Home > Intermeso > Lokalisasi

Lokalisasi

January 30th, 2009 Leave a comment Go to comments

A

papun kalau dilokalisir, èfèk negatif yang ditimbulkan akan bisa terkendalikan. Saya tidak sedang melokalisir Penjaja Seks Komersial atau Wanita Tuna Susila, tidak pula melokalisir api yang membakar hutan tropis kita. Saya bukan petugas sosial, bukan pula anggota pasukan pemadam kebakaran.

Lalu apa yang pengin saya lokalisir?.
Saya pengin melokalisir umpatan, pisuhan, kata2 kotor tak senonoh tapi mangstaff untuk diucapkan dan lega ketika sudah diungkapkan.
Tiap daerah punya spesifikasi kata yang berbeda untuk mengungkapkan ekspresi rasa jèngkèl yang memuncak. Kebanyakan kita, umumnya memperoleh ilmu umpatan ini secara turun temurun, tapi dengan era globalisasi, akhirnya berkembang tanpa kendali.

Tak banyak yang saya ketahui, tak banyak pula yang sering saya ucapkan, karena walaupun saya bukan kiyai, tapi karena saya tak fasih mengucapkannya, maka saya memang jarang menggunakannya. Kalaupun itu terjadi, semata karena untuk tujuan menyempurnakan posisi saya sebagai manusia, karena cuma manusialah makhluk yang bisa mengumpat atau memisuh…

Ada satu benang merah yang bisa kita tarik, bahwa umpatan paling klasik adalah umpatan dengan menyebut nama binatang. Mulai dari Anjing, Asu, Wedhus, Cèlèng, Babi, Garuda, Onta, Gajah, Kamprèt, Monyèt, Juangkrik dll. Belum pernah saya dengar orang mengumpat dengan Nyamuk atau Lalat, padahal dua binatang itulah yang paling mengganggu dan menjèngkèlkan kita, baik yang di kota ataupun di desa.

Orang terlalu gampang menyebut Cèlèng untuk mengumpat, padahal ketemu Cèlèng aja belum. Saya juga heran, kenapa nama tumbuhan atau buah2an jarang dipakai dalam umpatan, padahal, banyak juga tumbuhan yang merugikan kita. Paling2 cuman satu, yaitu Asem!. Saya belum pernah dengar orang mengumpat dengan kata Alang2!, Tuba!, Lombok!, Durèn!…

Ada beberapa kata yang ndak jelas maknanya tapi sering dipakai dalam umpatan. Sebut saja Diamput!, Diancuk!, Semprul, Sontholoyo. Yang agak punya makna misalnya Kakèkané!, Bajingan!, Matamu!.

Bagi sampéyan yang punya uneg2 atau memang hobby mengumpat, silakan dituangkan di sini, biar terlokalisir.
Selamat Mengumpat. Sétan!, Diamput!!

Hormat saya
Photobucket

N.B
Saya harap tak ada yang alergi. Saya tak bermaksud mengumbar atau mau nyusun kamus umpatan. Saya hanya ingin melokalisir, agar bisa saya karantina, bisa kita hindari.
Saya berasumsi, tulisan saya ini ibarat orang mengulas korupsi atau kriminal. Korupsi dan tindakan kriminal sangat2 tidak baik, tapi kalau diangkat dalam tulisan kan sah2 saja dan biasa2 saja. Bukan berarti kita boleh korupsi atau bebas lakukan perbuatan kriminal, tapi justru untuk menghindarinya. Orang yang tidak korupsi kan tidak tabu untuk tau mana2 yang termasuk korupsi…

~ Grazie ~
Categories: Intermeso
  1. July 5th, 2010 at 21:59 | #1

    Ndak bakal ketemu pak…. kecuali di PLURK . (lmao)

    [Reply]

  2. July 5th, 2010 at 22:05 | #2

    Gluguuuuu !!!! <—– pisuhan paling saru sedunia akherat ke dua (rofl)

    [Reply]

  3. July 5th, 2010 at 22:06 | #3

    MDRCCT <——— pisuhan sing marai wong mikir (lmao)

    [Reply]

  4. Mars
    July 6th, 2010 at 06:26 | #4

    Jaman ini Mbak Bre belum kenal Demange 😀

    [Reply]

  5. Mars
    July 6th, 2010 at 06:33 | #5

    @gajah_pesing
    tes

    [Reply]

  6. naruto sage mode
    October 14th, 2010 at 05:01 | #6

    segera musnahkan lokalisir.

    [Reply]

Comment pages
1 2 716
  1. No trackbacks yet.

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~