Makin Berkelit Makin Terjepit

Dalam sebuah perdebatan atau adu argumentasi, sering kita jumpai salah satu pihak yang berkelit padahal argumen yang dipakai tidak akurat. Makin berkelit dia akan makin terjepit. Fenomena ini amat mudah dijumpai di forum terbuka baik di televisi maupun media sosial dunia maya.

Tak hanya terjadi dalam perdebatan, di acara infotainment juga sering terjadi ada seorang public figure berkelit dari kenyataan yang sudah terang benderang tapi coba diingkari sehingga dia makin terjepit bahkan kadang terjebak oleh pernyataannya sendiri.

Di sidang pengadilan juga sama. Seorang tersangka pasti berkelit dari tuduhan dan tetap mengingkari meski semua bukti sudah mengarah kepadanya. Semoga hukum alam “makin berkelit makin terjepit” berlaku juga pada orang2 semacam itu.

Kayaknya sich semua kita pernah berkelit dan pernah pula terjepit. Benarkah asumsi saya?
Mari berbagi disini. Siapa tau terbaca oleh Bu Angelina Sondakh, Bu Syahrini, Pak Denny Indrayana dan masih banyak lagi yang lainnya…

29 thoughts on “Makin Berkelit Makin Terjepit

  1. Berkelit-terjepitnya kirain mbahas yang anu itu, Pak :mrgreen: (opo cobak?)
    ~Selamat hari Selasa, Pak, semoga hari ini tak ada kata nelangsa~


    Ora Mbahas opo2 nDuk…
    Rini Ibu Budi

    [Reply]

  2. hehe kayaknya sih kita semua emang pernah deh pak, saya juga berkelit untuk membela diri padahal sih udah tahu emang salah ya akhirnya terjepit hihi..


    Iya Mbak…
    Naluri semua orang kayaknya

    [Reply]

  3. klo di tukang ikan, Ngai sering liat ikan digetok kepalanya klo berkelit terus.

    #kasian syahrini..


    Iya kasihan, jambulnya kena angin melulu
    Kalau ngomong seperti orang sakit asma

    [Reply]

  4. berkelit,terjepit, mudah-mudahan tidak diakhiri dengan kebohongan ya …


    Orang yang berkelit biasanya nutupi kebohongan Mbak

    [Reply]

  5. sudah naluri pak de, berkelit saat terjepit 😉


    Iya Mbak…
    Naluri manusia secara umum…
    Pencuri paling sering berkelit

    [Reply]

  6. Saya pernah berkelit dan juga terjepit Pak Mars.Namun karena saya cinta damai, damai untuk hati sendiri maksudnya, kalau sdh kejepit saya membebaskan diri dengan mengaku. Gak enak sih, malu sih, tapi habis itu saya kan gak bakal dipepet lagi. Kembali bebas dan hati damai kembali 🙂


    Saya juga pernah Mbak…
    Kalau dulu, sering berkelit, sering terjepit dan jarang mengakui.
    Tapi seiring perjalanan waktu dan hasil belajar panjang, makin lama makin berkurang karena ternyata ternyata berkelit itu capek sekali

    [Reply]

  7. Saya sering kali berkelit. saya juga sering kali terjepit, 😀


    Sekarang saatnya belajar tentang bagaimana tak enaknya sebuah keterjepitan itu…

    [Reply]

  8. sepertinya akibat terjepit membuat berkelit…
    **disini bisa komen dengan aman.. 😀


    Karena disini WordPressnya separo nyolong (nggak bayar penuh) makanya lancar Mas…

    [Reply]

  9. Saya kurang mendapat pengalaman dalam berkelit, tapi pernah berkelit sekali dalam membela diri sewaktu bertengkar dengan adik saya dan hampir saja terjepit. Huufttt


    Kita semua pernah berkelit…

    [Reply]

  10. Sebagai mantan penyidik, tersangka banyak yang tidak mengakui perbuatannya dan berkelat-kelit. Tugas penyidik adalah mencari bukti untuk yang mendukung keterlibatan tersangka dalam perkara yang disangkakan kepadanya.

    Penyidik yang memaksa tersangka mengakui perbuatannya adalah keliru karena jika di siksa mungkin akan memberikan pengakuan dan mencabutnya ketika di sidang pengadilan. Keterangan saksi dan barang buktilah yang akan berbicara di pengadilan tentang siapa berbuat apa.

    Berbohong di dalam ruang sidang bukan saja suatu tindak pidana, tetapi juga relatif berat dari sisi ancaman pidana. Pasal 242 ayat (1) KUHP mengancam hukuman tujuh tahun bagi siapapun dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik lisan maupun tertulis, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang ditunjuk untuk itu. Ayat (2) malah lebih berat, memuat ancaman maksimal sembilan tahun siapapun yang memberikan keterangan palsu di persidangan jika keterangan palsu itu ternyata merugikan terdakwa atau tersangka.


    Makasih tambahan wawasannya Dhe…
    Salam untuk Keluarga Besar Galaxy

    [Reply]

  11. Trimakasih Pak, capaian hari ini belum sesuai target gak usah berkelit mending mengaku seraya segera dirampungkan.
    Selamat mengawali karya di minggu baru.


    Tapi sekali sekala perlu berkelit juga Bu…

    [Reply]

  12. mending ngomong sejujurnye aje dah dari pade berkelit2..:)


    Bukan cuma mending tapi justru sebaiknya…

    [Reply]

  13. Saya juga sering berkelit Pak.. Wes salah, ngeyel pisan, itu ciri khas saya 😀


    Semua kita punya naluri itu Mbak, cuma kadarnya yg beda2

    [Reply]

  14. Saya pernah berkelit di saat meeting, tapi gak sampe terjepit sih karena pemimpin meetingnya kalah ama saya :mrgreen:
    Dulu waktu ketjil sering berkelit kalo adu argumen dengan kakak/adik, maklumlah saya kan menganut paham WTS (waton suloyo) 😆 :mrgreen:


    Orang yg berkelit amat mudah dipatahkan argumentasinya

    [Reply]

  15. kalau kata anang di acara Indonesian Idol minggu lalu….Ahmad Dani ngeles (baca berkelit) udah kayak bajaj….(pak mars tahu bajaj khan?)


    Tau lah Bang…
    Saya pernah naik bajaj.

    [Reply]

  16. setelah itu tetep bermuka tembok… peduli amat yang penting sudah ngomong… hehehehe mau ke jepit kek salah ngomong kek ga penting… begitu kata orang orang yang ke jepit…


    Iya Mas…
    Dengan dalih praduga tak bersalah, kadang kala yg jelas2 bersalahpun berkelit juga

    [Reply]

  17. tiada orang yang berkelit kecuali ia sedang menempatkan dirinya pada satu posisi yang membuat aibnya semakin besar. Seberapa jauh dan lama sih kita bisa menghindari kenyataan?

    [Reply]

  18. Ternyata kata ‘Berkelit’ itu banyaknya dipakai dalam konteks yang negatif ya Pak Mars..

    Tapi tadi awalnya saat baca judul postingannya, saya pikir itu berkelit yang dilakukan oleh petarung pedang atau samurai .. yang positif-positif saja he he.. (kebanyakan baca Kho Ping Hoo jaman dulu he he)..


    Kayaknya berkelit bisa positip manakala dilakukan di dunia olah raga saja

    [Reply]

  19. kalau sudah berkelit, kemungkinan besar akan terjepit.
    jadi jangan memberanikan diri untuk masuk dalam kelit. 😀


    Iya Mbak…
    Terus terang jauh lebih aman

    [Reply]

  20. iya pak..bener
    semakin kejepit akan semakin berkelit


    Kayaknya sudah jadi hukum alam…

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *