Home > Ekspresi > Makhluk Itu Bernama Contrèng

Makhluk Itu Bernama Contrèng

March 18th, 2009 Leave a comment Go to comments

E

ntah angin apa yang membawanya, entah Tukang Bahasa mana yang memicunya, tiba2 saja makhluk aneh bernama Contrèng itu seakan bangkit dari kubur, jadi pembicaraan dimana2. Nggak cuman dibicarakan, tapi diseminarkan, disosialisasikan, dimasyarakatkan dan saat ini bahkan malah saya postingkan ❗

Kenapa kata yang tidak baku, terkesan norak dan sangat tidak mengIndonesia begitu bisa lolos sensor?. Andai kata Contrèng itu dipandang Indah, pastilah sudah diabadikan sebagai nama orang, semisal Roy Contrèng, Contrèng Irama, Contrèng Syah dll.

Kata itu sungguh ndak nyaman ditelinga saya. Selainnya itu, kata Contrèng kan punya padan kata lain yang lebih elit, semisal Cawang maupun Cénthang, meskipun dua2nyapun asing di telinga awam, knapa nggak dipakai?.

Satu lagi yang aneh tiap pelaksanaan pemilu adalah istilah surat suara, kotak suara, penghitungan suara, bilik suara (yang malah ndak bersuara) dan istilah lain tentang suara. Saya sangat tau arti kiasan maupun kata jadi2an. Tapi knapa menggunakan istilah suara?. Knapa tidak memakai istilah pilihan atau istilah lain yang nggak anèh?. Suara kok diwadahi kotak, blas ndak nggayah. Bukankah pertanyaan yang sering muncul adalah “kamu milih apa”, tidak ada yang tanya “kamu nyuara apa…” :mrgreen:

Aneh berikutnya adalah istilah pemilu itu sendiri. Pemilihan Umum kok disingkatnya Pemilu. Sungguh penyingkatan yang melanggar HAM. Pemilihan disingkat Pemil, sementara Umum cuman diambil U nya. Mana letak pemerataan dan keadilannya?.

Saya bertanya2, siapa sich kamprètnya yang telah menyingkat Pemilihan Umum jadi Pemilu, dan siapa pula teman si Kamprèt yang memunculkan kata Contrèng
Sungguh sebuah istilah yang sangat ndak mbejaji 😆

~ Grazie ~
Categories: Ekspresi
  1. fithraw
    March 18th, 2009 at 20:29 | #1

    kata contreng berasal dari sebuah kampung suku terpencil di pedalaman terkucil nun jauh dimato… 😀

    [Reply]

  2. ciwir
    March 18th, 2009 at 20:59 | #2

    pancen aneh yo…

    [Reply]

  3. March 18th, 2009 at 21:11 | #3

    padahal penak nyoblos lho bleeessss

    [Reply]

  4. March 18th, 2009 at 21:13 | #4

    Sudah aneh dikomentari Pakdhe saya yang tulisannya suka aneh-aneh

    [Reply]

  5. March 18th, 2009 at 21:14 | #5

    pakdhe, koment kulo ilang

    [Reply]

  6. Wong Bingungan
    March 18th, 2009 at 21:44 | #6

    1. Sarwo W 😀 termasuk Wedinan 😀 ID YM-nya mana mbah?
    2. Mohon blog SMPku dicakotke di dikpora mbah : wewewe.smpn3singorojo.wotpressdotcom (ben ra ketangkap satpam mbah, plis yah mbah.

    [Reply]

  7. March 18th, 2009 at 23:24 | #7

    kalau orang jawa lebih familiar dengan ‘centang’ tapi artinya kurang lebih sama

    [Reply]

  8. March 19th, 2009 at 00:47 | #8

    Adalagi yang suka beli suara, lha kalo saya mbok emoh kalo suara saya mau dibeli…nanti saya mau ngomong pake suaranya siapa dong kalo udah dibeli…

    [Reply]

  9. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
    March 19th, 2009 at 03:18 | #9

    saya belum bisa nyontreng nih pak, soale terbiasa nyoblos wkwkwk

    [Reply]

  10. Ikkyu_san
    March 19th, 2009 at 03:33 | #10

    hihihi
    emang orang indonesia kan sukanya yang miring sebelah
    aneh-aneh aja
    saya lebih suka centang daripada contreng… atau jangan-jangan contreng ini mau saingan dengan merek obat contr*x???

    EM

    [Reply]

  11. achmad sholeh
    March 19th, 2009 at 07:42 | #11

    Apakah istilah nggayah dan mbejaji sudah masuk ke dalam ibu bahasa kita Indonesia apa hanya istilah di Metamorphose saja ya

    [Reply]

  12. March 19th, 2009 at 10:01 | #12

    ho’oh ki ..

    malah bikin ribet,aku ra mudeng pakde

    [Reply]

  13. Cengkunek
    March 19th, 2009 at 10:11 | #13

    kalo gak salah yg akrab di kupingku dulu “conteng”
    kok jadi contreng?
    djaman sudah berubah

    [Reply]

  14. deden
    March 19th, 2009 at 10:41 | #14

    Kalau istilah yagn lebih dulu saya ketahui sih Cawang maupun Cénthang dan juga Contèng *tanpa huruf R* … mungkin sekalian untuk penyegaran aja pak. Ayo kita Contrèng

    [Reply]

  15. March 19th, 2009 at 11:36 | #15

    ehmmm..aku ga’ milih2 kok..

    [Reply]

  16. March 19th, 2009 at 13:09 | #16

    cukup satu kali contreng hehehehe

    geli klo dengar lagu itu di TV

    [Reply]

  17. mantan kyai
    March 19th, 2009 at 13:44 | #17

    kenapa gak coret aja ya pak 😀

    [Reply]

  18. Cak Win
    March 19th, 2009 at 14:44 | #18

    Iya ki enakan nyoblos 😀
    DiIndonesia kok suka mengubah2 peraturan ya??? Kasian rakyat yang mikirin cari makan udah susah makah mikirin contreng.

    [Reply]

  19. munawar am
    March 19th, 2009 at 20:24 | #19

    Pak…., saya agak sulit menerjemahkan istilah Mbejaji ke dalam Bahasa Banyumas…,

    [Reply]

  20. abdee
    March 19th, 2009 at 21:36 | #20

    mak jegagig…
    saya kaget, belum punya bayangan nyontreng yang mana…

    [Reply]

  21. March 19th, 2009 at 23:50 | #21

    Untung bukan Bendol yang ngusulin, jadi bukan Bendol Kampretnya
    hehe….

    [Reply]

  22. March 20th, 2009 at 09:06 | #22

    tp nanti ikutan contreng gak pak? 😀

    [Reply]

  23. Balisugar
    March 20th, 2009 at 14:25 | #23

    Aku pernah liat di TV mang Contreng kok kayak boneka si Unyil

    [Reply]

  24. goenoeng
    March 20th, 2009 at 14:40 | #24

    ahuhuu… ternyata kita sama, pak.
    saya blas nggak sukak dengan istilah contreng.
    nanti kalo tahu temannya kampret yg bikin itu, mari kita contreng2 bareng mukanya.

    [Reply]

  25. March 20th, 2009 at 15:28 | #25

    Menurut saya lebih enak “Centhang” … lebih manusiawi (krn njawani) dan berkonotasi positif (nek mboten klentu..)

    [Reply]

  26. phery
    March 20th, 2009 at 16:56 | #26

    lagi belajar mencontreng nih. Eh pak mar, tapi kata mencontreng sebelumnya pernah dinyanyiin P-Project loh. nie mencuri kata nih KPU. Yang judulnya “mencontreng teman” itu loh.

    [Reply]

  27. wongbagoes
    March 21st, 2009 at 08:06 | #27

    Contreng lebih punya taste, lebih brrr…

    dr kata cawang…

    [Reply]

  28. March 21st, 2009 at 09:51 | #28

    Lha iya… namanya juga Pemilu, maka banyak hal yang memang akan bikin Pilu.
    KPU juga banyak punya aturan2 yg maju-mundur kiri-kanan gonta-ganti bikin Pilu yg nglihat. Aturan2 teknis milih juga makin bikin Pilu. Sudah enak nyoblos kok malah diganti ‘nyontreng’. Kata Pak JK agar kita bisa ikut2an negara2 lain yg sudah mengganti nyoblos dg ‘nyontreng’. Emangnya apa setiap negara lain itu perlu kita tiru. Mbok iyao bikin gaya kita sendiri aja to ya? maunya kok ikut2an melulu.
    🙂

    [Reply]

  29. March 21st, 2009 at 11:30 | #29

    Pertama saya menganjurkan tidak mencontreng…hanya membulatkan
    Kedua Pemilu memang melanggar HAM..betul kata Pa’e mana letak unsur pemerataanya…
    Adaaaaa..aja’

    [Reply]

  30. aprie
    March 21st, 2009 at 21:20 | #30

    apapun istilahnya yang penting jangan salah pilih pakdhe..
    hahaha..

    [Reply]

  31. March 21st, 2009 at 22:36 | #31

    Jadi teringat programnya mas tukul…he..he..he

    [Reply]

  32. khairuddin syach
    March 22nd, 2009 at 04:23 | #32

    Ndak usah protes tho mister….
    Bukankah panjenengan juga memakai istilah yang jelas2 melanggar HAM juga…
    Mau bukti?
    BLOG EM adalah kepanjangan dari BLOG Marsudiyanto..
    Semestinya biar adil dan merata, kudu disingkat BM sajah… 😀

    [Reply]

  33. khairuddin syach
    March 22nd, 2009 at 04:24 | #33

    @endar
    sampeyan ini sukanya nyoblos mulu sob..apa ga bosen?? 😀

    [Reply]

  34. March 22nd, 2009 at 13:06 | #34

    Biasalah pak kalo orang lagi mo terkenal, biasanya bikin hal-hal yang aneh. Mumpung lagi di atas.

    [Reply]

  35. March 22nd, 2009 at 13:09 | #35

    Wah, di blognya pakde rame banget yang nempel… Emang pake parfum apaan pak? 😉

    [Reply]

  36. meylya
    March 22nd, 2009 at 14:32 | #36

    lebih mateb dicoblos kayaknya

    [Reply]

  37. March 23rd, 2009 at 12:08 | #37

    baju tentara khan warnanya contreng-contreng
    he..he..maksa banget

    [Reply]

  38. Wong Ndeso
    March 29th, 2009 at 07:59 | #38

    SbenarY it adalah bahasa ALIAS saja. sing penteng pada ngerti artiY apa, maksudY bagemana.

    Ati ati yo kang, jangan salah nyontreng… He.

    [Reply]

  39. April 6th, 2009 at 19:35 | #39

    bahasa apa itu ya contreng, sembarangan aja ya..

    [Reply]

  40. agrie pratama
    April 23rd, 2009 at 15:52 | #40

    euleuh, bahasa ti mana eta teh?teu raos kadanguana teh, pamarentah teh mani teu bareres pisan euy…

    [Reply]

  41. Mundzi
    May 10th, 2009 at 19:30 | #41

    kalau nyawang bisa diartikan melihat dan nyentang bisa diartikansama saja nyikut,sedang nyontreng diartikan nyodok yang mentereng he e e e e e

    [Reply]

  42. Mundzi
    May 10th, 2009 at 19:34 | #42

    Pemilu bukan singkatan pemilihan umum tapi singkatan dari pengin milih lho . . . . ..

    [Reply]

  1. March 26th, 2009 at 20:11 | #1
  2. March 29th, 2009 at 19:25 | #2
  3. April 7th, 2009 at 16:45 | #3

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~