Lulusan Termuda IPB itu telah pergi…

Lima tahun lamanya keponakan saya tergolek tanpa daya. Penyakit langka yang diderita baru ada 3 kasus serupa di Indonesia. Begitu kata Profesor yang menjadi Ketua Tim bedah RSCM.

Mirip kangker otak tapi tidak seperti umumnya. Tahun 2005 menjalani operasi pertama di RSCM, setelah melalui pertimbangan matang dan berat. Dokter telah jelaskan, bahwa efek dari operasi adalah kebutaan, tapi operasi itulah satu2nya jalan medis yang harus ditempuh.

Meski berat dan tau apa akibat yang akan terjadi, kakak saya merelakan anaknya dioperasi. Dan seperti yang sudah diprediksi, keponakan saya mengalami kebutaan.

Untuk sementara penyakit utamanya teratasi, tapi akibatnya dia harus keluar dari pekerjaan yang baru dijalaninya selama setahun di AN TV.

Sejak itu, dia mulai menjalani hidup dalam gelap. Secara bergantian Ayah dan Ibunya membacakan Tabloid Bola kesayangannya, sambil sesekali mendengarkan siaran sepak bola dari TV. Dia memang hobby sepak bola.

Semangat untuk sembuh masih besar, bahkan barang2 seperti komputer, kulkas dan lainnya dibiarkan tetap di Jakarta dan kamar kostnyapun diperpanjang sampai dua tahun.

Tapi penyakitnya tak ada tanda2 sembuh, bahkan tahun 2008 harus operasi untuk kedua kalinya. Disela waktu itu tak henti kakak mengupayakan pengobatan alternatif tapi hasilnya selalu nihil. Secara materi kakak sudah habis2an, dan yang lebih menyedihkan adalah setelah operasi kedua itu, justru kondisinya makin memburuk.

Setelah 5 tahun bertahan, akhirnya hari Sabtu 9 Oktober 2010 kemarin, keponakan saya dipanggil kehadiratNya. Keluarga sudah ikhlas. Tak ada tangis histeris, tak ada ratap yang menyayat.

Sekedar kilas balik, tahun 2004 keponakan saya ini tamat dari IPB Bogor dengan predikat lulusan termuda seangkatannya. Dulu, masuknya ke IPB pun melalui jalur PMDK alias tanpa tes.

Keponakan saya ini termasuk cerdas dan berprestasi. Semasa SMA, pernah juara mengarang tingkat Nasional yang diadakan oleh Departemen Pendidikan. Karena prestasi itu pulalah, guru dan orang tuanya diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan.

Karena guru pembimbingnya adalah ibuknya sendiri, maka berangkatlah dia sekeluarga ke Jakarta dengan biaya negara. Dia sebagai pemenang, Ibuknya berangkat sebagai pembimbing, Ayah dan adiknya mewakili keluarga.

Itulah perjalanan keponakan saya, Rio Agusta, cucu pertama Ibuk saya. Selamat jalan keponakanku… Selamat jalan Rio !

Catatan :
Selama 5 taun pula Ibuk saya nggak datang kerumah Kakak, karena nggak tega melihat penderitaan cucunya. Dan sampai tulisan ini saya buat, kami masih bingung bagaimana cara menyampaikan ke Ibuk bahwa cucu kesayangannya itu telah tiada.
Tapi bagaimanapun juga, berita pahit ini harus kami sampaikan.

47 thoughts on “Lulusan Termuda IPB itu telah pergi…

  1. turut berduka cita pak guru, mudah-mudahan amal ibadahnya diterima dan mendapat balasan yang setimpal di sisiNya. Amin.

    [Reply]

  2. Saya menyampaikan turut berduka cita Pak… Semoga amal ibadahnya semasa masih hidup dan perjuangannya untuk mempertahankan hidup akan menjadi amal sholeh dan selalu mendapat ridho Allah SWT.
    Saya terharu membacanya dan ikut merasakan.

    [Reply]

  3. Innalillahi, turut berduka untuk keluarga besar.
    Semoga semua tabah khususnya Ibuk yang telah kehilangan cucu tercinta.

