 2010 at 21:47 | #14

    bener banget. terutama kata ‘lalu’. haha


    Pokoknya kata “lalu” slalu jadi bulan2an kalau pas pelajaran ngarang 😀

    [Reply]

  15. riFFrizz
    November 1st, 2010 at 23:23 | #15

    setelah banyak membaca lalu kemudian, lalu saya menulis komentar, kemudian menekan tombol submit comment, lalu muncullah komentar saya di urutan paling bawah, kemudian saya meninggalkan blog ini


    Yang lalu biar berlalu, kita bicara yang kemudian saja

    [Reply]

  16. budiarnaya
    November 2nd, 2010 at 05:55 | #16

    Waduh pakde saya merasa tertampar nich…meskipun tidak ada maksud itu, memang bener yach…kalau tidak sering menulis dan mengarang pasti pengulangan kata itu akan terus terjadi, terima kasih pakde


    Lha saya dulu juga gitu kok Bli… 😀

    [Reply]

  17. pendarbintang
    November 2nd, 2010 at 06:00 | #17

    Lalu saya memilih menulis sajak atau puisi saja, daripada kemudian karangan tak dapat panjang, atau sms saja dech…he he he he he

    Waduuuuh,
    Rasanya gimana gitu, benar sih tapi kebenaran itu kadang membuat kita (aku maksudnya) malu..heeeeee

    Salam hangat selalu!


    Makasih atas responnya…
    Salam hangat untuk pendar bintang

    [Reply]

  18. Pakde Cholik
    November 2nd, 2010 at 06:23 | #18

    Saya juga begitu kalau mengarang jaman SD.

    Kalau menggambar biasanya pemandangan, ada matahari terbit di apit dua bukit, ada jalan yang lurus seperti menuju bukit itu.

    Kalau membuat pekerjaan tangan dari tanah liat biasanya : asbak, burung, blimbing,manggis. Jarang ada yang membuat duren atau rambutan, angel mungkin.

    salam hangat dari Surabaya


    Karangan dan gambar saat SD slalu standar Dhe… 😀
    Saya juga begitu.
    Salam!

    [Reply]

  19. November 2nd, 2010 at 08:35 | #19

    kaLo saya nuLis kebanyakan kayak gitu pasti di marahin bu guru, suruh diganti..
    tapi tidak dengan puisi, kaLo bikin puisi dibebaskan sebebas2nya, karena katanya ga ada puisi yang saLah…


    Kalau guru saya diam saja, karena semua muridnya nggak bisa mengarang…

    [Reply]

  20. khay
    November 2nd, 2010 at 08:46 | #20

    Banyak banged oleh2 dari Bibi…. Bisa buat buka toko buah itu mister, hehehehehehe

    [Reply]

  21. November 2nd, 2010 at 09:57 | #21

    wah pak Mars mulai ngebahas Bahasa Indonesia, saya suka itu..
    L.I.K.E


    Ben ketok cerdas 😀

    [Reply]

  22. usagi
    November 2nd, 2010 at 12:56 | #22

    he…he…he…he
    ada lagi pak de…
    di depannya pasti..
    “pada suatu hari…
    pagi ini..
    he…he..he
    mana pas EBTANAS disuruh ngarang 2.000 kata..
    dan kata lalu kemudian itulah yang menyelamatkan saya

    btw sekarang amsih ada ujian mengarang gak ya..


    Sekarang sudah nggak ikut ujian Mbak…
    Mengarang hanya untuk tugas di kelas.
    Salam!

    [Reply]

  23. Mas Mot
    November 2nd, 2010 at 13:55 | #23

    Yang jelas saya selalu mulai mengarang dengan tulisan “Pada suatu hari…”


    Kok nggak Pada suatu tanggal ya Mas…

    [Reply]

  24. itempoeti
    November 3rd, 2010 at 04:19 | #24

    apalagi kalau lalu lalang sama lalu lintas, mesti tambah dowo meneh pak.


    Berlalu di padang ilalang

    [Reply]

  25. November 3rd, 2010 at 07:36 | #25

    setelah lalu dan kemudian, sekarang lagi ngetren kata “lantas” 😛


    Polisi juga sering gunakan kata lantas…
    Laka Lantas 😀

    [Reply]

  26. November 3rd, 2010 at 08:21 | #26

    dulu saya punya blog langsung dot com, baru posting beberapa kali habis ide, lalu buat blog laen lagi, kemudian habis ide lagi, lalu buat blog lagi, lalu kehabisan ide lagi, sudah puluhan blog saya mangkrak dan alhamdulillah ada satu yang nggak habis idenya… 😀


    Kalau seputar Jawa akan lebih banyak lagi idenya 😀

    [Reply]

  27. boyin
    November 3rd, 2010 at 10:35 | #27

    lalu ubi, jagung, mangga, rambutan, pisang, sawo, salak, nanas, duku, sawo, apel, nangka, petai, jengkol, ikan bandeng, tengiri, gurami, kakap, nila, lele dan ikan asin saya bawa dari rumah pak mars kemudian saya bawa pulang ke kamboja… heeee….


    Di Kamboja ada ikan asin apa enggak Mas?

    [Reply]

  28. November 3rd, 2010 at 12:58 | #28

    Wkwkwk…. benar2 mengingatkan masa2 belajar mengarang dulu di SD. 😀


    Pokoknya masa2 SD, saya sangat kesulitan untuk nulis yang agak panjangan 😀

    [Reply]

  29. November 3rd, 2010 at 16:57 | #29

    HUahahahah ….
    saya ngakak …

    mengapa ?
    Ini gue banget …
    waktu SD dulu ya Begitu …
    supaya memenuhi syarat mengarang satu halaman penuh …
    dipanjang-panjangin …
    heheheh

    salam saya Pak Mars


    Pokoknya kalau ada acara ngarang selalu kehabisan kata Om…
    Saat itu perbendaharaan kata yang saya kuasai ngapret banget 😀

    [Reply]

  30. mandor tempe
    November 3rd, 2010 at 20:08 | #30

    justru itu senjata kesukaan saya untuk memperpanjang tulisan pak. kok semua ngakak sih 😀


    Ngakak karena teringat pengalaman saat sekolah bang… 😀

    [Reply]

  31. November 3rd, 2010 at 21:14 | #31

    Wah jadi teringat memori 30 tahun yang lalu …. kok bisa sama yaaa …
    itu pasti adanya hanya di Indonesia …. lalu … kemudian … kemudian … lalu …. heeee ……


    sudah puluhan tahun lalu kita menggunakan teknik SEO dalam mengarang 😀

    [Reply]

  32. November 3rd, 2010 at 21:37 | #32

    Karena kata lalu dan kemudian adalah kata yang sangat mudah dipahami sebagai kata yang paling tepat untuk bercerita… Karena banyaknya peristiwa yang ingin diceritakan maka muncullah Lalu Kemudian.. 😀


    Itu adalah teknik SEO paling kuno Mas… 😀

    [Reply]

  33. November 3rd, 2010 at 23:39 | #33

    setelah itu lalu ada kemudian lantas ditulis selanjutnya sehabis itu barulah selesai …
    hehehehe , jadinya malah lebih panjang ..


    Gurunya kadang2 suka yg panjang 😀

    [Reply]

  34. November 4th, 2010 at 13:07 | #34

    hehehehhee terus dapat nilai berapa pak soalnya tuh buah2an banyak banget disebut kekekek


    Itu biar tampak panjang Om…

    [Reply]

  35. November 5th, 2010 at 10:42 | #35

    jebakan cerita anak SD gitu semua apa ya …. soale itu cerita menggambarkan suatu proses.

    [Reply]

  36. iptek
    December 24th, 2010 at 07:37 | #36

    mungkin sama saja dengan jatuh ke bawah dan naek ke atas…

    [Reply]

  37. January 14th, 2011 at 00:34 | #37

    jaman dulu emang sulit untuk mengarang :))

    [Reply]

  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~