Manajemen Jika

Jika kita terkungkung oleh “jika”, maka maknanya kita masih berada diawang2. Agar “jika” itu menjadi bermakna, kita harus mengelolanya menjadi “maka”. Untuk itu kita harus perjuangkan dan realisasikan agar semua “jika” yang kita punya bisa benar2 menjadi “maka”.

Pertanyaannya adalah :
“Sudah berapa banyakkah “jika” yang telah berhasil kita realisasikan menjadi “maka”???

33 thoughts on “Manajemen Jika

  1. saya kok malah jadi pengen nyanyi…

    Jika teringat tentang dikau
    Jauh di mata dekat di hati
    Sempat terpikir tuk kembali
    Walau beda akan kujalani
    Tak ada niat untuk selamanya pergi

    Jika teringat tentang dikau
    Jauh di mata dekat di hati
    Apakah sama yang kurasa
    Ingin jumpa walau ada segan
    Tak ada niat untuk berpisah denganmu

    [Reply]

  2. jika saya pikirkan maka hasilnya adalah entah berapa aku bingung menghitunya, atau memang tidak ada yang bisa dihitung… 😀

    [Reply]

  3. Jika iya, maka itu, itu Pak.
    Jika kangen makanya datang ketemu,
    banyak sekali dan sepertinya saling ketergantungan mereka Pak.

    [Reply]

  4. JIKA saya bisa menghitung jumlah jika yang telah saya jikakan, MAKA saya akan memberitahukannya Pak

    [Reply]

  5. agak susah tapi harus bisa lah merubah jika menjadi maka.. halaah, dhe aja berbelit-belit gini ngomongnya..

    [Reply]

  6. blom sempat ngitung, tapi pastinya ada, wlo seringnya ‘jika’ nya tetap tinggal sebagai ‘jika’ tanpa pernah direalisasikan 😀

    Jika saya ke Kendal, maka saya akan menggoreng kerupuk buat Bapak 😀

    [Reply]

  7. nanti sebentar tak itung dulu ya pakdhe om
    *ngambil kalkulator*

    Jika saya ngambil kalkulator maka saya menghitung

    [Reply]

  8. Seringkali “maka” tidak jadi “action” kalau “jika”-nya kebanyakan atau terlalu ribet ya?
    Asli, saya jadi mikirnya njelimet nih. Kebiasaan langsung action sih. Hehehe…

    Salam hangat

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *