Home > Kabar > Manggis Terakhir

Manggis Terakhir

Setelah 13 tahun yatim, maka hari Minggu tanggal 12 Mei 2013 saya sempurna menjadi yatim piatu. Pada hari itu ibuk pergi untuk selamanya. Meski berat tapi kami sangat bersyukur karena kepergian beliau disaksikan lengkap oleh 5 anak dan 5 menantunya.

Daya ingat dan tutur katanya masih sangat sempurna untuk usia 79 tahun tetapi raga beliau sudah demikian rapuh. Setengah jam sebelum wafat ibuk meminta semua anak dan menantunya kumpul. Kami dipandangi satu2 lalu beliau menyampaikan pesan secara gamblang.

Kami lima bersaudara diminta tetap rukun, yang ada kelebihan membantu saudaranya yang kurang. Lalu tiap anak diminta bicara satu2 yang intinya sudah mengikhlaskan beliau. Antara tega dan tidak sambil menahan tangis dan sesak di dada saya juga menyampaikan bahwa saya ikhlas.

Setelah semua anak menyampaikan rasa ikhlasnya, ibuk meminta kami duduk untuk membaca doa buat beliau. Kakak dan adik2 melakukannya dalam ruangan tapi saya tak kuat dan melakukannya di luar ruang perawatan. Beberapa menit kemudian seluruh sisa kekuatan ibuk berakhir.

Karena tangis kami sudah terkuras habis, maka saat ibu dinyatakan wafat oleh tim medis tak ada lagi tangis histeris dari kami. Semua ikhlas sesuai yang dipesankan ibuk. Saat itu jam 14.45. Dan karena semua anak sudah lengkap, maka hari itu juga ibuk dimakamkan.

Masih terngiang kejadian hari itu jam 9 pagi. Saya diminta mendekat, lalu beliau menyuruh saya mencarikan manggis. Saya bergegas keluar rumah sakit menuju pasar karena pada jam segitu mal masih tutup. Setelah dapat, manggis dikupas dan ibuk sempat memakan 5 suapan.

Itulah manggis terakhir yang sempat saya beli untuk ibuk…

Kini tak ada lagi ibuk yang tiap pagi menelpon semua anaknya menanyakan sarapan pakai apa dan berangkat jam berapa. Kini tak ada lagi ibuk yang minta dioleh2i manggis tiap saya pulang kampung. Kini tak ada lagi nenek 79 tahun yang masih aktif SMS an dengan para cucunya.

Hari ini semua memori nomor HP ibuk saya hapus. Ada kenangan tersendiri tentang HP ibuk. Ibuk punya 3 HP yang semuanya bekas milik anak atau cucunya, karena beliau tak pernah mau dibelikan yang baru. Salah satu HP kesayangan ibuk bermerk Nokia layar biru jadul, bekas punya saya. Ibuk menyukainya karena menurut beliau HP itu suaranya paling jernih.

Ada kisah menarik yang berkaitan dengan Nokia layar biru ini. Sebelumnya ibuk memakai HP sejenis yang juga bekas punya saya. Suatu ketika ibuk datang ke rumah saya, tapi tampak ada kesedihan yang disembunyikan sampai2 semua makanan kesukaan yang saya hidangkan tak ada yang disentuh. Usut punya usut sumber kesedihan itu ternyata disebabkan HP nya rusak ketumpahan air mineral saat naik bis dalam perjalanan ke rumah saya. Setelah saya janjikan untuk saya ganti dengan Nokia layar biru yang saat itu saya pakai, barulah ibuk kembali ceria dan seperti ibuk yang biasanya. HP inilah yang selalu menemani hari2 ibuk hingga akhir hayatnya.

Ibuk memang bukan ahli IT, tapi kemampuannya menulis SMS diusia 79 tahun menurut saya jauh melebihi pakar teknologi komunikasi. Bahkan sehari sebelum beliau wafat, beliau masih bisa SMS ke salah satu cucunya. Sebuah kemampuan yang belum tentu bisa dilakukan oleh banyak orang.

Sama seperti HP yang tak pernah mau dibelikan baru, tabloid maupun majalahpun beliau tak pernah mau dibelikan yang baru. Beliau akan bahagia jika dibawakan oleh2 tabloid Nova dan Majalah Kartini yang semuanya bekas punya kakak saya. Ibuk sangat suka membaca. Setumpuk majalah dan tabloid tuntas dibaca beliau dalam beberapa hari saja. Kacamata yang dipakai beliau merupakan pemberian almarhum bulik (adiknya ibuk). Ini juga kacamata bekasnya bulik.

Intinya ibuk tak mau merepotkan anaknya untuk mengeluarkan uang secara berlebihan. Tiap kali saya berencana pulang dan saya tanya pengin pengin dibawakan apa, Ibuk tak pernah minta lebih dari 1 barang. Yang paling sering diminta adalah batu baterei jam dinding. Ibuk sangat peduli tentang waktu sehingga jam dindingnya tak boleh mati. Dan sekian bulan terakhir ini beliau hanya pesan manggis tiap saya mau pulang, sama seperti yang diminta di hari terakhirnya.

Kini saya tak bisa lagi melihat ibuk makan manggis, karena manggis terakhir telah selesai dimakannya. Ibuk telah istirahat dengan tenang bersebelahan dengan pusaranya bapak.
Ibuk tak menerima manggis lagi…

Terlalu banyak yang diperhatikan ibuk. Tak hanya 5 anaknya, tapi semua cucunyapun tak luput dari perhatian beliau. Boleh dibilang apa yg menjadi perhatian ibuk merupakan akumulasi dari perhatian kelima anaknya. Jika perhatian saya lebih tertuju pada anak2 saya, perhatian kakak dan adik juga terfokus pada anak2nya, maka perhatian ibuk amat berlipat ganda krn memperhatikan semua anak dan cucunya lewat komunikasi yang selalu terjaga, meski hanya lewat HP.

Postingan ini akan ada dalam posisi sticky sampai beberapa minggu mendatang…

~ Grazie ~
Categories: Kabar
  1. May 14th, 2013 at 20:57 | #1

    innalillahi wa innailaihi rojiun.. turun berduka atas berpulangnya ibuk ke Rahmatullah.
    semoga diterangkan dan dilapangkan jalan beliau.

    dan semoga keluarga besr di kendal dan kudus diberi ketabahan,
    aamiin.

    Makasih doa dari Ngai…
    Kalau di Bukik, ibuknya MbahKung itu istilahnya apaan?

    [Reply]

    Ngai Reply:

    harusnya uyut.. tapi khusus ibuk kudus ya ibuk saja.. 🙂

    Uyut?
    Uyut kan kakaknya Adi Bing Slamet 😀

    [Reply]

    nique Reply:

    klo kiyut apanya Ngai pak? 😀

    Kiyut itu merk helm…
    Disingkat jadi KYT

    [Reply]

  2. May 14th, 2013 at 21:25 | #2

    Ndherek bela sungkawa atas berpulangnya ibunda terkasih ke rumah Sang Pencipta. Kiranya keteladanan kasih beliau menjadi mutiara kenangan berharga bagi para putra wayah. Kekuatan dan penghiburan anugerahNya melingkupi keluarga besar Kudus dan Kendal. Salam hormat

    Matur Nuwun doa saking Bu Prih

    [Reply]

  3. May 14th, 2013 at 22:43 | #3

    inalilahi, ikut berbela sungkawa pak mars atas berpulang ibunda tercinta semoga amal ibadanya di terima Allah SWT, Amiin

    Makasih doanya Mas…

    [Reply]

  4. May 14th, 2013 at 22:58 | #4

    innalillahi wa innailaihi rojiun.. turun berduka atas berpulangnya ibuk ke Rahmatullah.
    semoga diterangkan dan dilapangkan jalan beliau.

    Salam wisata

    Terima Kasih atas doa dari Pak Indra

    [Reply]

  5. May 15th, 2013 at 02:23 | #5

    innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita Pak. Semoga amal baik Ibu semasa hidupnya selalu mendapat ridho Allah SWT. Amiiin.

    Terima Kasih atas doa dari Mas Yayat

    [Reply]

  6. Abi Sabila
    May 15th, 2013 at 08:18 | #6

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
    Semoga almarhumah diterima iman islamnya, di terima amal ibadahnya, diampuni dosa dan khilafnya, dan dijadikan ahli surga-Nya, hingga kelak bisa berkumpul kembali dengan keluarga besarnya. Amin.
    Dan semoga keluarga yang ditinggalkan tetap mampu menjaga kesabaran dan keikhlasan.

    Terima Kasih atas doa dari Abi

    [Reply]

  7. May 15th, 2013 at 10:00 | #7

    Innalillahio turut berduka cita ya pak mars

    Terima Kasih atas doa dari Mbak Lidya

    [Reply]

  8. May 15th, 2013 at 10:03 | #8

    … tabloid maupun majalahpun beliau tak pernah mau dibelikan yang baru …
    aahhh saya terharu sekali Pak Mars

    Ini postingan yang sangat menyentuh dan sedih …

    Semoga Ibu tenang di “Alam sana” …
    Tenang di sisi NYA

    Salam dan Doa Saya Pak Mars

    Terima Kasih atas doa dari Om NH

    [Reply]

  9. May 15th, 2013 at 15:02 | #9

    Turut berbelasungkawa pak,
    Semoga diterangkan dan dilapangkan jalan beliau,

    Terima Kasih atas doa dari Mas Sriyono

    [Reply]

  10. May 15th, 2013 at 15:03 | #10

    turut berduka cita pak, semoga kesederhanaan dan perhatian beliau menjadi pelajaran bagi kita semua..

    Terima Kasih atas doa dari Mas Aprie

    [Reply]

  11. May 15th, 2013 at 15:46 | #11

    Ibu berpulang dalam keadaan yang bahagia, dikelilingi anak cucunya, bahkan telah menikmati buah kesukaannya. Semoga Ibu bahagia di sisiNya. Amin.

    Pak Mars & dikeluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan, amin…

    Terima Kasih atas doa dari Mbak Tt

    [Reply]

  12. May 15th, 2013 at 16:27 | #12

    Innalillahi wa innailaihi roji’un. . .
    Manggis terakhir, Pak Mars yang nyuapin.

    Turut berduka cita, Pak. Semoga Ibuk diberi tempat yang terbaik olehNya.
    Semgoa Pak Mars dan Keluarga diberi kekuatan dan keikhlasan atas musibah ini. Aamiin. . .

    Terima kasih doanya
    Bu Mars yang nyuapin manggis

    [Reply]

  13. May 15th, 2013 at 17:51 | #13

    Turut berduka Pak setelah baca kisah dari cerita diatas Pak,tapi kita harus selalu bersyukur dalam segala keadaan apapun, karena setiap manusia pasti akan kembali kepada-Nya.Semoga keluarga disana sehat-sehat selalu ya Pak.Salam selalu. 🙂

    Terima Kasih atas doa dari Mas Abed Nego

    [Reply]

    Abed Nego Reply:

    Sama-sama Pak. 🙂

    [Reply]

  14. May 15th, 2013 at 19:18 | #14

    ikut berduka cita ya pak…
    ibuk sungguh sudah merasa dan siap dengan kepergiannya ya pak
    mudah2an khusnul khotimah

    Terima Kasih atas doa dari Bu Monda

    [Reply]

  15. May 15th, 2013 at 23:15 | #15

    Ikut berbelasungkawa pak Mars…Semoga beliau mendapatkan tempat yg terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan…Aamiin

    Makasih Mas Anton

    [Reply]

  16. May 16th, 2013 at 09:41 | #16

    semoga beliau dapat tempat terbaik ya Pak,
    dan pesan2 beliau tetap dihidupkan oleh keluarga yang ditinggalkan.
    bisa jadi inspirasi bagi yang membaca postingan ini, kasih ibu hanya ingin melihat anak cucunya tersenyum.

    Makasih doanya Mbak…

    [Reply]

  17. May 16th, 2013 at 10:21 | #17

    Turut berduka cita pak semoga Ibunda mendapat tempat terbaik disisiNya

    Matur nuwun doanya Mas

    [Reply]

  18. May 16th, 2013 at 14:17 | #18

    Turut berduka cita Pak Marsudi ya…semoga diberikan ketabahan dan kebarokahan semua…

    Matur Nuwun mas Amin

    [Reply]

  19. May 16th, 2013 at 22:20 | #19

    Dari paragraf pertama saya tahu ini berita duka. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

    Makasih mas fauzi

    [Reply]

  20. May 16th, 2013 at 23:31 | #20

    Aku yatim sejak 1998 yg lalu pak. Waktu itu aku masih kelas 2 SMP. hehehe.. Ahamdulillaah ibukku jik sehat. That’s why anak anaknya ibuk di sini senantiasa menjaga ibuk dengan cara tidak memilih bekerja merantau kayak anak2 muda lainnya. Semua bekerja di Nganjuk. Menemani ibuk hehehehe…

    Semoga ibuke njenengan tenang di alam sana bersama bapak. Aamiiin..

    Semoga Ibuknya Mas nDop selalu sehat kuwarasan…

    [Reply]

  21. May 17th, 2013 at 09:45 | #21

    Pasti ibumu senang di sana~
    Jadi pengen manggis…
    Pak Mars apa kareba?

    Semoga Na…
    Saya kabar baik

    [Reply]

  22. May 17th, 2013 at 20:49 | #22

    innalillahi wa innailaihi rojiun, semoga amal ibadah ibuk diterima di sisi Tuhan dan diterangkan alam kuburnya. ibuk pak mars mungkin seperti ibu saya yang notabenenya “orang dulu” dalam kesederhanaan dan guyupnya tidak bergeming oleh gemerlapnya kehidupan. ibu akan menjadi, eyang uti dan akan menjadi buyut dimana semakin dengan kesehajaan begitu detail memperhatikan anak cucunya.

    Makasih Mas Putut…
    Semoga Ibuknya Mas Putut selalu sehat walafiat.
    Salam untuk keluarga

    [Reply]

  23. arif
    May 18th, 2013 at 06:44 | #23

    innalillahi wa innailaihi rojiun, turut berduka cita pak, sampun sepuh hampir 80 tahun, semoga amal ibadah diterimaNya 🙂

    Makasih doanya Mas Arif

    [Reply]

  24. May 18th, 2013 at 07:37 | #24

    inna lillahi wa inna ilaihi rojiun …

    turut berduka cita ya pak
    saya baru tahu 🙁

    Ibuknya Pak’e emang hebat, setidaknya dibandingkan bapa saya yang emoh sms-an, keypadnya keciliken katanya 🙁 Ibuk juga luar biasa karena sanggup menghubungi anak2nya setiap pagi ‘sekedar’ menanyakan sarapan apa hari itu. Pasti pak’e dan yang lainnya akan teramat kehilangan momen yg sudah menjadi rutinitas ini.

    Turut mendoakan pak, semoga amal kebaikan almarhumah diterima Allah Swt dan diampunkan semua dosanya, aamiin.

    Makasih doanya Ni…
    Semoga Bapanya Ni juga selalu sehat walafiat

    [Reply]

  25. May 19th, 2013 at 08:34 | #25

    Inna lillahi wa innalillahi rojiun
    Semoga amal ibadah ibu pak Mars diterima oleh Allah swt dan diampuni dosa-dosa nya.

    Betapapun, kita mesti bersyukur, beliau meninggal dengan tenang, sempat berpesan pada anak cucu…..
    Semoga pak Mars dan saudara-saudara nya diberi kekuatan sepeninggal beliau.

    Makasih doanya Bu Edratna…

    [Reply]

  26. May 19th, 2013 at 11:42 | #26

    alfateha untuk ibu pak mars..

    Subhanallah bgitu indah ya saat ibu akan kembali kepada sang pencipta,tampak tenang dan masih bicara dengan para anak menantu dan cucu,masya allah….

    ibunda yang hangat selamat jalan..

    Makasih doa dari Mbak Wi3nd

    [Reply]

  27. May 19th, 2013 at 13:43 | #27

    saya turut berduka semoga ibunya pak Mar diterima di sisiNya.
    setelah membaca posting ini saya jadi ingat ibu saya yang juga sudah tua.

    Makasih doa dari Mas Endar

    [Reply]

  28. kliknans
    May 19th, 2013 at 20:32 | #28

    Innalillahi wainnailaihi raajiun… turut berbela sungkawa atas berpulangnya Ibunda agan ke Rahmatullah… semoga beliau mendapat tempat terbaik disisiNya..aamiin… sabar ya gan.. ^_^ semua sudah kodratNya…

    Makasih doanya Mas

    [Reply]

  29. May 20th, 2013 at 11:06 | #29

    innalillahi wa inna ilaihi rooji’un.. jadi inget sama ibuku pakde..

    Makasih Mas

    [Reply]

  30. May 20th, 2013 at 11:59 | #30

    Pakdeeeeeee ceritanya bikinnnn..sabar pakde yach….ikut mendoakan Bundanya

    [Reply]

  31. May 21st, 2013 at 11:39 | #31

    turut berduka cita, semoga almarhumah di ampuni dosanya dan di ridhloi amal ibadahnya

    [Reply]

  32. May 21st, 2013 at 23:53 | #32

    turut berduka cita atas berpulangnya ibunda pk Mars, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan …

    [Reply]

  33. Rusa
    May 22nd, 2013 at 03:19 | #33

    Selamat jalan buat ibuknya ya mas, semoga amalibadah beliau diterima di sisiNya. Aminn…

    Ibuknya keen banget yak, umur segitu masih bisa smsan dg cucu2nya.
    Rajinbaca lagi. Ibuk yg menginspirasi.

    [Reply]

  34. May 22nd, 2013 at 06:33 | #34

    ikut berduka cita pak, semoga amal ibadah beliau diterima Allah Swt

    [Reply]

  35. May 24th, 2013 at 11:03 | #35

    Apa Kabar Pak Mars
    Semoga Pak Mars sehat-sehat saja …

    Belum menulis lagi pak ?

    Salam saya

    [Reply]

  36. June 4th, 2013 at 16:21 | #36

    terharu membacanya Pak, Turut berduka. Semoga selalu diberikan kekuatan dan Ibunda diterima di disisiNYA.

    Makasih doanya Mas

    [Reply]

  37. June 7th, 2013 at 12:09 | #37

    Hiks…saya telat membacanya 🙁
    Saya sangat bisa merasakan apa yang OmMars rasakan 😥 karena belum lama saya juga kehilangan ayah tercinta. Yang sabar ya, Om. Hanya doa yang bisa kita kirimkan untuk almarhum sekarang ini.

    Saya sekelurga dan seluruh warga chocoLand turut berduka yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diberi tempat yang layak di sisiNya dan OmMars sekeluarga besar diberi ketabahan. Amien.

    Terima kasih doanya Mbak

    [Reply]

  38. June 8th, 2013 at 21:08 | #38

    Ikut berduka cita atas wafatnya ibunda tercinta ya, Pak Mars..

    Kehilangan orang yang kita sayangi selalu membuat kita merasa down. Semoga Pak mars dan seluruh keluarga diberi ketabahan dn kekuatan untuk menghadapi hari-hari berikutnya.

    Terima kasih doanya Mbak.
    Salam dari Kendal

    [Reply]

  39. marsudi yanto
    June 10th, 2013 at 10:00 | #39

    Terima Kasih untuk sahabat yang telah mendoakan ibuk
    dan memberi dukungan moral pada keluarga kami

    [Reply]

  1. May 31st, 2013 at 15:18 | #1

silakan buka katalog untuk melihat postingan lainnya
~ terima kasih ~