    [Reply]

  4. HHhhh ….
    Ini sedih sekali Pak Mars

    Saya berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan …
    Juga Pak Mars … selalu diberikan kekuatan untuk ikhlas merelakan kepergiannya …

    Saya pun berdoa semoga Almarhum Tenang disisi NYA …
    itu jalan terbaik menurut NYA …

    Salam dan Doa saya Pak Mars …

    [Reply]

  5. Saya turut berduka cita juga… Semoga amal ibadahnya semasa masih hidup diterima disisi-Nya.

    [Reply]

  6. Atas nama pribadi saya turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga amal ibadahnya senantiasa menerangi beliau di alamnya, amin…

    [Reply]

  7. Ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya keponakan tercinta. Semoga arwahnya diterima disisi-Nya, diampuni dosa-dosanya dan diterima amal-ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Amin.
    Setiap peristiwa kematian akan mengingatkan bahwa kitapun akan mengalami hal yang sama. Oleh karenanya, menyiapkan bekal yang sebaik-baiknya berupa iman dan taqwa menjadi suatu kewajiban.

    salam hangat dari Surabaya

    [Reply]

  8. Ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga memperoleh tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, dan bagi keluarga yg ditinggalkannya selalu diberikan ketabahan dan kesabaran

    [Reply]

  9. Innalillahi Wainnailahi Rojiun
    saya turut berduka cita ya pak de….
    semoga almarhum mendapat tempat di sisi-Nya..

    saya merinding membaca tulisan ini, semoga si Nenek bisa menerima keadaan ini ya pak de,

    [Reply]

  10. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun….
    semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan dan Rio diberikan tempat terindah disisinya, dan diterangkan jalannya…

    semoga mbah Ti, dapat ikhlas menerima kabar ini pak..
    salam untuk keluarga..

    [Reply]

  11. Turut berduka cita pak mars…sayang juga sih orang dengan prestasi seperti beliau ini pulangnya cepet, tapi ya mungkin ini yang terbaik, semoga almarhum mendapat tempat yang baik di sisinya

    [Reply]

  12. innalillahi, mudah2an mendapatkan tempat yg baik di sisiNya. dan kita bisa mencontoh perjuangannya…

    [Reply]

  13. Turut berbela sungkawa Pak…

    Akhirnya saya bisa membuka blog Pak Mars setelah hengkang dari negeri gajah putih dan pindah ke negeri matahari terbit

    [Reply]

  14. Pakde, mohon maaf baru berkunjung.
    Dengan hati yang tulus saya turut berduka cita, saya memanjatkan doa bersama keluarga semoga ponakan Pakde diterima disisi Allah SWT, dan bagi mereka yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketegaran untuk tetap dalam hidup, yakinlah dengan kepergiannya berarti Tuhan lebih menyayangi dia, karena mempunyai kesempatan lebih awal untuk Menghadap Beliau.

    [Reply]

  15. turut menyampaikan rasa berduka cita Pak…
    semoga amal ibadahnya dan kegigihan bertahan ditengah penyakit menjadi bekal, amal sholeh dan selalu mendapat ridho Allah SWT. amiin

    maaf baru bisa bersilaturrahmi pak..

    [Reply]

  16. ikut berduka cita pak Mars,
    semoga ibunda, nenek dan keluarga besar semuanya ikhlas menerima cobaan ini
    dan semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, amin

    [Reply]

  17. Innalillahi wa’innailaihiraji’un… 😥
    Semoga segala dosanya diampuni dan semoga amalnya diterima oleh Allah SWT… 😥

    [Reply]

  18. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…..
    Turut belasungkawa Pak Mar … semoga amal ibadahnya diterima Allah Swt dan dosanya di ampuni-Nya.

    ———————–
    Lulus tahun 2004, apa dia angkatan 2000 ? Klo 2000 berarti se angkatan dengan istri saya yg juga alumni IPB

    [Reply]

  19. turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya keponakan pak Mars, orang baik selalu lebih cepat dipanggil Yang Maha Kuasa… berita pahit harus disampaikan pada ibuk

    [Reply]

  20. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun
    ngaturaken belo sungkowo..

    semoga semuanya mendapat yang terbaik …amiin

    [Reply]

  21. turut berduka cita pak, semoga dia selalu tenang dan dia pasti merasa tenang telah melepas kelelahan selama ini, semoga keluarga dan eyank bisa tersenyum ikhlas melepas kepergiannya

    salam

    [Reply]

  22. mungkin ini jalan terbaik pak mars, semoga ponakan pak mars mendapat tempat yang baik di sisiNYa

    [Reply]

  23. Manusia hanya bisa berusaha, Allah jua yang menentukan. Semoga dirimu tenang di dalam Syurga, saudaraku… ::meneteskan air mata::

    [Reply]

  24. Pingback: metaMARSphose » Ensiklopedia Metamarsphose
  25. Semoga di terima disisi Allah SWT Amiiiiin,,,


    Makasih Mas…
    Hari ini tepat 100 harinya

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *